
Hari berhari berlalu hingga tak terasa sejak kejadian itu sudah dua minggu yang lalu lamanya. Arel dan Lichyia semakin mesra dan romantis setiap harinya mereka memupuk cinta agar cinta itu tidak pernah layu dan tergantikan oleh cinta lain. Bahkan kini Arel dan Lichyia sudah memutuskan untuk satu kamar namun untuk hal itu mereka belum melakukan
Tit.. tit..
Bunyi alarm yang sengaja di pasang oleh Lichyia berbunyi setiap pukul empat pagi. Wanita itu terbangun dan langsung masuk ke dalam kamar mandi
Setelah mandi dan sholat Lichyia turun ke lantai satu untuk berolahraga sebentar kemudian memasak dengan di bantu oleh Siti dan Asih
"Dea mau apa kamu? Bukannya dilarang naik ke lantai atas ya sama Arel" ucap Lichyia saat melihat Dea hendak menaiki anak tangga
"Maaf nyonya saya lupa" ucap Dea dan berlalu pergi
Lichyia menaiki satu persatu anak tangga dan masuk ke dalam kamarnya. Sudah jam lima namun Arel masih bergelung di bawah selimut
"Mas!! Bangun udah mulai siang loh" ucap Lichyia kesal dengan berkacak pinggang di hadapan suaminya
"Lima menit lagi" gumam Arel dengan suara serak lalu melanjutkan tidur nya
"Gak ada bangun sekarang!!" teriak Lichyia sambil mencoba membangunkan tubuh Arel yang begitu berat di banding dengan tubuhnya yang kecil
"Awww mas!!" pekik Lichyia karena tangannya di tarik oleh Arel hingga terjatuh di atas tubuh pria itu
Cup
Arel mengecup sekilas bibir istrinya dan merapikan anak rambut Lichyia yang sedikit berantakan
"Ini masih pagi kenapa udah marah marah" ucap Arel dengan suara serak khas bangun tidur
"Huh!! Dasar kebo!! Bangun sekarang dan mandi aku tunggu di bawah buat sarapan" ucap Lichyia dan bangun dari tubuh suaminya
__ADS_1
Arel tersenyum sekilas lalu bangun dari tidurnya dan masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri
"Huh!! Apa aku laksanakan rencana Kinara ya tapi... sampe sekarang aku belum dapet DP nya" ucap Dea sambil berjalan mondar mandir di taman samping
"Ah bodo amat mending aku jalanin rencana itu kalau nunggu Kinara kelamaan bisa bisa tuan Arel udah nempel sama Lichyia nanti susah lagi buat dapetin tuan Arel" ucap Dea kesal sambil menyapu taman samping dengan sedikit emosi membuat daun daun berterbangan dan kembali berantakan
.
Lichyia turun dari lantai atas dan kembali masuk ke dalam dapur
"Bi di tata di meja sekarang ya" ucap Lichyia
"Baik nya" ucap Asih
Lichyia berjalan santai mengelilingi rumah nya dan berhenti pada satu tempat yaitu taman samping terlihat Dea sedang menyapu dengan mulut komat kamit seperti mbah dukun entah apa yang dia gumamkan Lichyia pun tak tau
Wanita itu berjalan mendekat dan berniat mendengar gumaman Dea namun saat hendak berjalan Arel turun dari tangga sambil memanggil namanya
"Iya aku disini sebentar" balas Lichyia membuat Dea terkejut
"Lichyia... ngapain dia disana apa jangan jangan dia denger ucapan aku" gumam Dea
"Tapi kaya nya enggak deh dari tadi aku lihat ke arah sana gak ada tuh Lichyia mungkin baru dateng terus di panggil sama tuan" ucap Dea membuat kesimpulan sendiri
"Ada apa" tanya Lichyia di hadapan Arel
"Pasangin dasinya" ucap Arel manja. Kini mereka berdua berada di tengah tengah tangga
Lichyia menggelengkan kepalanya namun tetap memasangkan dasi di lecet suaminya. Bukankah dari dulu Arel bisa memasang dasi sendiri kenapa sekarang dia sangat manja padanya
__ADS_1
"Udah" ucap Lichyia sambil tersenyum puas melihat dasi yang terikat sempurna di leher suaminya
"Makasih sayang" bisik Arel mesra di telinga istrinya membuat bulu kuduk Lichyia berdiri semua sedangkan Arel tertawa puas seakan tak berdosa setelah mengerjai istri nya itu
"Awas ya!!" ucap Lichyia kesal
"Apa? Sini sini kalau mau bales" ucap Arel menantang
Lichyia berlari ke arah suami nya yang berjalan mundur menuruni anak tangga dan meloncat masuk ke dalam pelukan pria itu membuat Arel terhuyung dan keduanya jatuh di lantai
"Awwwhhh sssshhh" ringis Arel namun masih tetap terkekeh pelan
"Maaf sakit ya" ucap Lichyia dengan wajah sendu
"Dikit sih" Arel mengeratkan pelukannya pada tubuh wanita itu
"Makasih udah mau nerima aku" bisik Arel
"Makasih udah sabar sama sikap sikap aku yang kadang buat kamu sakit hati dan terima kasih banyak sudah mau menjadi pendampingku walau di awal ada pengkhianatan yang aku lakukan tapi itu tidak membuat mu mundur tapi semakin tertantang untuk merebut cinta aku" ucap Arel
"Jadi kamu udah jatuh cinta sama aku?" tanya Lichyia dengan alis naik sebelah tak lupa senyum jahil nya yang terlihat menggemaskan di mata Arel
"Asal kamu tau entah sejak kapan hati ini udah jadi milik kamu SEUTUHNYA" ucap Arel jujur
Lichyia tersenyum dan menyandarkan kepalanya di dada bidang Arel yang begitu nyaman untuk dia peluk
"Uhuk" deheman seorang wanita menyadarkan pasangan itu akan posisi mereka saat ini.
Lichyia dan Arel bangun dari posisi mereka sambil merapikan baju mereka yang sedikit berantakan dan tersenyum kikuk pada wanita yang duduk di depannya
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN