
Valen mengulurkan tangannya dan tertaut dengan tangan Dea yang semakin lama semakin lemas.
"Sayang kau bertahan demi anak kita kau ingat itu" ucap Valen yang ketakutan
Dea hanya mengangguk sebagai tanda jawaban
"Ashhh" ringis Dea yang semakin lama semakin merasakan sakit di perutnya
"Valen... " lirih Dea lemah
"Valen... "
"Valen... "
"Iya kau bertahan ok sebentar lagi akan ada bantuan datang" ucap Valen
"Dimana orang yang mengambil talinya tadi" teriak Valen semakin panik karena genggaman tangan Dea semakin melemah
"Dea" teriak Valen karena perlahan tangan Dea semakin merosot ke bawah
Valen menggenggan erat tangan istrinya itu dengan wajah cemas dan tanpa sadar setengah dari tubuhnya sudah tergantung ke bawah
Di lantai dasar sana Kinara berdiri dengan bersedekap dada sambil melihat drama yang terjadi di lantai lima
"Oh ayolah jangan terlalu lama kau tinggal jatuh dan mati jangan membuang waktu ku lebih banyak lagi" desis Kinara
__ADS_1
Di tempat yang sama namun di titik berbeda berjarak beberapa meter dengan Kinara, Arin turun dari mobil Rasya dirinya pergi ke rumah sakit untuk memeriksakan Diego yang sedari kemarin batuk tiada henti
"Kinara" gumam Arin
"Ada apa Arin" tanya Rasya
"Ah enggak bisa kamu bawa Diego sebentar ke dalam aku ada urusan sebentar" ucap Arin
"Tentu nanti kau menyusul" ucap Rasya dan di balas anggukan kepala oleh Arin
Arin melangkah mendekati Kinara yang berdiri dengan menatap ke arah atas. Sebuah drama dalam rumah tangga nya sedang terjadi
Istri kedua suami nya itu tengah dalam ancaman bahaya. Arin menatap kemana arah Kinara melihat
"Itulah akibat dari pengkhianatan kalian" ucap Kinara tanpa menyadari kehadiran Arin di sampingnya
"Mungkin sekarang keadaan telah berbalik saatnya aku tertawa dan kalian MENDERITA" ucap Arin dengan tertawa dan berlalu pergi
Kinara terlonjak kaget saat mendengar suara seseorang di samping nya.
"Arin" gumam Kinara kesal
"Bisa bisanya dia tertawa di atas penderitaanku" ucap Kinara hendak mengejar Arin namun ternyata tontonan di depannya jauh lebih menarik
.
__ADS_1
"Valen" lirih Dea
"Kau jangan berani berani melepas tanganku" ucap Valen
Tubuh Dea perlahan merosot ke bawah membuat Valen semakin panik dan langsung memegang tangan Dea namun naas dirinya ikut terjatuh juga karena tanpa sadar tubuhnya melebihi batas di pembatas balkon
"Arkhhhh" teriak Valen
Bruk
"Hahahaha sekali tepuk dua orang mati hahahha" teriak Kinara puas saat melihat Valen dan Dea terjatuh dari lantai lima mungkin kewarasannya tinggal setengah saat mendengar dirinya di hianati
Perut Dea terbentur batu cukup keras membuat wanita itu memekik kesakitan lalu pingsan
Orang orang berhamburan mendekati tubuh Valen dan Dea yang sudah penuh dengan darah. Sesegera mungkin orang orang itu membawa Valen juga Dea masuk ke dalam rumah sakit agar segera di tangani
Beberapa orang yang melihat kejadian dari awal langsung menangkap Kinara yang sedang berteriak puas
"Untuk apa kalian menangkapku" teriak Kinara marah
"Lepas!!" sentak Kinara
"Kau harus mempertanggung jawabkan semuanya" ucap salah satu dari mereka dan membawa Kinara ke kantor polisi untuk di tahan
"Sial!!" ucap Kinara kesal dan terus meronta minta untuk di lepaskan
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN