Antara Istri Dan Kekasih

Antara Istri Dan Kekasih
Bab 7


__ADS_3

..."Mengiklaskan bukan berarti tak mampu berjuang, karena perjuangan juga butuh tujuan," Clara....


Clara adalah gadis yatim piatu sehingga hal itu dimanfaatkan oleh Bos Genta ketika tahu semua informasi yang didapatkan anak buahnya tentang Clara.


"Dia gadis yatim piatu. Dia tak berdaya dan lemah. Dia tidak akan membuat masalah untuk kita dan tunduk pada perintah kita,"


ujar dua algojo yang tadi pergi menemui Clara di apartemennya. Dia sudah berhasil membuat Clara menandatangani kontrak kerja sama dengan bos mereka, Bos Genta.


"Kabar bagus! Siapkan semuanya dan kita mulai syutingnya besok!" Titahnya.


"Jangan ada kesalahan sedikitpun. Aku ingin filmnya sempurna dan kita untung banyak,"


"Tentu Bos!"


Mereka berdua meninggalkan tempat itu dan pergi menemui para kru yang membuat film yang di sutradarai olah Genta. Dia adalah sutradara sekaligus aktor dalam film tersebut. Dia juga seorang mafia dengan identitas tersembunyi.


Dia punya banyak anak buah, namun jarang orang yang tahu jika semua anak buahnya dikendalikan oleh dirinya. Karena dia tidak terlihat seperti seorang mafia. Dia memakai baju yang rapi dan berdasi, seakan dia adalah CEO yang manis.


Bicara soal CEO. Dia adalah CEO PT Berlian. Dan dia adalah sutradara sekaligus aktor. Dia punya kapal pesiar dan juga jet pribadi. Dia orang yang kuat, dan karena hal itulah, maka dia bisa punya anak buah banyak. Jika sudah masuk kedalam klan nya, maka akan sulit untuk keluar. Suka tidak suka, mereka yang sudah pernah bekerja sama dengannya harus patuh pada perintahnya.


Hari ini, hari pertama Clara akan syuting di lokasi yang sudah ditentukan oleh Genta.


Clara sudah tahu siapa Genta. Kakak tirinya pernah hampir saja menjual dirinya kepada Genta, namun untunglah, akhirnya menemukan gadis lain sebagai ganti dirinya.


Dia berhasil lolos dari Genta. Namun hari ini, dia lagi-lagi masuk kedalam perangkap nya. Dia harus berada dalam bahaya selama ada didekatnya.


🥒🥒🥒


Hanung berada dikantor dan mondar-mandir sejak tadi. Dia benar-benar tidak tahu harus bagaimana?


Wilona sudah resmi menjadi istrinya, tapi Clara kekasihnya tidak mau menerima kenyataan ini.


Hanung bisa saja meninggalkan dirinya dan tidak menemui dia lagi. Tapi Clara adalah gadis yatim piatu yang sangat nekat. Hanung khawatir jika dia mengabaikannya, maka dia akan bunuh diri.


Hanung tidak mau hal buruk itu terjadi padanya. Bagaimanapun, mereka saling mencintai selama sepuluh tahun. Bukanlah waktu yang singkat dalam sebuah hubungan percintaan.


Dia sadar, jika dia sudah tidak adil pada Wilona. Dia merahasiakan beberapa pertemuannya dengan Clara dan juga kenekatan kekasihnya itu.


Seorang pria dengan kacamata hitam datang menghadap dirinya.


"Aku sudah melakukan yang anda perintahkan. Namun Nona Clara hari ini tidak pergi ke syuting ke tempat biasanya, melainkan ke tempat klan Koala Hitam. Tidak mudah masuk kesana, dan penjagaannya sangat ketat,"


"Apa!?"


Hanung menjadi sangat marah. Dia memang sabar, namun jika sudah menyangkut keselamatan orang yang dia cintai, kesabarannya lekas berubah menjadi amarah.


"Dia masuk ke Klan Koala Hitam? Untuk apa dia kesana!?"

__ADS_1


"Saya tidak tahu Bos,"


"Kau boleh pergi dan terus awasi Clara. Pastikan dia baik-baik saja,"


"Siap Bos!"


Hanung termenung dan memikirkan apa yang dilakukan kekasihnya itu di Villa Mafia Koala Hitam.


Hanung tahu persis siapa mereka. Mereka orang yang jahat dan kejam. Dia sendiri tidak mau berurusan dengan mereka, kecuali jika terpaksa.


Hanung keluar dari kantornya dan segera ke apartemen milik Clara. Ketika sampai di parkiran mobil tanpa sengaja Wilona juga ada disana. Dia pergi sendirian karena ketiga anaknya bersama seorang susternya.


Dia terkejut melihat Hanung ada disana dan bergegas naik ke lift.


Wilona akan melihat apartemen milik ya dan akan disewakan pada orang lain. Melihat Hanung naik lift, Wilona mengejarnya dengan menggunakan tangga.


Nafasnya benar-benar habis karena ternyata Hanung menuju lantai 17.


Wilona baru saja sampai dan Hanung batu saja masuk kekamar Clara.


"Kemana mas Hanung tadi pergi? Aku melihat dia menghilang di kamar itu? Untuk apa dia siang-siang ke apartemen? Bukankah harusnya dia berada dikantor?"


Masih dengan nafas ngos-ngosan akibat naik dengan tangga manual, Wilona mendekati pintu itu.


Dan ketika dia akan mengetuk pintunya, ibu mertuanya menelponnya.


"Kau cepatlah pulang. Presdir harus kontrol ke dokter siang ini. Anakmu yang paling kecil rewel sejak tadi,"


"Ehm, iya mam. Aku akan segera pulang," Wilona menjadi kecewa.


Dia baru saja akan menemui Hanung dan bahkan sudah naik ke lantai atas dengan tangga. Tapi sekarang dia harus turun lagi tanpa bertemu dengannya.


"Ya sudah. Biar aku tanyakan jika nanti Hanung sampai dirumah," gumam Wilona lalu turun menggunakan lift. Kakinya benar-benar serasa akan patah saking lelahnya.


Hanung masuk dengan kunci cadangan. Sejak lama dia punya kunci kamar Clara. Dia bisa datang dan masuk kapan saja.


Dan ketika dia masuk kedalam, matanya jatuh pada sebuah berkas di atas meja.


Hanung lalu mendekati dan membukanya.


"Apa ini?"


Didalamnya tertulis sebuah kesepakatan kerja sama antara Clara dan Genta, bos Klan Koala Hitam.


Setelah Hanung membaca kesepakatan itu, dia menjadi sangat marah.


Dia mengambil handphone di saku celananya dan menelpon Clara. Namun tidak di angkat, karena saat ini Clara sedang sibuk syuting dan meninggalkan handphonenya di tas miliknya.

__ADS_1


"Sial! Tidak di angkat! Aku tidak bisa masuk kesana dengan mudah. Dia adalah orang yang sangat kuat!"


Hanung menaruh handphone milik ya dengan kasar di atas meja karena Clara tidak menjawab panggilannya.


Sementara, di Villa Koala Hitam milik Genta, Clara sedang menjalani serangkaian adegan syuting dengan Genta.


"Aku tidak bisa melakukan adegan ini," kata Clara memohon pada Genta agar tidak memaksanya.


"Kau tahu. Aku tidak mendengarkan perintah siapapun. Aku adalah Bosnya. Mereka semua yang harus mendengarkan aku. Termasuk kau!"


Kata Genta dengan nada tinggi dan geram karena Clara menolak adegan ciuman dengannya.


"Kita bisa mengakalinya, dan akan terlihat seperti kebenaran dengan editan," ucap Clara dan kali ini dagunya di pegang kuat oleh tangan Genta.


"Lakukan sekarang! Kau harus menurut apa kataku! Dan tidak perlu aku ingatkan lagi. Nyawamu berada dalam genggaman ku,"


"Tapi...."


"Cepat! Mendekat kemari. Dan lakukan dengan benar. Jika kau melakukan ciumannya dengan benar, maka kita tidak perlu mengulang adegan ini,"


Kata Genta disebuah kamar dimana mereka melakukan syuting sebagai pasangan ideal.


Clara memejamkan matanya dan menarik nafas dalam untuk sesaat.


"Cepat kemari! Aku tidak suka menunggu!"


Genta sudah standby diatas ranjang dan seakan sedang menunggu kekasihnya datang padanya.


Clara dalam balutan gaun putih yang sedikit terbuka di bagian atasnya pun mendekat dengan penuh rasa takut pada Genta.


"Kemari sayang....jangan takut...aku sudah menunggumu sejak tadi..." ucapnya dalam dialog itu.


Clara lalu mendekati Genta dan dengan cepat Genta meraihnya dan mengunci kakinya. Kini Genta sudah mendekatkan wajahnya begitu dekat dengan wajah Clara.


Clara tetap berusaha menarik kepalanya ke belakang, namun sia-sia. Tangan Genta dengan kuat menahannya dan mendorong wajahnya semakin dekat dengan bibirnya.


Genta langsung mencium bibir Clara dengan lambat dan semakin kuat. Bahkan dia meninggalkan bekas kepemilikan di leher Clara dan membuat Clara sangat kesal.


"Hhhh, sudah! Aku mau pulang! Sudah selesai bukan?"


"Ini batu babak pertama sayang. Kita bertemu lagi di episode berikutnya," Genta menyunggingkan senyum dengan aura kejamnya.


Clara segera ke kamar mandi dan mengusap mukanya dan lehernya dengan air kran yang mengalir.


"Aku benar-benar merasa jijik dengan pria itu. Aku tidak bisa melawannya. Dia terus memata-matai ku, bagaimana aku bisa melarikan diri darinya? Anak buahnya ada dimana-mana. Memang aku bisa pergi kemana? Aku tidak bisa jauh dari Hanung. Hanya dia yang aku punya. Dan hanya dia yang membuatku merasa aman,"


Clara bicara sendiri sambil menatap kaca kamar mandi dan mengusap airmatanya.

__ADS_1


__ADS_2