
Arin melangkah perlahan memasuki area rumahnya yang banyak sekali tamu.
Tap...
"Bismillahirrohmanirrahim.... "
Tap..
Rasa penasaran Arin semakin dalam saat semua tamu fokus pada satu titik
"Saya nikahkan dan kawinkan engkau Valen Dioner dengan Kinara Putri Anindya Arnanda dengan mas kawin.... "
Tap...
"Uang lima miliar dan seperangkat alat sholat di bayar tunai" ucap penghulu sambil menjabat tangan Valen
Tap..
Langkah kaki Arin semakin dekat dan semakin terdengar jelas suara di dalam rumah mewah itu
"Ada acara apa ma" tanya Diego
__ADS_1
"Entah sayang"
"Saya terima nikah dan kawinnya Kinara Putri Anindya Arnanda dengan mas kawin tersebut di bayar tunai" ucap Valen lantang
Deg
"Bagaimana para saksi sah... sah"
"Sah!!" seru para tamu
Lutut Arin seolah lemas dan tak mampu untuk berdiri lagi. Air matanya mengalir tanpa di minta melalui pipi putihnya
Kembalinya dirinya di sambut oleh pernikahan suaminya. Apa apaan ini!! Ini tidak adil bagi Arin selama ini dirinya menderita dalam rumah tangga nya dan sekarang suaminya menikah lagi
Sedangkan di depannya Valen dan Kinara tengah tersenyum bahagia sambil menyematkan cincim satu sama lain
"Dia Kinara Putri Anindya Arnanda sudah sah menjadi istri kedua ku dan dunia akan mengakui dirimu juga anak kita nanti" ucap Valen sedikit lantang sambil menggenggam erat tangan istri barunya
Valen memutar tubuhnya menghadap para tamu namun ternyata sosok wanita yang ada di sisi nya selama ini berdiri di salah satu para tamunya dengan wajah datar
Arin mengusap bekas air matanya dengan kasar lalu merubah wajahnya menjadi datar
__ADS_1
Cukup!! Sudah terlalu banyak aku menanggung penderitaan kini cukup sudah mau tidak mau aku dan dia harus bercerai bisa tidak bisa akan ku pastikan menjadi bisa!! Kini aku sudah pernah merasakan hancur ribuan kali meskipun dunia melarang aku akan menantang!! Tidak ada kata tidak bisa bagi seorang Arin batin Arin menahan lara di hatinya
Valen terdiam mematung melihat Arin berdiri sambil menggendong putra mereka. Tanpa basa basi lagi Arin melenggang pergi begitu saja melewati sepasang pengantin baru tersebut
"Selamat!! Dan selamat tinggal" ucap Arin penuh makna tepat di samping mereka
Arin menaiki satu persatu anak tangga menuju lantai tiga dan masuk ke dalam kamar Diego
"Sayang kamu istirahat dulu ya mama mau ke kamar dulu" ucap Arin sambil mendudukkan anaknya di atas ranjang
"Iya ma tapi mama janji ya jangan nangis lagi" ucap Diego sambil menghapus air mata mamanya
"Iya sayang mama janji"
Arin keluar dari kamar Diego dan berjalan menuju kamarnya dengan Valen yang jarang di masuki oleh Valen karena pria itu selalu tidur di kamar tamu atau ruang kerjanya
Ceklek
"Apa yang kalian lakukan disini" tanya Arin datar pada pelayannya yang berada di dalam kamar
Para pelayan wanita yang sudah bekerja bertahun tahun di rumah itu dan sudah tau seluk beluk kehidupan Arin merasa iba pada Arin yang harus datang dari luar negeri setelah pengobatan anaknya dan kedatangannya di sambut oleh air mata melihat suami nya menikahi wanita lain
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN