
"Mulai sekarang kamu harus bantu beresin pekerjaan rumah jangan cuma ngandelin pelayan paham?" ucap Adelia dengan nada ketus
"Paham ma" ucap Tania
Sabar Tania sabar suatu saat mertua kamu pasti sayang sama kamu batin Tania dan hanya bisa mengucap kata sabar saja sebanyak banyaknya
Adelia duduk di sofa ruang tamu sambil menyilangkan kakinya dan tangannya memegang majalah fashion kesukaannya
"Tania!!" teriak Adelia
Tania yang semula sedang mencuci bekas piring kotor langsung terkejut dan tangannya menyenggol gelas yang ada di sampingnya hingga terjatuh dan pecah
Pyarrrr
Adelia pun terkejut dengan suara gelas yang pecah itu. Wanita angkuh itu meletakkan majalahnya dengan kasar dan berjalan ke arah dapur
"Taniaa!!!!" pekik Adelia membuat gendang telinga Tania hampir saja pecah karena teriakan mertuanya itu
"Iya ma" ucap Tania
"Kamu tuh ya di suruh ngerjain kaya gini aja gak becus bisa nya apa sih kamu ini dasar gadis kampungan" ejek Adelia
__ADS_1
"Dan ya satu lagi jangan pernah panggil saya mama panggil saya nyonya kecuali ada Reno inget itu" ucap Adelia
"Iya ma.. eh iya nyonya" ucap Tania dengan menunduk takut karena saat ini Adelia tengah menatapnya nyalang
"Sekarang beresin itu" ucap Adelia
"I...iya"
"Sekarang!!" sentak Adelia
Tania pergi ke arah belakang untuk mengambil sapu
"Bersihin pecahan kaca ini ma" ucap Tania
Adelia langsung mengambil paks sapu yang ada di tangan Tania . "Jangan pake sapu kamu masih punya tangan kan ambil pake tangan kotor kamu itu" ucap Adelia
Mata Tania sudah berkaca kaca hanya karena gelas pecah dirinya di hina habis habisan oleh ibu mertuanya itu
Tania duduk berjongkok dan tangannya mulai mengambil pecahan kaca yang berserakan itu
"Ah lama" desis Adelia dan langsung menginjak tangan Tania menggunakan high heels nya
__ADS_1
"Asshhhhhh lepasin ma" ringis Tania
"Nyonya!!" tegas Adelia
"Lepasin nyonya saya mohon" pinta Tania memelas
Tangannya benar benar sakit pertama karena terkena high heels ibu mertuanya itu dan kedua tangannya juga terkena pecahan kaca hingga kini mengeluarkan darah segar
Adelia tersenyum miring melihat wajah Tania yang meringis kesakitan karena ulahnya. Wanita itu menunduk mensejajarkan tubuhnya dengan tubuh Tania
Adelia mencengkeram erat kedua pipi Tania dan mengangkatnya hingga membuat Tania mendongak agar menatap kedua netra tajam milik mertuanya itu
"Jangan mimpi menjadi ratu di rumah ini kau akan aku buat sengsara sama seperti kau tinggal di neraka dan jika sampai kau berani mengadu pada Reno akan aku celakai kedua orang tua mu yang tinggal di kampung itu" ancam Adelia dan membuang wajah Tania dengan kasar lalu pergi
"Asshhhhh" Tania meringis dan mengambil pecahan kaca yang menancap cukup dalam di telapak tangannya
Wanita itu mengusap kedua air matanya yang telah berderai membahasi kedua pipi putihnya
Di tunggu kehadirannya semoga suka. Bantu like dan komen yak
__ADS_1