
Selesai mandi, Arel menggendong tubuh Lichyia untuk turun ke lantai satu namun belum sampai langkah kaki Arel menginjak anak tangga terakhir mereka melihat Dea yang sedang buru buru keluar rumah
"Mau kemana dia" tanya Lichyia
"Gatau kita ikutin aja" ucap Arel dan membawa tubuh istrinya masuk ke dalam mobil mengikuti taksi yang di naiki oleh Dea
Hingga setelah beberapa menit membuntuti taksi Dea mobil itu berhenti di sebuah taman yang tak jauh dari kompleks tempat tinggal Arel dan Lichyia
"Siang nona Kinara" sapa Dea
"Lama sekali aku menunggu mu disini sampai kering" ucap Kinara kesal yang berada di atas kursi roda karena kakinya belum bisa berjalan lancar dan di belakangnya ada Lela
"Maaf tadi saya aja harus cari celah biar bisa keluar rumah" ucap Dea
"Iya ada kabar apa" tanya Kinara
"Semalam saya suruh seseorang buat mengaku kalau dia adalah suruhan tuan Arel untuk menyampaikan pesan pada nona Kinara" ucap Dea
"Terus?" tanya Lela yang juga cukup antusias
"Dan asal kalian tau apa isi pesan itu"
"Apa emang"
"Tawaran untuk menjadi istri kedua" ucap Dea membuat tawa jahat dari bibir Kinara dan Lela meledak
"Bagus lalu reaksi mereka apa" tanya Kinara
__ADS_1
"Hah? Semalam saya langsung keluar untuk temuin orang itu kan nona bisa liat dari kamera yang saya pasang di sapu dan sapu nya juga udah saya taruh di tempat yang aman tapi bisa melihat interaksi mereka" ucap Dea heran
"Kamera itu rusak" ucap Kinara kesal
"Hah? Bagaimana bisa"
"Sebelum rusak aku lihat kalau mereka bertengkar terus Lichyia ambil sapu itu dan di pukulin ke Arel akhirnya rusak deh"
"Ck dasar majikan sialan" umpat Dea
"Padahal saya kesini mau lihat reaksi mereka gimana" ucap Dea
"Reaksi kita baik baik aja" ucap Lichyia yang berada di pelukan suaminya membuat Kinara, Lela dan Dea menatap ke arah mereka dengan tubuh menegang
Bagaimana bisa mereka ada disana apa jangan jangan mereka tadi mengikuti Dea
"Kamu gak perlu tau gimana bisa aku ada disini karena itu gak penting" ucap Arel ketus dan meletakkan tubuh istrinya di bangku taman
"Kalian akur? Kalian baik baik aja?" tanya Dea sedikit gugup
"Iyalah kita gak kenapa napa kok" ucap Lichyia santai
"Kita udah baikan jadi kalian tenang aja" saut Arel
"Kalian bodoh kalian kita adu domba tapi tidak tau" ucap Kinara pelan namun masih bisa di dengar oleh pendengaran Lichyia dan Arel yang tajam
"Kau yang bodoh Kinara!! Kau yang kami permainkan tapi tidak tau" ucap Lichyia membuat Kinara menatapnya penuh tanda tanya
__ADS_1
"Maksud kalian?" tanya Dea
"Kamu pikir dari awal saya tidak tau tentang rencana busuk kalian" ucap Lichyia sinis
"Kalian kerja sama untuk menghancurkan rumah tangga ku dengan Arel kan!! Tapi aku tidak sebodoh itu Kinara" ucap Lichyia
"Tapi kalian bertengkar berarti rencana kita berhasil setidaknya kalian pernah berselisih" ucap Kinara sedikit bangga
"Heh!! Kamu pikir itu asli?" tanya Lichyia membuat Kinara meneguk salivanya kasar
"Ka... ka.. kalian bersandiwara" tanya Kinara
"Ya dan aku gak nyangka kamu wanita yang dulu aku pikir wanita baik baik ternyata punya hati sebusuk itu" ucap Arel
"Gak... gak Arel aku... aku masih Kinara yang dulu" ucap Kinara takut jika Arel akan semakin ilfeel pada dirinya dan itu akan membuat dia jauh dari angan angannya untuk menjadi nyonya Rakhsa
"Berarti dari dulu menang kamu? jahat tapi mataku aja yang gak terbuka liat kejahatan kamu " ucap Arel sinis membuat Kinara terdiam
"Ayo sayang" Arel membawa tubuh istrinya kembali ke dalam mobil meninggalkan tiga manusia yang ada di taman itu
"Ini semua gara gara kamu tau" ucap Kinara sambil menunjuk Dea
"Kok gue ini kan rencana kamu" ucap Dea tak terima dan langsung pergi
"Arkkhhh sial!! Lichyia licik!!" umpat Kinara kesal
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN
__ADS_1