
Rosma menyuruh Clara untuk masuk dan melihat keadaan Hanung. Clara lalu masuk dengan membawakan makan untuknya sebelum minum obat.
Clara melangkah dengan hati berbunga-bunga karena impiannya akan terwujud untuk selalu bersama orang yang dia cintai.
"Han....makan dulu ya..."
Clara mengambil meja lipat kecil untuk menaruh makanan diatas pangkuan Hanung.
"Bawa keluar saja. Aku tidak berselera...."
"Han... kau belum makan sejak tadi. Aku suapi ya, sedikit saja..." bujuk Clara.
"Kenapa kau yang disini? Kenapa bukan Wilona? Pergilah! Bagaimana jika dia melihatmu?" Hanung melihat ke pintu seakan menunggu seseorang.
"Dia tidak akan melihat kita, dia sudah pergi..." Clara hanya bicara sepotong saja.
"Pergi? Pergi kemana? Kenapa tidak bicara padaku sebelum pergi?"
Deg. Clara tertegun sesaat.
Nyonya Rosma yang saat itu berdiri di pintu lalu menjawabnya.
"Presdir meninggal karena dirinya. Dan kamu terluka seperti ini juga karena dirinya. Jadi mami menyuruhnya kembali ke rumahnya dan kalian akan bercerai...." ucap Rosma sambil tersenyum pada Clara.
"Mami...apa yang kau katakan? Kau mengusir istri dan anak-anak ku?"
"Sadarlah Han. Mereka bukan anakmu. Dan bukankah kau mencintai Clara. Kalian bisa bebas menikah sekarang. Tidak ada yang perlu di takuti lagi!" imbuh maminya.
"Apa!? Kenapa kau berfikir serendah itu? Aku sudah menikah dengan Wilona dan dengan Clara, kau adalah kekasihku tapi itu dulu, bukankah berulang kali ku jelaskan, aku sudah menikah dan kita sedang belajar menerima kenyataan ini?" Hanung menatap tajam wajah Clara.
"Han! Apakah aku tidak salah dengar. Ini kesempatan untuk kita berdua. Berpisahlah dengan istrimu, kau tidak mencintainya. Kau mencintaiku. Kita akan menikah dan punya anak lalu hidup bahagia...." Pinta Clara menatap wajah kekasihnya itu.
"Mam, kau dan Clara sudah salah paham padaku. Aku memang belum mencintai Wilona. Namun bagiku, pernikahan bukanlah sebuah permainan. Aku akan berusaha mencintai dirinya dan juga anak-anak nya. Dan kau Clara, kau adalah kekasihku, tapi setelah aku menikah, kita hanya akan bersahabat saja. Dan aku bersalah selama ini karena membawamu kerumahku,"
"Apa!? Han...kau tega sekali bicara begitu padaku?"
"Clara, aku mohon. Hubungan kita berakhir ketika aku bersumpah untuk menerima Wilona sebagai istri ku. Dan yang terjadi kemarin adalah karena aku tahu kau butuh waktu untuk menerima kenyataan ini. Tapi bukan berarti kita bisa kembali seperti dulu...."
"Han....aku pikir, kau hanya melakukan pernikahan kontrak dengannya. Aku pikir, kau akan menceraikan dirinya suatu hari nanti dan menikah denganku. Aku pikir, kau masih sama seperti dulu. Ternyata apa yang aku pikirkan salah. Jadi kau.... benar-benar serius dengan pernikahan mu?"
__ADS_1
"Benar Clara. Semua yang terjadi karena aku memberimu waktu untuk menyesuaikan diri. Karena aku tahu kau pasti tidak bisa secepat itu move on dari kenyataan ini..."
"Jadi....dugaanku salah selama ini. Jadi...penantian ku sia-sia...."
Clara berlari keluar dari kamar Hanung dengan muka merah dan menangis. Hatinya hancur dan terasa sangat menyakitkan.
Cintanya karam oleh takdir dan hatinya patah sekali lagi. Beberapa hari lalu hatinya patah karena kekasihnya menikah terpaksa dalam perjodohan. Dan hari ini hatinya hancur kembali karena ternyata apa yang dia jalani selama sepuluh tahun hanya akan tinggal kenangan saja. Hanung sudah memutuskan untuk mengakhiri hubungannya.
Clara terisak di kamarnya dan mengemasi semua barangnya.
"Jadi aku telah salah menduga. Hanung....kau telah menghancurkan hidupku! Kau dan aku telah bersama selama sepuluh tahun, tapi kau mencampakkan aku dan menghancurkan harapanku! Aku benar-benar hancur....aku kecewa padamu! Sangat kecewa!"
Clara masih mengemasi barangnya dan Rosma sangat geram pada apa yang dikatakan Hanung baru saja.
"Hanung! Kamu sadar apa yang kamu katakan? Wilona dia tidak pantas kamu cintai. Gadis itu, lebih baik dari dirinya, dan lebih pantas untuk menjadi istrimu....". Rosma benar-benar kehilangan akal melihat cara putranya berfikir saat ini.
Hanung sangat marah pada ibunya, dia tidak menghiraukannya dan segera memanggil anak buahnya untuk datang padanya.
"Kemarilah! Kemasi semua ini dan antar aku ke rumah istriku!"
Titahnya pada beberapa anak buahnya.
"Hanung! Kau mau kemana?" Rosma menatapnya dengan sedih.
Dan saat dipintu utama, Hanung dan Clara saling bertatapan sesaat.
Hanung lalu memalingkan wajahnya dan segera masuk ke mobil yang sudah dipersiapkan oleh anak buahnya. Dan Clara, dia tersenyum pahit melihat kekasihnya akan pergi ke rumah istrinya.
Rosma berdiri terpaku di belakang mereka tidak bisa menghentikan putranya.
"Han....dengarkan mami...kau benar-benar akan meninggalkan mami? Han..... mami melakukan semua ini demi kebahagiaan mu..."
"Jika begitu, biarkan aku pergi mam, kebahagiaan ku ada bersama istri dan anak-anak ku sekarang..." Hanung lalu menutup pintunya dan mobil itu berlalu.
Clara juga pergi ke mobil dan akan kembali ke apartemennya yang dulu.
"Kau sudah sangat menyakiti ku Han. Dan aku tahu bagaimana membalasnya!"
Clara lalu menelpon seseorang dan bicara dengan mata berkaca-kaca padanya.
__ADS_1
"Aku akan datang sebagai aktrismu! Kau mencariku bukan?"
"Hahahaha...akhirnya kau datang sendiri padaku! Baiklah! Aku tunggu di lokasi syuting....."
Clara lalu menutup teleponnya dan meninggalkan rumah Hanung tanpa menoleh lagi.
Rosma terpaku seperti mayat. Tak bergerak dari tempatnya berdiri.
Akhirnya, dia terduduk disofa dan menangisi kepergian putranya.
"Mami melakukan semua ini untuk kebahagiaan mu. Tapi kau memilih untuk bersama wanita itu! Kita lihat saja! Kau pasti akan kembali setelah kau sadar, jika apa yang mami lakukan ini sudah benar!"
Aaaaahhhh
Praaangggg!
Pyaaaaaarrrr!
Nyonya Rosma mengamuk dan melempar beberapa barang yang ada di dekatnya.
Dia merasa kesepian dan sangat kehilangan putranya. Dia merasa putus asa dan kalah dalam pertarungan melawan takdir ini.
"Putraku....."
"Awas saja kau! Wanita itu pasti sudah meracuni pikirannya! Aku akan datang dan membuat hidupmu menderita! Kau telah membuat aku jauh dari putraku! Wilona...aku tidak akan mengampuni mu!"
Sementara Hanung sudah sampai di halaman rumah Wilona yang juga besar dan megah.
Beberapa anak buahnya lalu membantunya ke pintu utama. Dan Wilona yang melihat dari dalam segera keluar bersama ketiga anaknya.
Mereka berdiri dipintu untuk menyambut suaminya juga ayah anak-anaknya.
Wilona kaget dan tak percaya pada apa yang dia lihat. Dia terus memikirkan keadaan suaminya dan tidak bisa datang ke rumah mertuanya. Tapi kini, suaminya sendiri yang datang padanya....ini tidak pernah dia duga sama sekali!
Hanung mendekati Wilona dan ketiga anaknya dengan kursi roda dan dibantu oleh anak buahnya.
"Han....kau datang...." ucap Wilona dengan dua titik airmata jatuh di pipinya. Menangis terharu.
"Papa......" Kedua anaknya memanggilnya dan memeluknya.
__ADS_1
Mereka tadinya orang asing, namun pernikahan membuat hubungan batin itu terikat perlahan-lahan.
Wilona mengajaknya masuk dan akan merawat suaminya dengan sepenuh hati. Hati kecil mereka mulai menerima satu sama lain.