Antara Istri Dan Kekasih

Antara Istri Dan Kekasih
Bab 128


__ADS_3

"No!!" sentak Valen membuat Arin menggeram kesal


Sabar... sabar masih ada cara lain biar pria sialan itu mau menandatangani surat itu batin Arin menahan kesal


"Kau yakin Valen?" tanya Arin memastikan dengan menatap wajah suaminya intens


"Ya... aku tidak akan pernah melepaskan mu dan jangan pernah bermimpi" ucap Valen santai


"Dan kau lah yang akan bermimpi aku akan tetap disampingmu" ucap Arin dengan senyum licik membuat Valen mengerutkan keningnya tanda tak paham


Arin menarik Kinara dengan kasar membuat wanita itu memekik. Senyuman kejam terukir jelas di bibir Arin yang selama ini tidak pernah dia tunjukkan pada siapapun


Tangan wanita itu menyelip masuk ke belakang jaketnya dan mengambil sesuatu


"Tanda tangani atau dia mati" ancam Arin sambil menodongkan senjata api milik Valen tepat di samping kepala Kinara membuat Valen berjaga jaga takut jika istri keduanya dan anaknya akan terluka.


"Kau gila!! Lepaskan dia!! Dia sedang hamil apa kau tidak punya hati nurani?" bentak Valen


"Cih persetan dengan hati nurani kau membicarakan soal hati? Bahkan kau saja tidak punya hati saat menyiksa diriku dan juga Diego lalu kenapa sekarang hanya hak seperti ini saja kau langsung membicarakan soal hati... "


"Dan asal kau tau hatiku telah lama mati karena dirimu Valen Dioner" teriak Arin melampiaskan amarahnya

__ADS_1


Valen terdiam dan mengepalkan tangannya erat menahan geram pada istri pertamanya itu. Saat Kinara masuk ke dalam rumah ini Arin semakin berani padanya. Dan siapa yang menguatkan wanita itu? Tentu saja Lichyia dan Rasya. Mereka memberi semangat pada wanita satu anak tersebut untuk berani melawan orang yang telah lama menindas mereka


"Lepaskan dia... atau... "


"ATAU APA?" tantang Arin dengan berani


"Aku akan melenyapkanmu dan juga anak sialan itu" balas Valen dengan senyum kejam


"Maka kau juga akan kehilangan istri keduamu dan juga calon anakmu" ucap Arin membalas membuat senyum Valen luntur


"Kau sudah gila" umpat Valen


"Jika aku gila maka kau jauh lebih gila sedari dulu kau menyiksa diriku dan juga anak kandungmu sendiri" ucap Arin kesal


"Apa tidak ada kemungkinan juga anak yang di kandung Kinara juga penyakitan" ucap Arin pelan dengan penuh penekanan


Valen terdiam dan menatap perut istrinya yang sudah mulai terlihat


"Gak itu gak mungkin" ucap Valen menepis prasangka buruk


"Lepaskan leher ku sakit bodoh!!" umpat Kinara yang merasa sesak

__ADS_1


"Hanya leher mu bukan yang sakit sedangkan aku? Hatiku jauh lebih sakit saat melihat suami gue sendiri menikah sama wanita lain" teriak Arin penuh penekanan dan semakin mengeratkan jeratan tangannya di leher madunya tersebut


Kasihan? Persetan dengan kasihan bahkan dia tidak peduli jika dia di penjara karena telah membunuh istri suaminya itu


"Cepat tanda tangani atau dia mati di hadapanmu sekarang" ucap Arin dengan tatapan datar


Sedangkan di sisi lain Rasya melihat itu dengan senyum kagum. Akhirnya sang nyonya nya itu bisa menjadi wanita yang lebih kuat agar tidak selalu di tindas oleh Valen


"Tidak akan mana berani kau membunuh seseorang" ucap Valen menyepelekan


"Ok gak masalah kau tidak mau bercerai bukan" ucap Arin dengan nada penuh ancaman


"Satu.... "


"Dua.... "


Arin siap untuk menarik pelatuk senjata api itu diiringi senyum smirk yang begitu kejam


"Ti... "


"Ok... ok gue akan tanda tangani" ucap Valen pada akhirnya

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN


__ADS_2