
"Pagi Kinara" sapa Lichyia dengan senyum licik membuat Kinara yang tadinya sibuk berbicara dengan mamanya yang baru datang menoleh ke arah dokter cantik itu
Wajah Kinara berubah menjadi pucat pasi melihat siapa yang di bawa oleh istri orang yang dia cintai itu
"L.. li... Lichyia" gumam Kinara dengan susah payah meneguk ludahnya kasar
"Kenapa? Kenapa jadi pucet gitu sih wajahnya apa gara gara takut ya atau sakit lagi" tanya Lichyia
"Ngapain kamu kesini" tanya Kinara pelan sambil menatap tajam pada Rasya
Dasar orang suruhan Valen bodoh bagaimana bisa dia di kalahkan oleh wanita lemah kaya dia batin Kinara dengan menatap tajam ke arah Rasya
"Lo gak bosen? Di rumah sakit selama dua minggu gak mau keluar gitu" tanya Lichyia
"Hari ini aku sudah di ijinkan pulang" jawab Kinara
"Ada apa ini" tanya Lela berbisik pada putrinya
"Nyonya Lela apa kau tidak tau kelakuan putri tersayang mu itu" tanya Arlla sinis
Lela membuang muka sebal dan bersedekap dada
"Baguslah aku turut bahagia kau bisa keluar dari rumah sakit ini" ucap Lichyia
"Ayo ma kita pulang" ajak Lichyia
Arlla menganggukkan kepalanya dan berjalan menuju pintu
"Mmm aku hanya mengingatkan kalau habis ini lebih baik persiapkan diri kamu" ucap Lichyia
"Untuk apa?" tanya Kinara dengan nada naik satu oktaf
__ADS_1
"Persaingan antara Istri dan Kekasih oh maaf mantan kekasih maksudnya akan segera berakhir" ucap Lichyia
"Maksudmu?" tanya Kinara
"Siap siap besok akan ada yang menjemput mu untuk melihat kebahagiaan mu selanjutnya" ucap Lichyia kemudian tersenyum sinis sambil menggelengkan kepala dan melenggang pergi mengikuti mama mertuanya
"Dasar bodoh!!" umpat Kinara
"Bagaimana bisa kamu kalah dengan dua wanita lemah gitu aja" teriak Kinara
Rasya hanya diam karena saat ini tubuhnya benar benar lemas
"Apa dia menghianati janjinya" gumam Rasya dan berjalan pelan keluar dari ruangan itu
Kinara melempar bantal ke arah Rasya dan mengenai punggung pria itu
"Arrrkkkkhhh harusnya Lichyia mati" teriak Kinara kencang sambil mengacak rambutnya sendiri
"Iya dia harus mati ma!! Harus!! Arel harus jadi milik aku" ucap Kinara penuh dendam
Lichyia dan Arlla berjalan dengan anggun melewati lobi rumah sakit dan bersandar pada bahu mobil menanti seseorang
"Sayang kau sedang menanti siapa" tanya Arlla
"Rasya ma" jawab Lichyia
"Dokter Lichyia? Kenapa kau menantiku" tanya seorang pria dari arah belakang mereka
"Dokter Rasya" gumam Lichyia dan mengingat jika nama dokter itu dengan anak buah Kinara sama
"Maaf tapi bukan anda yang saya tunggu" ucap Lichyia membuat senyum yang terbit di bibir pria itu surut
__ADS_1
"Oh baiklah saya duluan" Dokter Rasya pergi masuk ke dalam rumah sakit
Tak lama seseorang dengan langkah tertatih mendekati kedua wanita itu
"Berikan penawar itu" pinta Rasya
"Tidak ada penawar" ucap Lichyia singkat membuat laki laki dengan tubuh lemas itu emosi seketika
"Apa maksudmu" bentak pria itu
"Kau ingin membuatku mati?" tanya Rasya emosi
Lichyia mengikat sebuah pita di lengan Rasya yang terkena luka tembak itu
"Kau kehilangan banyak darah tidak ada racun yang berbahaya di peluru itu" ucap Lichyia
"Lalu kenapa tubuhku bisa lemas seperti ini" tanya Rasya
Karena mendapat luka tembak adalah hal biasa baginya bahkan dia hampir mati karena tembakan mematikan dari seseorang namun tidak membuatnya lemas seperti saat ini
"Itu hanya ada sedikit obat tapi tidak berbahaya aku jamin aku seorang dokter disini" ucap Lichyia meyakinkan kata katanya
"Baiklah kenapa kau membohongi ku" tanya Rasya
"Karena aku tidak percaya pada siapapun apalagi dirimu yang hanya orang baru bisa saja kau menusuk dari belakang" ucap Lichyia datar
"Suster" teriak Lichyia memanggil salah satu perawat yang berlalu di lobi
"Iya dok" tanya perawat itu
"Obati luka dia" ucap Lichyia memberi perintaj dan di angguki oleh perawat itu
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN