
Selesai mandi, Lichyia dan Arel keluar dari dalam kamar dan menuju meja makan untuk makan. Dengan telaten Lichyia melayani Arel meskipun dia sedang dalam sandiwara marah pada suaminya itu
Dua puluh menit mereka makan dengan keadaan hening tak ada satupun yang berbicara termasuk Arel yang masih takut nanti jika salah bicara maka istrinya itu akan kembali keluar tanduk
"Bik" panggil Lichyia
"Iya nyonya" ucap Bik Siti
"Beresin semuanya ya saya sudah selesai makan" ucap Lichyia
Wanita itu berjalan menuju ruang tamu dan membaca majalah bisnis. Bibir Lichyia tersenyum saat melihat foto suaminya terpapang besar di sana dengan sebuah kalimat dan beberapa paragraf di bawah foto Arel
"Seorang pembisnis hebat yang berhasil naik daun di usia mudanya"
Mempunyai karakter tegas, berwibawa dan kejam dengan musuh musuh nya
Salah satu kata yang ada di paragraf itu yang di baca oleh Lichyia
Bug
Arel mendudukkan tubuhnya dengan kasar di samping istrinya. Pria itu capek membujuk istrinya sedari tadi namun tetap saja di cuekin
"Sayang marahannya udah dong" rengek Arel
Lichyia tersenyum geli namun tertutup oleh majalah yang ada di depan wajah nya sehingga Arel tak bisa melihat nya
Katanya tegas, berwibawa dan kejam dengan musuh musuh nya tapi apa ini? Pria kejam itu kini sedang merengek meminta maaf padanya ingin rasanya Lichyia tertawa dengan keras saat ini jika lupa bahwa saat ini dia sedang berpura pura marah pada Arel
"Gak mau pergi sana" ucap Lichyia sambil menahan tawanya
__ADS_1
"Yaa gak mau maafin dulu baru pergi ya ya ya" ucap Arel dengan tatapan memohon pada Lichyia
Wanita itu memalingkan wajahnya karena tak tahan menahan tawa yang sudah di ujung. Bahkan perutnya merasa keram karena menahan tawa saat melihat ekspresi Arel memohon padanya
Ternyata artikel yang mengatakan jika suaminya itu kejam maka itu semua salah besar buktinya sekarang dia merengek seperti anak kecil yang meminta permen pada ibunya
"Sayaanggg maafin ya" rengek Arel sekali lagi
"Gak malu tuh nanti di liat ama pelayan loh" ucap Lichyia
"Bodo amat yang penting kamu gak marah lagi" ucap Arel
"Pokoknya enggak ya enggak" ucap Lichyia
"Ck kamu mah batu banget sih" ucap Arel kesal
"Kok jadi kamu yang marah" ucap Lichyia
"Maafin ya" pinta Arel dengan tatapan memohon
"ENGGAK"
"Batu!" Arel menghadap ke depan sambil bersedekap dada
"Ih kambing" ucap Lichyia
"Loh aku kan udah mandi udah gak bau kambing lagi tau" ucap Arel tan terima di katakan kambing
"Tapi tetep bau tuh kaya kambing" ucap Lichyia santai
__ADS_1
"Huh batu!!"
"Kambing"
"Batu"
"Kambing"
Kini keduanya sama sama bersedekap dada dan saling melemparkan kata kata satu sama lain
Tok... tok... tok...
"Siapa" tanya Arel dan Lichyia bersamaan dan saling bertatapan
"Gatau" ucap keduanya bersamaan pula
Arel membuka pintu rumahnya dan melihat seorang wanita berdiri di depan pintu
"Siapa" tanya Arel
"Boleh saya masuk" tanya wanita itu
"Ah iya" Arel membuka lebar lebar pintu rumahnya dan mempersilakan wanita itu masuk bagaimanapun wanita itu adalah tamu dan dia adalah orang terhormat yang tidak akan mengusir tamu tanpa alasan tertentu dan seperti tidak punya sopan santun
Wanita itu duduk di kursi yang ada di depan Lichyia duduk. Arel kembali duduk di samping istrinya
"Anda siapa" tanya Lichyia
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN
__ADS_1
HAYOO SIAPA MAAF GANTUNG YE KAYA JEMURAN WKWKKWK TUNGGU BAB SELANJUTNYA OK