
Pria itu menodongkan senjata api yang ada di tangannya ke arah Lichyia, wanita cantik berprofesi sebagai dokter itu menampakkan wajah cemas sekaligus takut
Jari pria itu berada di dekat pelatuk siap melayangkan peluru yang ada di dalam senjata nya itu
"Ku mohon jangan bunuh aku" ucap Lichyia memelas
Dorr
"Sayang" teriak Arlla dengan senyum sinis di bibirnya
"Kau terlalu cepat bertindak" ucap Arlla dan berjalan mendekati menantu cantik nya itu
Peluru dari senjata Lichyia melayang dan mengenai lengan pria itu. Walaupun tidak mati racun yang di campurkan Lichyia di peluru tersebut membuat tubuh pria itu perlahan melemah
"Asshhh apa yang kau campurkan di peluru itu" tanya pria itu
"Hanya sedikit racun dan sangat berbahaya dalam hitungan jam kamu bisa mati" ucap Lichyia membuat mata pria itu membola
"Apa yang kau lakukan aku tidak benar benar ingin membunuhmu aku hanya di perintah oleh bos ku yang di minta oleh kekasihnya dia hanya seorang selingkuhan tapi banyak permintaan dan aku juga tau jika kamu adalah seorang istri sah jadi aku tidak benar berniat membunuh dirimu dan aku paling membenci dengan namanya orang ketiga" jelas pria itu membuat Lichyia dan Arlla saling tatap
Arlla memicingkan matanya karena seperti pernah melihat orang itu namun dia lupa siapa dia
__ADS_1
"Apa perkataan mu bisa ku percaya" tanya Lichyia
"Kau bisa memegang kata kata ku seorang pria sejati adalah memegang teguh ucapannya apalagi janjinya" ucap pria itu
"Lalu kenapa tadi kau menodongkan senjata ke arahku" tanya Lichyia mengintimidasi
"Aku menjalankan perintah ini atas perintah bos ku dan dia tidak mudah percaya tanpa bukti jadi tadi aku sengaja merekam interaksi kita sebagai bukti" ucap pria itu
"Maafkan aku" ucap Lichyia
"Kau punya penawarnya" tanya pria itu memohon
"Penawar itu ada padaku" ucap Lichyia
"Ma aku tidak sebodoh itu" ucap Lichyia
"Ku mohon jangan buat aku mati sekarang ada misi ku yang belum selesai" ucap pria itu memohon
"Kau harus ikut denganku dulu" ucap Lichyia
"Aku janji aku Rasya Atmaja berjanji padamu akan aku lakukan apapun yang kamu mau dan aku akan lindungi kamu sebisa ku" ucap Rasya bersumpah
__ADS_1
"Tapi aku mohon berikan penawar itu padaku terlebih dahulu" ucap Rasya yang merasakan tubuhnya semakin lemas
"Rasya aku berjanji akan memberikan penawar itu tapi ikut denganku dulu" ucap Lichyia.
Arlla dan Lichyia membantu Rasya berdiri dan membawa nya masuk ke dalam mobil mereka
"Kita seperti nya akan pindah haluan ma" ucap Lichyia
"Kita kesana saja urusan ke mall bisa lain waktu" ucap Arlla
Lichyia menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju rumah sakit keluarga nya
Dalam waktu sepuluh menit mereka sampai di rumah sakit keluarga Wijaya. Lichyia membuka pintu penumpang dan melihat Rasya yang hampir tak sadarkan diri
"Kau minum dulu" Lichyia memberikan sebotol air mineral dan langsung di teguk setengah dengan cepat oleh pria itu
Arlla dan Lichyia memapah tubuh Rasya masuk ke dalam ruangan Kinara yang ada di lantai dua
"Pagi Kinara" sapa Lichyia dengan senyum licik membuat Kinara yang tadinya sibuk berbicara dengan mamanya yang baru datang menoleh ke arah dokter cantik itu
Wajah Kinara berubah menjadi pucat pasi melihat siapa yang di bawa oleh istri orang yang dia cintai itu
__ADS_1
"L.. li... Lichyia" gumam Kinara dengan susah payah meneguk ludahnya kasar
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN