
Dua hari kemudian keluarga Denata dan juga Arjaya berlibur ke Pulau Dewata Bali. Lichyia dan Arel pun ikut serta
Perjalanan dari Jakarta menuju Bali mereka tempuh menggunakan jalur udara. Jet pribadi milik Arlla tersebut mengudara membawa semua anggota keluarga besar itu menuju Bali.
Andra sang asisten Arel pun ikut karena permintaan Arel. Bella duduk dengan tenang di bangkunya sambil bersandar dan memainkan ponselnya
Beberapa jam kemudian pesawat itu mendarat di lapangan bandara I Gusti Ngurah Rai Bali
"Welcome to Bali" teriak Lichyia sambil merentangkan kedua tangannya saat turun dari pesawat tersebut
Arlla dan Alendra hanya menggelengkan kepala melihat menantunya yang sangat bahagia di Bali
"Ayo" Seluruh anggota keluarga itu berjalan keluar dari area lapangan lepas landas sambil membawa koper masing masing
"Gendong" pinta Lichyia manja
Dulu sebelum Lichyia hamil wanita itu adalah wanita mandiri dan tidak manja namun semuanya berubah saat wanita cantik itu hamil anaknya
Dengan senang hati Arel menggendong tubuh istri cantiknya itu sambil mencium leher Lichyia gemas. Tubuh Lichyia semakin berisi karena hampir setiap malam wanita itu selalu makan membuat berat badannya naik beberapa kilogram
Andra dan Bella masih diam mematung sambil menatap dua koper di hadapan mereka yang berwarna sama
"Yang mana punyaku" gumam Bella
"Kayanya yang ini deh" Andra dan Bella memegang satu koper yang sama membuat tangan mereka bersentuhan. Namun beberapa detik kemudian Andra melepaskan tangannya dan sedikit menjauh
"Yang mana kopermu ambillah dan pergi" ucap Andra datar
Dengan cepat Bella mengambil salah satu koper tersebut dan berjalan cepat menyusul keluarga nya
.
Perjalanan dari bandara menuju resort milik Arlla di tempuh dalam waktu dua jam menggunakan mobil
__ADS_1
"Huh akhirnya sampe juga capek oma" keluh Oma Alia dan menaiki anak tangga satu persatu
"Gitu aja capek kaya aku dong kuat" ejek Oma Diana
"Huh" Dengan berdecak kesal, Oma Alia masuk ke dalam salah satu kamar yang ada di lantai dua
Seluruh keluarga beristirahat terlebih dahulu. Angin segar dari laut menerpa kain gorden kamar Arel membuat kain kain itu berterbangan
Lichyia berjalan menuju balkon dan berdiri sambil merentangkan kedua tangannya menikmati semilir angin
Resort tersebut memang terletak dekat dengan laut. Arel meletakkan barang barang mereka dan menyusul istrinya
"Gak mau masuk? Dingin loh di luar" bisik Arel sambil memeluk Lichyia dari arah belakang
"Kan ada kamu" ucap Lichyia santai
Arel mengusap usap lembut perut istrinya dan itu menjadi kebiasaannya sejak Lichyia hamil
"Aku bersyukur punya kamu dan dia di hidup aku" ucap Arel tepat di telinga Lichyia
"Dia siapa" tanya Lichyia tak mengerti
Arel menggaruk ujung hidungnya saat mendengar pertanyaan Lichyia
"Yang aku maksud kamu dan calon anak kita emang kamu pikir dia siapa" tanya Arel
"Ooohhh aku kirain dia orang lain mungkin semacam Kinara" ucap Lichyia dengan wajah cemberut
Arel terkekeh pelan dan mencium sekilas pipi bulat istrinya
Ceklek
Bella keluar dari dalam kamarnya karena merasa dingin di ruangan itu berniat meminta segelas teh hangat pada pelayan
__ADS_1
Namun langkahnya terhenti saat melihat Andra yang sibuk dengan laptop di pangkuannya
Bella menatap sekilas dan melanjutkan langkahnya menuju lantai dasar. Dari pada meminta tolong lebih baik dia membuat sendiri agar tidak merepotkan
Beberapa menit kemudian segelas teh hangat dan secangkir kopi hitam sudah siap. Bella membawa dua gelas tersebut ke lantai atas
"Nih minum dulu" ucap Bella di samping Andra sambil meletakkan secangkir kopi di atas meja
Andra melirik sekilas dan kembali fokus pada layar datar di hadapannya
"Hm sebentar" ucap Andra singkat
"Kau sudah makan" tanya Bella masih menatap Andra dengan posisi duduk miring
"Belum"
"Lebih baik makan dulu deh nanti sakit minta sama pelayan atau mau gue pesenin" ucap Bella
Selama ini Bella berusaha dekat dengan pria dingin itu namun sikap Andra selalu cuek dan dingin padanya
Andra meletakkan laptopnya dan menatap Bella tajam
"Lebih baik kamu urusin hidup kamu aja gak usah urusin hidup gue mau gue makan atau gak itu urusan gue selama ini lo terlalu ikut campur dalam urusan hidup gue ngerti lo!!" ucap Andra dengan nada tinggi membuat Bella terlonjak kaget dan hampir saja gelas yang di pegangnya terjatuh
"Terus mau lo apa" tanya Bella lirih
"Jauhin gue!! Jangan pernah muncul di hadapan gue lagi ngerti lo!!" ucap Andra kesal dan merebut ponsel Bella yang ada di atas meja
Andra membuka ponsel tersebut namun sesaat dia terkejut saat melihat fotonya menjadi wallpaper di ponsel wanita cantik itu. Namun Andra tak peduli dia melanjutkan tujuannya yaitu memblokir nomornya sendiri di ponsel wanita itu
"Pergi dari hidup gue" ucap Andra penuh penekanan dan pergi setelah memblokir nomor Bella dari ponselnya
Bella hanya diam dan menatap nanar ke arah depan. Hatinya berdenyut nyeri saat mendengar bentakan dari Andra tadi
__ADS_1
"Gue akan pergi sesuai permintaan lo" gumam Bella dan kembali masuk ke dalam kamarnya
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN