
Clara berjalan dengan mengedarkan mata ke sekeliling dan mengangkat sedikit dagunya. Dia berjalan masuk dengan angkuh seakan baru saja memenangkan piala emas untuk kedua kalinya.
Sudah kubilang jika aku adalah takdirnya, kau yang menjadi duri dalam hubungan kami, bisik Clara dalam hati.
"Dia sudah pergi. Tante sudah mengusirnya!" ucap Rosma dan merentangkan kedua tangannya dengan tersenyum puas.
Mereka lalu berpelukan dan saat itu Hanung dengan baju terkoyak penuh darah berdiri di pintu utama dan pingsan saat itu juga.
"Bos!" teriak anak buahnya dan membuat Rosma serta Clara menoleh.
Mereka terkejut dan melepaskan pelukannya saat melihat Hanung tergeletak dilantai dengan baju terkoyak dimana-mana.
"Hanung!" Mereka berdua berteriak bersamaan dan berlari untuk menolongnya.
"Pak! Cepat bawa putraku ke rumah sakit!" titah Rosma dengan sangat panik melihat luka diseluruh badan Hanung.
"Hanung... bagaimana bisa terjadi? Kenapa kau bisa penuh luka seperti ini....hiks...." Clara terisak disamping tubuh Hanung.
Clara dan Rosma lalu masuk kedalam mobil dan mereka menuju ke rumah sakit.
Sampai dirumah sakit, Hanung yang dalam keadaan terluka parah segera di bawa oleh dokter ke UGD.
Disana Hanung yang mendapatkan banyak luka langsung di obati dan ada beberapa yang mendapat jahitan.
Rosma dan Clara menunggu diluar karena tidak di ijinkan berada didalam selama dokter menangani pasien.
"Siapa yang sudah melakukan semua ini pada putraku!?" Rosma menatap Clara dan Clara kakinya bergetar.
Andai Tante tahu jika Hanung melakukan semua ini karena aku adalah penyebabnya, maka Tante tidak akan memaafkan diriku. Genta menginginkan aku, karena itu dia menjebak Wilona dan Hanung. Agar menyerahkan diriku padanya, tidak! Tante tidak boleh tahu penyebabnya, batin Clara dalam hati.
"Saya tidak mengenal mereka...." ucapnya dengan bibir bergetar karena berbohong.
"Semua ini gara-gara gadis itu! Dia penyebab dari semua musibah yang terjadi! Jangan beritahu dia jika Hanung ada disini. Dia tidak boleh bertemu dengan putraku lagi. Dan mereka pasti akan segera bercerai! Dia sumber masalahnya! Aku tidak akan memaafkannya jika sampai terjadi apa-apa dengan putraku!"
Rosma menumpahkan segala amarah dan rasa kesalnya pada menantunya yang sudah dia usir. Dan Clara kakinya gemetar ketika mendengar ancaman dari Rosma.
Dalam hati dia terus merasa ketakutan dan berharap sampai kapanpun, calon mertuanya itu tidak tahu penyebab yang sebenarnya.
Dokter keluar dan mengatakanya jika pasien membutuhkan darah O positif.
__ADS_1
"Ambil saja darahku dokter...." ucap Rosma tapi dokter lalu teringat jika beberapa bulan yang lalu Rosma menjalani operasi pengangkatan getah bening di lehernya.
Meskipun itu tidak berbahaya, tapi dia sempat melakukan kemo beberapa kali.
"Kami tidak bisa menggunakan darah ibu. Apakah ada keluarga atau teman yang bisa datang secepatnya. Kami akan melakukan operasi kecil di ususnya. Jadi kami butuh darah secepatnya selama operasi berlangsung,"
"Silahkan ambil darah saya dokter! Golongan darah saya O positif, saya masih muda dan sehat. Saya selalu menjaga makanan saya dan tidak ada keluhan penyakit apapun!" ucap seorang wanita yang berjalan mendekati mereka berdua.
Rosma dan Clara menoleh, dan mereka kenal suara itu. Itu adalah suara Wilona.
Wilona mencari tahu dari anak buah Hanung. Karena itulah dia segera datang ke rumah sakit ini.
"Tidak! Jangan dokter! Dia tidak boleh datang kesini. Dia adalah penyebab putraku menjadi seperti ini, usir dia dari sini!" teriak Rosma dengan emosi meluap.
"Tidak ibu....aku adalah istrinya dan aku bisa mendonorkan darahku untuknya. Sekarang bukan waktunya untuk berdebat. Hanung sedang dalam bahaya, dan dia membutuhkan darah segera. Dia akan di operasi, jadi biarkan saya melakukan yang terbaik demi keselamatannya..."
"Pergi kau dari sini. Kau adalah penyebab semua ini. Dan sekarang kau datang seakan kau adalah pahlawan yang akan menyelamatkan nya...!" Sang mertua berkata dengan manik mata melebar dan dagu terangkat penuh keangkuhan.
"Bu....pasien harus segera dioperasi. Sebaiknya kita segera melakukan tindakan. Masuklah!" ucap sang dokter dan Wilona tidak menggubris mertuanya dan Clara yang terbelalak ketika dia berlalu di hadapannya.
Wilona sedih melihat Hanung penuh luka di seluruh tubuhnya, dan semua ini karena menyelamatkan dirinya. Wilona merasa sangat bersalah padanya.
Sementara Clara dan Rosma terlihat gelisah menunggu di luar ruang operasi.
"Gadis itu selalu saja muncul tiba-tiba!"
"Tante benar, dia juga tiba-tiba datang dan menikah dengan Hanung saat kami tengah merencanakan pernikahan kami. Dia sekarang juga tiba-tiba muncul saat aku dan Hanung akan kembali bersama. Dia adalah masalah utama dari semua yang terjadi ini..."
"Aku akan segera mengusirnya ketika dia keluar nanti...."
Beberapa saat kemudian, Wilona keluar setelah operasi nya berjalan dengan lancar.
Dan didepan pintu sudah di hadang oleh Rosma.
"Kau sudah tidak di butuhkan disini. Maka pergilah!" usirnya dengan ketus.
"Sudah ada kami disini yang akan menjaganya. Kau tidak dibutuhkan lagi seperti yang Tante bilang, maka lebih baik kau pergi dari sini...." timpal Clara.
"Kenapa kalian tidak punya perasaan sedikitpun! Aku adalah istrinya, aku sangat khawatir pada keadaannya..." Wilona memohon agar di ijinkan tetap disini menunggu suaminya sadar.
__ADS_1
"Sekarang kau memang istrinya, tapi kau sudah aku usir dari rumahku. Dan sebentar lagi kau juga akan pergi dari hidup putraku. Jadi kau bukan siapa-siapa lagi!" Hardik sang mertua dengan kejam.
"Aku mohon ibu...ijinkan aku tetap disini. Hanung membutuhkan diriku...." Wilona terus memohon.
"Tidak! Aku yang dia butuhkan. Dia tidak mencintaimu. Dia mencintaiku! Camkan itu...." Clara bicara sambil satu tangannya menyeret Wilona keluar dari rumah sakit dan menghempaskan di pelataran pintu utama.
"Jangan datang lagi! Sebentar lagi kau bukan siapa-siapa dan tidak ada hubungannya dengan keluarga Hanung!" Ketus Clara.
"Tunggu! Setidaknya biarkan aku disana sampai dia sadar," Wilona masih saja memohon.
"Itu tidak perlu! Awas jika aku melihatmu masuk kembali. Aku tidak akan mengampuni mu!" Clara berdecak sinis lalu kembali kedalam.
Rosma sedang melihat dari kaca keadaan putranya. Dokter keluar lalu menyuruh salah satu dari mereka masuk kedalam.
"Siapa keluarganya?" Rosma dan Clara saling berpandangan.
"Saya kekasihnya..."
"Aku ibunya...."
"Hanya keluarga yang bisa masuk dan menunggu didalam. Dan satu orang..." ucap dokter lalu pamit dan menyuruh suster mengurus yang lainnya.
"Clara, pulanglah. Aku akan menjaganya didalam. Jika dia sadar, aku akan menghubungi mu...." kata Rosma pada Clara yang terlihat sedih dan kecewa.
"Tante...tapi saya sangat khawatir padanya..."
"Clara, aturan dirumah sakit hanya keluarganya yang bisa duduk didalam. Jadi kau tidak bisa memaksanya..."
"Baik Tante...kalau begitu aku akan pulang. Jika dia sadar, hubungi aku...aku sangat cemas...."
"Baiklah, kau hati-hati dijalan..."
Rosma lalu masuk ke dalam dan putranya baru saja di operasi. Saat ini masih belum sadar.
Pagi harinya....
Hanung terbangun dan melihat ke samping kanan kirinya, mencari wanita yang dia inginkan, tapi tidak ada disana.....yang ada hanya ibunya masih terlelap karena lelah.
Mulutnya bergumam dan Rosma terbangun.
__ADS_1
Dia menyebut nama seseorang....