Antara Istri Dan Kekasih

Antara Istri Dan Kekasih
Bab 11


__ADS_3

Wilona sudah sehat kembali dan dia tidak mau merepotkan Hanung dan memaksanya untuk pergi ke kantor. Meskipun presdir sudah melarangnya namun Wilona bersikeras jika dia baik-baik saja dan tidak perlu di jaga oleh Hanung.


"Pergilah ke kantor, aku sudah sehat. Kau tidak perlu menjagaku lagi," ucap Wilona dengan intonasi sangat kaku.


Sudah lebih dari satu Minggu mereka menikah, namun serasa ada jarak diantara mereka yang sulit sekali untuk di tembus.


"Eh, iya. Kalau begitu, aku akan ke kantor sekarang," Hanung kembali ke kamarnya dan bersiap untuk ke kantor.


Sementara, Clara tetap berada didalam kamarnya dengan perasaan resah dan gelisah. Dia sedang memikirkan apa yang dilakukan Hanung saat ini?


Apakah dia lupa jika aku ada disini? batin Clara.


Nyonya Rosma pergi ke kamar Clara dengan sarapan untuknya.


"Kau pasti sedang menunggu putraku bukan? Dia sedang bersiap untuk ke kantor, nanti kau bisa berangkat dengannya," ucap Rosma pada Clara di dalam kamar.


"Eh, iya Tante...."


"Tante tidak perlu repot seperti ini. Saya nanti akan sarapan bersama Hanung di kantor,"


"Tidak papa. Dia mungkin akan sarapan dengan istrinya. Kau tidak masalah kan, sarapan sendirian?" Rosma menatap teduh dan hangat pada Clara. Dalam hati dia lebih setuju jika Hanung menikah dengan Clara daripada dengan Wilona. Putraku akan bahagia jika menikah dengan Clara. Lihatlah pernikahan nya? Aku tidak pernah melihatnya tersenyum setiap kali bersama istrinya itu. Tandanya jika dia tidak bahagia didalam pernikahan mereka. Tapi, dia melakukan semua itu, karena rasa tanggung jawab dan juga demi perusahaan, selain itu, Oma juga menekan dirinya.


Untuk sesaat Rosma sangat sedih memikirkan jika putranya telah melakukan pengorbanan yang sangat besar demi perusahaan keluarga.


"Ini tidak benar. Aku tetap akan memisahkan mereka berdua! Jika putraku keras kepala, aku akan membuat istrinya yang meninggal kan rumah ini suatu hari nanti,"


Hanung turun dari anak tangga dan saat ini sarapan bersama istrinya dan ketiga anaknya.


"Papa....." panggil Rian dengan dudu didekatnya.


"Ehm....apa sayang," jawab Hanung tersenyum hangat padanya.


"Aku mau makan duduk dekat papa,"


"Oke, duduk disini...."


Wilona menatap Hanung dan mereka kembali bertemu pandang. Wilona tersenyum kecil dan mengusap rambut Rima yang duduk didekatnya.


"Aku juga mau duduk dekat papa...." ucap Rima anak kedua dari Wilona.


"Boleh. Duduk kemari...." Hanung merangkul Rima yang dengan cepat sudah pindah duduk disampingnya.

__ADS_1


Wilona lagi-lagi tersenyum kecil melihat kedua anaknya mulai akrab dan membiasakan diri untuk memanggil papa pada ayah barunya itu.


Rosma yang baru saja keluar dari kamar Clara sangat jengkel melihat pemandangan di meja makan. Bagaimana Hanung dengan sabar menyuapi Rima dan juga Rian secara bergantian.


"Tidak bisa dipercaya! Hanung putraku, mami tidak akan membiarkanmu tidak bahagia. Mami tahu kau terpaksa melakukan semua ini. Dan kau tidak bahagia bersamanya. Lihat saja. Apa yang akan aku lakukan pada gadis itu!"


Rosma berjalan ke arah mereka dan Wilona segera bangun. Dia mempersilakan ibu mertuanya untuk duduk dan sarapan bersama.


"Mam...." ucap Hanung dan segera teringat jika Clara berada dirumahnya.


Hanung akan bangun dan memberinya sarapan, namun maminya segera mencegahnya.


"Kamu duduk saja disini. Mami sudah kesana tadi pagi," ucap Rosma sambil mengedipkan matanya dengan bahasa isyarat dan membuat Hanung terkejut.


Jadi, mami tahu jika Clara ada disini. Astaga aku hampir saja tidak ingat padanya.


Wilona memperhatikan ibu dan anak yang tiba-tiba menjadi aneh menurutnya. Mereka berdua seperti menyembunyikan sesuatu darinya.


Hanung segera mengakhiri sarapannya.


"Aku ke kantor dulu," ucap Hanung pada Wilona.


"Ehm, iya...." jawaban standar dan kaku. Tidak ada cium kening karena Hanung tidak ingin menyakiti hati Clara jika dia mengintip dari tempat lain. Itu bisa saja terjadi karena Clara ada dirumah ini.


"Han...." panggil Clara.


"Kau mau kemana?" tanya Hanung kaget.


"Ikut kamu ke kantor. Hanya sebentar saja. Setelah itu aku ada syuting," ucap Clara.


"Baiklah. Cepat naik! Sebelum ada yang melihatmu!"


Hanung segera masuk ke mobilnya dan tengik kanan-kiri. Setelah yakin tidak ada yang melihatnya, maka Hanung keluar dari halaman rumahnya.


Sekarang Hanung sudah pergi, Risma tidak sabar untuk mengerjai menantunya itu.


"Wilona!" Panggil nyonya Rosma ketika Wilona baru saja dari dapur. Ketiga anaknya sudah bersama susternya.


"Iya mam, ada apa?"


"Kamu kepasar hari ini ya? Ajak salah satu asisten dirumah ini. Jika mereka yang pergi, mereka akan membeli asal saja. Kau mau kan? Biasanya mami yang ke pasar membeli keperluan dirumah ini. Tapi karena ada kau, maka kau saja yang pergi,"

__ADS_1


"Iya mam...." Wilona menurut dan patuh pada ibu mertuanya, meskipun dalam hati tahu jika kehadirannya tidak disukai olehnya. Namun dia berusaha menjadi menantu yang baik dan hormat padanya.


****


Bos Koala hitam sangat marah setelah pulang dari rumah sakit. Dia menyuruh beberapa anak buahnya untuk mencari pemilik mobil dengan seri yang sudah dia catat.


"Segera cari orang dengan seri mobil itu! Siapa dia yang sudah berani menantang diriku!" ujarnya dengan penuh dendam.


"Baik bos!"


Jawab para anak buahnya yang ada sepuluh orang di hadapannya saat ini.


"Bos! Mobilnya ada dipasar," telepon salah seorang pengawalnya.


"Bawa mereka padaku!"


"Siap Bos!"


Mobil itu terparkir dan sedang ditinggal oleh Wilona dan asisten pribadinya untuk belanja.


Para anak buah Bos Koala Hitam mondar-mandir di sekeliling mobil itu.


"Mereka sedang belanja. Kita tunggu disini!" ucap salah satu dari mereka.


"Kau yakin ini mobilnya?"


"Tentu saja! Warna dan serinya sama!"


Wilona sedang memilih beberapa sayuran dan juga daging dipasar modern. Dan pembantu nya yang membawa hasil belanjaan nya tersebut.


"Sudah cukup! Hari ini kita belanja segini saja," ucap Wilona sambil berjalan ke mobilnya.


Dan ketika akan masuk kedalam mobil, tiba-tiba dia ditangkap dan dibawa oleh anak buah Koala Hitam.


"Bawa dia pada Bos! Orang yang sudah menembak Bos pasti akan mencarinya,"


"Non....non....jangan bawa Non Wilona! Kalian siapa?" ucap asisten dan dia segera akan menolong Wilona.


Plakkkk!


Salah seorang dari mereka memukulnya dari belakang. Asisten itupun pingsan dan sayuran yang dia beli berserakan di tanah.

__ADS_1


Wilona dibawa oleh anak buah Bos Koala Hitam dan akan diserahkan pada Bos nya untuk dijadikan sandra.


__ADS_2