Antara Istri Dan Kekasih

Antara Istri Dan Kekasih
Bab 21


__ADS_3

Ibu mertuanya bicara dengan Wilona tentang rencana nya untuk menikah kan Hanung dan Clara dengan ijin Wilona sebagai istri pertamanya.


"Mami melakukan semua ini karena sebagai seorang ibu, Mami melihat bagaimana Hanung sangat mencintai Clara. Kau tahu mereka sudah pacaran selama sepuluh tahun. Dan kau tiba-tiba menikah karena desakan dari almarhum neneknya. Kau bisa rasakan sebagai seorang wanita bagaimana hancurnya hati Clara. Dia menunggu selama sepuluh tahun. Dan akhirnya menjadi wanita yang patah hati. Dia bisa saja nekat dan mengakhiri hidupnya. Dan jika itu terjadi, maka kau juga bersalah padanya...."


Ibu mertuanya terus mendesaknya dan membuat Wilona tak berdaya.


"Akan aku pikirkan Mam. Tapi aku akan bicara dulu dengan Hanung...." ucap Wilona dengan menahan desakan tangis di matanya.


Wilona masuk ke kamar dan melihat Hanung sedang cemas sambil menatap ke luar jendela malam ini.


"Han...mami sudah mengatakan apa yang mungkin kau simpan dalam hati. Kau tidak mengatakannya tapi aku bisa merasakannya...aku juga merasakan penderitaanmu. Aku tahu kau cemas dan bingung saat ini. Dan jawabanku adalah iya. Kau boleh menikah lagi dengan Clara. Aku bersedia kau madu dengan kekasihmu itu...."


Wilona mengusap dua titik airmata yang jatuh di pipinya.


Deg.


Hanung terpana. Hatinya tersayat mendengar apa yang baru saja di katakan oleh istrinya itu.


Tik tik tik.


Tanpa terasa matanya berair dan jatuh ke lantai.


Terharu dan tak percaya apa yang dikatakan oleh Wilona.


Deg.

__ADS_1


Airmatanya jatuh kembali, ketika mendengar pengakuan Wilona untuk berbagi hati dengan kekasihnya itu padahal mereka juga baru saja menikah dan masih dalam tahap penyesuaian diri.


Orang bilang aku lupa daratan....


Wanita mana yang sanggup berbagi kasih dengan wanita lain? Meskipun akan terasa madu bagiku, tapi aku tahu akan terasa empedu bagimu.


Batin Hanung menatap dalam mata Wilona seakan ingin menembus ke hatinya.


Bulir demi bulir airmata Hanung semakin tumpah mendengar keikhlasan Wilona untuk menerima Clara sebagai madunya.


Hanung menatap Wilona dengan sendu dan takjub. Dalam hati semakin mengagumi kesabaran dan juga ketulusannya.


"Aku menerima dia sebagai istri keduamu. Aku akan berusaha untuk ikhlas dan menepikan rasa cemburu yang mungkin akan hadir saat melihatmu bersamanya. Tapi seperti yang kau bilang, kau selalu khawatir akan keadaanya. Kau juga bilang, kau sudah berjanji untuk menikahinya. Kau juga bilang, sudah pacaran dan membiarkannya menunggu selama sepuluh tahun. Aku merasakan penderitaannya karena tiba-tiba kau menikah denganku,"


Wilona mengusap kedua matanya.


"Mungkin ini sudah takdirku. Aku datang padamu dengan tiga orang anak yang bukan darah dagingmu. Dan kau juga ikhlas menerima kami dan tidak semua pria bisa melakukannya. Lalu, kenapa aku tidak berusaha ikhlas berbagi suami dengan kekasihmu itu,"


"Wilona. Maafkan aku. Aku tahu wanita manapun tidak akan mau berbagi suami. Tapi jika memang kau ikhlas, maka aku akan berusaha berbagi waktu dan hatiku seadilnya untuk kau dan Clara,"


"Ya....aku percaya padamu. Sekarang kau temui dia dan bawa dia kerumahmu. Aku akan tetap tinggal disini dan dia tinggal di rumahmu. Hanya itu syarat dariku. Aku tidak bisa tinggal satu atap, karena aku yakin tidak akan mudah baginya juga bagiku ketika melihat kau bersama salah satu dari kami. Tapi jika kita tinggal di rumah yang berbeda maka kita tidak akan saling cemburu dan meminimalisir masalah yang mungkin akan muncul..."


"Baiklah....aku akan pergi sekarang. Kau tidak akan ikut?"


"Hem...tidak....aku dan anak-anak akan dirumah saja. Mereka akan bingung jika melihatmu bersanding dengan wanita lain di kursi pengantin. Aku akan menjelaskannya dengan perlahan pada mereka,"

__ADS_1


"Baiklah kalau begitu...."


Hanung tiba-tiba memeluk Wilona dan mencium keningnya lalu bibirnya dengan penuh perasaan.


Benih-benih cinta yang tulus mulai bersemi dan tumbuh dalam hatinya karena sikap dan ketulusan Wilona.


Semakin terlihat jika dia tidak salah menikahi Wilona meskipun dengan perjodohan paksa.


Wilona berusaha tegar dan tidak ingin merasa bersalah di kemudian hari.


Ada cinta yang besar antara suaminya dan kekasihnya itu. Daripada mereka terus bersembunyi dan akhirnya berbohong lalu terlibat perselingkuhan, maka Wilona memilih untuk membiarkan Clara menjadi madunya.


Jika Hanung adil dalam cinta dan waktunya, maka tidak akan ada masalah di kemudian hari.


Dia sudah melakukan yang harus menjadi bagiannya dan untuk selanjutnya semua tergantung pada sikap suaminya itu.


Apakah dia bisa adil atau tidak....


💔 Komitmen tidak menjamin pasangan mu bisa setia, karena iman dan hati bisa saja goyah. Akhirnya lanjut dengan perasaan bimbang atau berhenti dengan perasaan bersalah 💝


Tapi cinta karena Allah akan membuat kisah itu abadi dan hanya maut yang akan memisahkannya.


Kisah ini berakhir dengan patah hati. Karena memang tidak semua kisah akan berakhir dengan bahagia.


💞

__ADS_1


Terimakasih teman-teman atas dukungannya 😍🥰😘🙏🙏🙏


Bersambung di "Ketika Cintamu Terbagi" ada perubahan nama tokoh ya man teman di season duanya 🤗


__ADS_2