
Setelah mengantar kepergian Arel, Lichyia langsung masuk ke dalam kamarnya
"Dimana ya aku simpen" ucap Lichyia dan mengobrak abrik isi lemarinya hingga membuat sedikit berantakan
"Apa di kamar mandi" Lichyia masuk ke dalam kamar mandi dan membuka sebuah kotak persegi yang tergantung indah di sisi dinding kamar mandi
"Nah ini dia"
Skip beberapa menit kemudian
Lichyia memegang sebuah benda kecil di tangannya dengan wajah cemas
"Woaahhh hah a... aku... aku beneran hamil" ucap Lichyia dengan bahagia bahkan air mata bahagianya menetes dari mata indah nya
"Aku harus kasih tau Arel dia pasti bahagia" ucap Lichyia dan keluar dari kamar mandi
"Kalau sekarang dia lagi meeting entar ganggu yaudahlah nanti aja kalau dia udah balik kesini" gumam Lichyia
Binar bahagia terpancar jelas di raut wajah sang dokter cantik itu
.
.
Perusahaan Rakhsa Group
Dua jam berlalu akhirnya Arel selesai meeting dengan klien nya dan saat ini tinggal dirinya dan juga asistennya Andra
Tok.. tok.. tok..
__ADS_1
"Masuk"
"Areell!!" teriak Bella dengan kencang membuat suara bising di ruang rapat itu
"Astagfirullah gue punya tante kok ya bar bar banget mana jomblo lagi kaya asisten gue jomblo akut kalian berdua" ucap Arel santai tanpa dosa
Dengan kesal Bella mengambil dokumen yang ada di atas meja dan memukulkan pada kepala ponakan jahilnya
"Sekali lagi lo ngatain gue jomblo abis lu" ancam Bella
"Hilih ngancem doang" ucap Arel dengan terkekeh semakin senang menggoda tante cantiknya itu
"Nih gue bawain makanan sebagai ganti nya yang kemarin" ucap Bella dan meletakkan rantang makanan di atas meja
"Oh"
"Oh doang?"
"Eh kunyuk terus yang makan ini siapa? Gue udah masak capek capek buat lo doang etdah" ucap Bella kesal
"Makan aja sendiri kalau gak kasih aja tuh ma Andra" ucap Arel dan pergi meninggalkan Bella dan Andra di ruang rapat itu
Andra yang sedari tadi diam melihat interaksi dua manusia di depannya segera membereskan berkas berkas dan berdiri hendak pergi
"Eitss mau kemana" cegah Bella sambil memegang tangan Andra erat
"Mau pergi" ucap Andra datar dan melepas pegangan tangan Bella lalu pergi begitu saja
"Astagfirullah tuh dua manusia gak ada baiknya sama gue apalagi si Arel sialan tuh kemarin minta gue kesini bawain makanan sekarang malah di tinggal sendiri" gerutu Bella
__ADS_1
.
Andra membuka pintu ruangannya dan duduk di kursi kebesarannya
Brak
Pintu ruangan terbuka membuat Andra terkejut
"Hehehe maaf lupa ketuk pintu" ringis Bella sambil memamerkan deretan gigi putihnya
"Ada apa" tanya Andra datar dan dingin
"Ini makanan gak ada yang makan jadi buat kamu aja" ucap Bella dan meletakkan rantang makanan di atas meja kerja Andra lalu pergi
Andra tersenyum sekilas lalu berubah menjadi datar lagi
"Thanks" gumam Andra di saat Bella sudah benar benar keluar dari ruangannya
Pria itu menutup laptopnya yang menyala dan mengambil rantang makanan dari Bella, wanita yang mampu membuatnya tak bisa tidur semalaman. Senyum manis wanita itu selalu terbayang bayang saat dia memejamkan matanya
"Mm enak juga masakannya" ucap Andra saat memakan satu sendok makanan yang di buat Bella
"Tapi sayang kamu anggota keluarga besar sedangkan aku hanya debu jalanan yang gak berarti apa apa di banding keluarga kamu" ucap Andra
.
"Huh kenapa sih sama jantunh gue astaga" ucap Bella sambil memegangi dadanya yang berdetak kencang saat pertemuannya dengan Andra tadi
Meskipun yang dia dapat adalah ekspresif datar dan dingin namun entah kenapa dia bisa menjadi salah tingkah dan gerogi saat berhadapan dengan pria itu lain saat dia berhadapan dengan laki laki lain dia akan terlihat biasa saja padahal di luaran sana banyak sekali pria yang mengantri untuk sekedar menjadi kekasihnya
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN