
Arel mengendarai mobilnya menyusuri jalanan kota yang cukup ramai karena waktu hampir menunjukkan jam makan siang
"Kita makan dulu ya tadi kamu belum sempet sarapan nanti kamu sakit" ucap Arel dengan lembut sambil mengusap rambut istrinya
"Bilang nanti sakit tapi kamu udah bikin sakit" ucap Lichyia dengan bibir mengerucut
"Kalau itu beda lagi" bisik Arel di telinga Lichyia membuat wanita itu merinding
"Au ah terserah kita mau makan dimana" tanya Lichyia
"Semoga Arel junior cepet tumbuh di sini" Bukannya menjawab Arel berbicara lain sambil mengusap lembut perut datar istrinya
"Kamu udah ngebet banget punya anak?" tanya Lichyia
"Heem sejak pertemuan pertama sama Diego entah aku pengen aja punya anak sama kamu" ucap Arel jujur
"Semoga doa kamu terkabul ya mmm sekarang kita mau makan dimana perut aku udah laper tau" ucap Lichyia
"Iya iya sabar dong sayang" Arel mengecup sekilas pipi istrinya kemudian menjalankan mobilnya menuju salah satu restaurant terdekat
Arel menuntun tubuh Lichyia untuk masuk ke dalam restaurant dan meminta ruangan VIP yang ada di lantai atas
Setelah memesan makanan, Arel dan Lichyia menunggu sambil berbincang hangat
"Aku gak nyangka bener bener gak nyangka kalau Kinara bisa sejahat itu" ucap Arel
"Aku juga jahat loh" ucap Lichyia membuat mata Arel memicing
"Maksudnya?" tanya Arel tak paham
__ADS_1
"Ya iyalah jahat semalam aku mukulin kamu pake sapu masih sakit ya" ucap Lichyia
"Enggak kok sakitnya udah ilang di ganti dengan cakaran kamu" ucap Arel membuat pipi Lichyia memerah
"Au ah bahas itu mulu" ucap Lichyia malu malu
"Kenapa gak boleh? Aku malah seneng dapet bonus dari kamu" ucap Arel semakin gencar menggoda istrinya
"Ihhh kamu mah tau gitu semalam aku langsung keluar aja" ucap Lichyia kesal
"Tapi sayang nya udah terlanjur tuh mau di ulang? Di sini apa di rumah?" goda Arel
"Mass!!!!" teriak Lichyia kesal
"Iya iya maaf pipi kamu merah tuh kaya kepiting rebus" ucap Arel
"Gara gara kamu"
"Gombal"
"Ih bener gak percaya" ucap Arel
"Enggak tuh"
"Terserah deh yang penting hari ini hari spesial buat aku" ucap Arel dengan menatap istrinya dengan menaik turunkan alisnya
"Huh"
"Permisi" Obrolan singkat mereka terhenti karena suara pelayan yang datang untuk mengantar makanan
__ADS_1
Arel dan Lichyia makan bersama dengan sesekali bercanda hingga sepuluh menit kemudian makanan di piring mereka habis tak tersisa
"Udah yuk pulang" ajak Lichyia saat makanan mereka telah habis tak tersisa
"Kamu masih sakit gak? Kalau masih kita ke dokter dulu aku takut kamu kenapa napa" ucap Arel sambil meminum teh nya menggunakan sedotan
"Gak!! Kita gak perlu ke dokter ngapain jauh jauh di depan kamu ini juga dokter kalau lupa" ucap Lichyia
"Ya aku tau tapi... "
"Udah gak ada tapi tapian nanti kita ke apotik dulu beli obat aku yakin nanti juga sembuh" ucap Lichyia
"Hm yaudah sini aku bantu" Arel dengan penuh kasih sayang membantu istrinya itu untuk berjalan keluar dari restaurant setelah membayar semua tagihan mereka
Di perjalanan Arel memberhentikan mobilnya di depan sebuah apotik dan turun untuk membeli sebuah salep yang di sebutkan oleh istrinya
"Kamu tunggu disini jangan kemana mana" ucap Arel lembut dan Lichyia hanya mengangguk
Tak lama Arel keluar dari apotik dengan satu kantung kresek berukuran sedang dan berjalan ke arah mobil
"Mana" tanya Lichyia dan Arel memberikan kantung plastik yang ada di tangannya pada wanita itu
Mata Lichyia membola seketika melihat banyak nya obat dan juga alat tes kehamilan yang di beli Arel
"Aku kan pesennya kan cuma satu salep kenapa ada segala macem apa ini terus ngapain beli ini" ucap Lichyia sambil menunjukkan salah satu alat tes kehamilan yang di beli oleh Arel. Bukan hanya satu namun bisa di hitung ada hampir sepuluh berbeda merk
"Ya gak apa apa buat persiapan aja" ucap Arel santai membuat Lichyia menghela nafas kasar
"Ck terserah dah"
__ADS_1
Arel menjalankan mobilnya menuju kediaman mereka yang ada di salah satu perumahan elit yang ada di kota ini
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN