
Untuk merayakan hari ulang tahun Lichyia, keluarga besar itu membelanjakan uang mereka untuk berbelanja di Mall mewah dan juga untuk perawatan diri mereka
Pukul tujuh malam para wanita itu kembali ke kediaman Arel dengan membawa sederet belanjaan mereka yang terhitung cukup banyak dan bisa di bayangkan berapa uang yang mereka habiskan untuk membeli itu semua
"Astagfirullah ini kalian belanja apa habis ngerampok se toko toko nya" ucap Arel geleng kepala
"Udah deh gak usah lebay ini gak seberapa udah yuk pah kita pulang" ajak Arlla dan menggandeng lengan suaminya mengajaknya kembali ke rumah mereka
"Astaga sibuk bucin ini anak satunya lagi gak di ajak mama!! papa!!!" teriak Alina menyusul kedua orang tuanya
"Udah ya kita semua pamit dulu" ucap Tante Ana
Seluruh anggota keluarga besar itu satu persatu kembali ke kediaman masing masing kini tinggal Arel dan Lichyia yang duduk di sofa berdua
"Nah kan sekali kumpul udah langsung keburu pulang" ucap Arel
"Terus kita ngapain?" tanya Lichyia polos
"Maunya ngapain" tanya Arel dengan menaik turunkan alisnya
Lichyia hanya mencibir dan masuk ke dalam kamarnya yang ada di lantai atas
__ADS_1
"Aelah suaminya ngomong main pergi pergi aja" ucap Arel dan menyusul istrinya masuk ke dalam kamar
.
Satu minggu kemudian setelah acara Lichyia selesai Bella, Alina, Tante Lia dan juga Tante Ana kembali ke negara masing masing
...Rumah Valen...
Arin, Valen, Kinara dan juga Dea duduk di meja makan bersama. Mereka sarapan berlima termasuk dengan Diego yang duduk di samping sang mama
Entah kenapa di jam sepagi ini Dea sudah datang ke rumah itu namun tentu saja di sambut hangat oleh Kinara karena wanita itu saat ini tidak memiliki siapa siapa kecuali Dea
"Lusa sidang putusan kau jangan lupa datang" ucap Arin sambil mengolesi selai di atas roti
Arin tersenyum tipis ingin rasanya dia membalas ucapan Kinara jika hari yang dia tunggu adalah hari dimana dia di usir dari rumah ini
Bagus satu persatu akan aku singkirkan dari kehidupan Valen entah sejak kapan aku jatuh cinta padanya dan ini terjadi pertama kalinya padaku batin Dea dengan menatap Valen dengan senyum manis. Valen membalas senyuman dari Dea itu
Kinara yang sibuk memakan sarapannya tidak melihat jika kedua orang yang ada di sampingnya saling melempar senyuman
Arin yang duduknya di depan tiga orang itu dapat melihat dengan jelas ada penghianatan di depan mata namun istri kedua suaminya itu tak menyadarinya
__ADS_1
"Pagi semuanya" sapa Rasya yang baru saja datang
"Pagi Rasy duduk dan ikut sarapan" ucap Valen
Rasya duduk di samping Arin namun tidak ikut sarapan
"Ada apa kenapa tidak makan?" tanya Valen
"Tadi saya sudah sarapan di apartemen" jawab Rasya
"Kenapa kau tinggal di apartemen? Kau tidak punya keluarga?" tanya Kinara
"Mmm... "
"Pastinya tidak kau juga tidak punya rumah sendiri pastinya dasar miskin" ucap Kinara mengejek
Rasya mengepalkan tangannya yang ada di bawah meja menahan kesal karena ucapan pedas dari istri bosnya itu. Bos nya yang telah menghancurkan hidup tante nya adik dari mamanya
Arin menggenggam tangan Rasya yang ada di bawah meja membuat emosi pria itu seketika menghilang
Sorot mata Arin yang menatap teduh pada Rasya seolah mengatakan jika tenanglah semuanya akan baik baik saja
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN