
Valen mencium pipi anaknya bertubi tubi untuk yang terakhir kalinya. Kedua kalinya dirinya harus kehilangan anak
Arin menatap ke arah Rasya seolah meminta sebuah persetujuan dan pria itu pun mengangguk seolah mengerti apa yang di katakan oleh Arin
Arin berjalan ke arah Valen dan mengusap pelan bahu pria itu
"Yang sabar ini semua sudah takdir" ucap Arin
Valen mendongak dan menatap mata Arin dirinya tahu ini adalah buah karma yang harus dirinya jalani karena selalu berbuat jahat pada dua wanita yang pernah mendampingi hidupnya
"Arin tolong maafin aku.... aku... aku nyesel karena dulu selalu menyakiti kamu aku harap kamu bisa memaafkan semua kesalahanku" ucap Valen dengan menatap mata Arin penuh permohonan
Arin tersenyum dan mengangguk. Tanpa dendam Arin berucap..
"Aku sudah memaafkanmu aku senang karena kau sudah tobat dan menjalani hidup lebih baik lagi bersama Dea semoga kalian bisa bahagia" ucap Arin
"Makasih"
Dea berdiri dan memeluk tubuh Arin erat bagaimana bisa wanita ini begitu mudahnya memaafkan seseorang
__ADS_1
"Aku minta maaf sama kamu Arin semua ini penyebabnya adalah aku" ucap Dea
Arin menggeleng dan membalas pelukan Dea pada tubuhnya
"Ini semua sudah garis takdir" ucap Arin dengan tersenyum tulus
"Terima kasih" Kini Dea beralih pada Lichyia dan Arel dirinya menekuk lututnya dan berlutut di hadapan pasangan itu
Lichyia heran dengan apa yang di lakukan oleh Dea. Lichyia berusaha membangunkan tubuh Dea yang kini tengah berlutut di hadapan mereka
"Aku minta maaf sama kalian.... Aku pernah berniat jahat kepada kalian dan semua tindakan Kinara adalah karena diriku" ucap Dea dengan isak tangis penuh penyesalan di dalam dirinya
"Tidak... semuanya sudah berlalu sekarang kau cukup menjadi orang baik dan singkirkan niat jahat dari dalam dirimu" ucap Lichyia
Anak tak bersalah itu pergi bersama dengan ibu kandungnya ke alam lain.
Sedangkan di sisi lain para anggota anak buah Arel tengah menghapus semua jejak pembunuhan Kinara agar tidak ada masalah yang menjerat sang nyonya nya
Hal itu sudah biasa bagi mereka dan mereka terlalu ahli hanya untuk masalah kecil seperti ini
__ADS_1
.
"Pagi sayang" sapa Lichyia pada bayi kecilnya itu. Sang baby pun hanya menggeliatkan tubuhnya dan melanjutkan tidurnya
Lichyia dan Arel kini sudah siap dengan pakaian hitam yang melekat di tubuh mereka. Hari ini adalah hari pemakaman anak Dea dan Valen
"Ayo sayang" ucap Arel
"Baiklah" Lichyia menggendong anaknya dan keluar dari kamarnya menuruni anak tangga menuju lantai dasar
Tap... tap... tap...
"Mama" panggil Lichyia
Risa yang semula sibuk membaca majalah yang ada di tangannya langsung berdiri
"Ma aku titip anakku dulu ya aku akan ke pemakaman anaknya Dea dan Valen" ucap Lichyia
Semalam Lichyia menceritakan semuanya yang terjadi pada mamanya dan meminta sang mama untuk datang di pagi ini agar menjaga anaknya karena tidak mungkin baginya membawa sang baby ke makam
__ADS_1
"Kita pamit dulu ma" Arel menggandeng Lichyia dan pergi dari area rumahnya menuju pemakaman umum di kota itu
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN