
Selesai makan siang, Lichyia kembali ke rumah sakit hanya untuk membeli obat lalu kembali ke rumah karena memang Arel tidak mengijinkan dia untuk bekerja lagi
"Udah kamu istirahat aja dulu aku turun ke bawah dulu buat minta bi asih buatin kamu minum" ucap Arel dan di balas anggukan kepala oleh Lichyia
Sebelum benar benar meninggalkan istrinya, Arel mencium sekilas bibir wanita itu yang kini sudah menjadi candu baginya
Tak lama setelah Arel pergi pria itu kembali ke kamar dengan membawa segelas teh hangat untuk istrinya
"Hoekk" Lichyia memuntahkan semua isi perutnya ke samping ranjang karena merasa perutnya seperti di aduk aduk
"Sayang kamu kenapa? Mending kita periksa ke dokter deh" ucap Arel khawatir
"No!! Aku males bolak balik rumah ke rumah sakit besok aja ya" ucap Lichyia sambil memegangi pelipisnya yang terasa berdenyut
"Yaudah tapi bener ya kalau besok kita ke rumah sakit gak ada alesan lagi" ucap Arel
"Iya"
Arel berjalan ke arah sisi lain ranjang dan duduk di samping istrinya. Tangan pria itu membawa kepala Lichyia ke pangkuannya dan memberi sedikit pijatan di bagian pelipis wanitanya
Beberapa menit kemudian Lichyia tertidur dalam pangkuan suaminya. Arel tersenyum melihat wajah istrinya saat tertidur begitu lucu dan cantik baginya
"Kamu sakit apa sih sayang aku takut kamu kenapa napa" ucap Arel sambil mengusap lembut kepala istrinya yang tengah tertidur pulas dalam pangkuannya
Tok... tok.. tok..
__ADS_1
"Masuk" ucap Arel dengan suara tertahan agar tidak membangunkan istrinya
Bi Asih masuk ke dalam kamar majikannya itu dan melihat ada bekas muntahan yang berceceran di karpet yang ada di bawah ranjang
"Tuan makanan buat nyonya sudah siap" lapor Bi Asih karena tadi memang Arel meminta untuk di buatkan makanan khusus untuk istrinya. Ya walaupun dia tau jika tadi Lichyia sudah makan siang namun saat perjalanan pulang Lichyia memuntahkan semua makanan nya di tengah jalan
"Simpan aja dulu Lichyia masih tidur oh ya bik nanti ambil karpet ini dan buang ya nanti saya biar beli baru lagi aja" ucap Arel
"Iya tuan" ucap Bik Asih dan pergi meninggalkan kedua majikannya
"Apa jangan jangan nyonya lagi hamil ya bisa muntah muntah gitu" tebak Bik Asih sambil menuruni tangga
"Dor"
"Astagfirullah Siti kamu apa apan sih" ucap Bik Asih kesal
"Eh bukan gitu kaya nya nyonya lagi hamil deh" ucap Bik Asih
"Beneran? Bagus dong" ucap Bik Siti berbinar
"Eh tapi saya belum tau pasti cuma nebak doang soalnya tadi saya liat ada bekas muntahan di karpet" ucap Bik Asih
"Yaahhh padahal saya harap nyonya hamil tau biar rumah ini makin rame nanti" ucap Bik Siti
"Saya juga harap gitu tapi mulai sekarang kita masak harus yang sehat dan bagus buat ibu hamil siapa tau nyonya memang beneran hamil" ucap Bik Asih
__ADS_1
"Boleh tuh" ucap Bik Siti semangat
...^^^-^^^...
......-......
...-...
"Eughhh" lenguh Lichyia sambil meregangkam ototnya
"Udah bangun?" ucap Arel sambil tersenyum melihat mata Lichyia yang perlahan terbuka
"Udah jam berapa" tanya Lichyia
"Jam empat sore" ucap Arel
"Mas gak balik ke kantor?" tanya Lichyia
"Enggaklah yakali istrinya sakit mas harus sibuk kerja"
"Udah mandi dulu gih biar segeran" ucap Arel dan di angguki oleh Lichyia
"Mandi bareng ya" goda Arel sambil menaik turunkan alisnya
"Terserah tapi jangan aneh aneh" ancam Lichyia
__ADS_1
"Kalau itu gak bisa jamin" Arel mengangkat tubuh istrinya dan masuk ke dalam kamar mandi
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN