Antara Istri Dan Kekasih

Antara Istri Dan Kekasih
Bab 186


__ADS_3

Dengan sekuat tenaga Kinara keluar dari mobil itu meskipun dengan tangan yang sangat sakit akibat terjepit


"Hahaha aku belum mati Lichyia" ucap Kinara dengan tertawa


Lichyia, Arin dan Arlla turun dari mobil mereka masing masing. Ketiga wanita itu menodongkan senjata api yang ada di tangan mereka ke arah Kinara


Seketika wajah Kinara berubah menjadi pucat pasi hal seperti ini tidak ada di dalam dugaannya


"Tunggu dulu" ucap Lichyia dan berjalan mendekati Kinara


Tangan wanita cantik itu mencekik leher Kinara tanpa memberinya celah untuk bernafas


"Lepaskan.... aku... aku tidak.. huh... bi... bisa... ber... hah... bernafas" pinta Kinara dengan nafas tersengal sengal. Namun Lichyia tidak melepaskan tangannya dari leher Kinara melainkan semakin mengeratkan cekikannya pada leher Kinara


"Asshhh huh... hah... Lichyia... lepas" Nafas Kinara begitu menderu rasanya dirinya ingin mati


Lichyia menghempaskan Kinara hingga wajah Kinara terhempas ke samping. Istri Arel itu berjalan mundur kembali pada posisi awalnya


Dorr...


Dorr...


Dorr...

__ADS_1


Dor...


Empat peluru dari empat senjata keluar dan mengenai kepala Kinara hingga meneteskan darah segar


Dorr...


Lichyia menambahkan satu peluru dan mengenai bagian jantung Kinara. Seketika Kinara mati dalam detik itu juga


Empat peluru? Disini hanya ada Arin, Lichyia dan juga Arlla lalu peluru siapa itu. Seorang wanita berjalan mendekati mereka


"Siapa dirimu" tanya Lichyia penasaran karena wanita itu juga ikut andil dalam pembunuhan Kinara


Tubuh Kinara perlahan luruh ke tanah dan ambruk tak bernyawa. Darah darah mengalir dari setiap bagian anggota tubuhnya dan menetes ke tanah


"Fhya" ucap wanita itu


"Aku punya dendam pada Valen dan dia juga salah satu orang alasan kebahagiaan Valen" ucap Fhya singkat dan pergi begitu saja


"Valen? Ada hubungan apa dengan Valen" gumam Arin lalu bersikap acuh


Mobil yang di kendarai oleh Fhya melaju pergi dengan cepat meninggalkan mereka bertiga


"Lalu kita harus membawa Kinara" tanya Lichyia yang melihat tubuh Kinara tergeletak tak bernyawa

__ADS_1


Akhirnya wanita jahat itu telah mati juga. Mungkin hanya kematian yang bisa menghentikan semua kejahatannya


"Kita buang saja ke jurang" ucap Arin tak peduli


"Jangan setidaknya tempatkan dia di tempat yang layak kuburkan dia di dekat mama dan omanya" ucap Arlla


"Aku setuju dengan mama" ucap Lichyia


"Tunggu tapi jangan kira yang melakukan nya panggil saja anak buahmu agar mereka yang mengurus" ucap Arin memberi usul


"Iya tentu saja" Lichyia menghubungi anak buah suaminya dan memintanya mengurus semua nya tentang Kinara


Lichyia, Arin dan Arlla pergi dan meninggalkan mayat Kinara tergeletak disana. Beberapa saat kemudian anggota Arel datang untuk mengurus pemakaman Kinara


Mereka bertiga kembali ke rumah sakit karena putra Lichyia masih ada disana bersama Arel


"Kau dari mana sayang aku mengkhawatirkan dirimu aku takut Kinara melukai mu apa kau tidak apa apa" tanya Arel beruntun


Lichyia memeluk tubuh suaminya erat menenangkan hati Arel yang cemas dengan keadaannya


"Aku baik baik saja dan sekarang Kinara sudah mati" ucap Lichyia


"Aku tidak peduli dengan Kinara aku hanya mencemaskan dirimu baguslah jika wanita jahat itu telah mati" ucap Arel

__ADS_1


Lichyia mengambil alih putranya yang ada di gendongan Arel. Wanita cantik itu mengecup berulang kali kedua pipi putranya dengan gemas


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN


__ADS_2