
Kinara mencoba untuk berlari dari cengkeraman ketiga wanita itu. "Kau pikir kau bisa lari dariku hah!!" ucap Lichyia dengan senyum sinis
Kinara mendorong dengan sekuat tenaga tubuh Arlla dan berlari sekencang mungkin menuruni tangga darurat. Lichyia, Arlla dan juga Arin lebih memilih untuk ke lantai dasar menggunakan lift
Karena terlalu takut dan gugup Kinara terpeleset dan terjatuh berguling di anak tangga namun sedetik kemudian Kinara melanjutkan larinya dengan kaki terseret
"Asshhh sakit banget" ringis Kinara
Kinara berlari seperti orang gila dengan terus melihat ke arah depan tanpa tau bahwa di depannya sudah ada Lichyia, Arin dan Arlla yang berdiri tegak dengan bersedekap dada menanti kedatangan nya
Bruk
Tubuh Kinara menabrak tubuh Arin namun langsung di hempaskan oleh Arin begitu saja dan Kinara kembali tersungkur ke lantai
"Kau mau lari kemana hah!!" tanya Arlla pelan namun penuh penekanan
Kinara berusaha berdiri dengan sekuat tenaga dan berjalan mundur perlahan sedangkan Lichyia terus maju mengikuti langkah mundur Kinara yang ketakutan
Tangan Kinara melayang hendak menampar pipi Lichyia namun tangan itu menggantung di udara dengan tangan Lichyia yang menahannya
"Jangan mimpi kau bisa menamparku" ucap Lichyia pelan
Plak
__ADS_1
Kini Lichyia lah yang menampar pipi Kinara dengan begitu keras. Entah sudah berapa banyak tamparan yang dia dapatkan dari ketiga wanita itu hingga kini wajahnya sudah merah dan bengkak
Wajah Kinara penuh dengan lebam dan darah yang selalu menetes keluar dari kening, hidung dan juga sudut bibirnya. Keadaan nya kini sungguh mengenaskan
Kinara mengedarkan pandangan nya dan akhirnya sebuah ide untuk kabur terbesit di otaknya. Kinara berlari keluar dari rumah sakit itu dan menghadang sebuah taksi untuk membawanya pergi
Namun Lichyia, Arin dan Arlla tidak sebodoh itu kejadian seperti ini sudah ada dalam praduga mereka. Di tangan ketiga wanita itu sudah ada kunci mobil masing masing
Brak..
Brum...
Tiga mobil mewah keluar dari area rumah sakit dan mengejar taksi yang membawa Kinara pergi
"Ini sudah cepat mbak" ucap sang supir taksi
Kinara yang kehabisan kesabaran akhirnya mendorong sang supir taksi hingga terjatuh keluar dari mobil dan kini mobil taksi itu ada dalam kendalinya
Kini empat mobil melaju saling kejar mengejar memecah jalanan kota yang rame namun mereka berempat menyetir mobil seperti pembalap dan tetap memastikan keselamatan pengendara lain
Kinara membanting setir dan berbelok ke arah kanan. Lichyia mengambil jalan lain yang bisa menghadang Kinara dari arah depan sedangkan Arlla dan Arin tetap mengikuti Kinara dari arah belakang
Bruuummm...
__ADS_1
Kinara selalu menatap ke arah spion untuk melihat mobil Kinara dan Arlla yang ternyata masih mengikutinya.
"Dimana mobil Lichyia apa wanita itu kecelakaan" gumam Kinara dengan senyum jahat
Brak
Mobil Lichyia menerjang mobil taksi yang di kendarai oleh Kinara hingga mobil itu terpelanting dan berguling hampir terjatuh ke jurang
Masih hampir loh ya
Brak
Mobil Arin pun ikut menabrak mobil taksi Kinara hingga terdorong beberapa meter ke depan
"Mereka sudah gila" gumam Kinara
Bahkan kini tubuh Kinara terbalik dan terjepit namun wanita itu berusaha untuk keluar dan menyelamatkan dirinya
"Sshhh" ringis Kinara karena kini tangannya terasa sangat sakit. Badannya terasa remuk redam dirinya seperti ingin mati namun tak bisa dan hidup pun sakit
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN
Lichyia Arabella Wijaya
__ADS_1