Anyelir

Anyelir
Gardenia


__ADS_3

Fyi "Gardenia memiliki arti kamu cantik, cinta rahasia, beradab, kebahagiaan"


***


Hazel menggandeng  tangan kakaknya tersebut, bergelayut manja di tangan kekar milik laki-laki yang sudah selalu menjaganya tersebut. Sepasang adik kakak tersebut kita tengah berjalan-jalan di mall. Seperti permintaan Hazel kini mereka kembali ke mall untuk membeli skincare Hazel yang habis. Tara memang paling bisa untuk menjaga Hazel dan menjadikan adiknya tersebut wanita paling beruntung karena memiliki kakak seperti Tara.


Mereka kini bahkan sudah seperti sepasang kekasih. Wajah Hazel yang cantik dan kakaknya tersebut yang begitu tampan menyita perhatian publik. Para pengunjung mall bahkan dibuat takjub dengan kakak beradik tersebut.


“Emang Hazel secantik itu ya Bang, sampai banyak yang liatin begitu?” tanya Hazel dengan rasa percaya dirinya yang tinggi. Tara yang mendengar ucapan gadis tersebut menaikkan sebelah alisnya lalu tertawa geli mendengar ucapan penuh percaya diri dari adiknya tersebut.


“Abang kamu sama rasa percaya diri kamu,” ucap Tara dengan tawa geli nya yang membuat Hazel berdecak mendengar jawaban dari kakaknya tersebut.


“Abang ngeselin, padahal Hazel emang cantik tau. Terus baby face juga,” aku Hazel yang semakin membuat Tara tertawa geli mendengarnya. Padahal Hazel mengatakan hal tersebut sesuai dengan apa yang pernah kakak kelasnya dulu katakan saat ia SMA.


“Iya iya abang pergi,” ucap Tara akhirnya memilih mengalah karena tak ingin Hazel semakin kesal. Dan memang ucapan adiknya tersebut, tidak salah memang karena Hazel memang memiliki wajah yang baby face.


“Jadi sekarang kita mau belanja dulu?” tanya Tara yang di jawab dengan anggukan oleh Hazel.


“Tadi udah puas mainnya, jadi langsung belanja aja terus kita makan abis itu pulang,” ucap Hazel yang Tara baas dengan anggukan.


Setelahnya mereka segera berjalan menuju supermarket yang berada di mall tersebut untuk membeli belanjaan bulanan lebih dulu, baru setelahnya mereka akan ke gerai beauty untuk membeli skincare milik Hazel. Di perjalanan mereka tak ada hentinya saling bercanda bersama.


“Beli aja yang sekira nya mau habis atau sekedar buat stok,” ucap Tara saat mereka kini sudah berada di supermarket mall tersebut. Tara terlihat semakin tampan saat ia mendorong troli dengan wajah datarnya sedangkan tangan yang satu lagi menggenggam Hazel.


“Beli cemilan dulu deh kak buat tarok di kulkas kamar,” ucap Hazel sambil menggiring kakaknya tersebut menuju rak yang berisi makanan ringan.


Namun saat tengah menjelaskan rak tersebut matanya tertuju pada pasangan yang sepertinya tengah begitu seru dengan cewek nya yang naik ke atas troli. Melihat hal tersebut Hazel jadi ingin mencobanya. Kakak nya kini begitu fokus dengan belanjaannya memilih yang boleh dan tidak boleh dimakan oleh adiknya tersebut mengingat tenggorokan Hazel yang memang begitu sensitif terhadap penyedap atau pemanis.

__ADS_1


“Abang, Hazel pengen nail di sini deh. Tuh kayak mereka,” ucap Hazel sambil menarik-narik baju kakaknya tersebut lalu menunjuk sepasang kekasih yang tadi ia lihat.


Tara menaikkan sebelah alisnya sebelum menjawabnya dengan anggukan. Mendengar jawaban Tara, Hazel bersorak senang. Setelahnya Hazel segera naik ke atas troli tersebut dengan bantuan Tara.


“Ayo bang jalan, go,” teriak Hazel dengan begitu semangatnya yang membuat kakaknya tersebut tertawa geli melihat tingkah adiknya tersebut yang begitu menggemaskan. Hazel saat bersama dengan Tara memang begitu berbeda, gadis tersebut akan berubah menjadi begitu manja dan kekanakan.


Tawa Hazel tak ada hentinya saat Tara mendorong troli tersebut berjalan menyusuri rak makanan dan juga minuman.


“Abang, Hazel mau minuman yang itu,” tunjuk Hazel pada salah satu minuman botol. Tara segera mengambilnya namun sebelum itu ia lebih dulu mengecek nya memastikan jika minuman tersebut aman untuk adiknya. Namun tak lama minuman tersebut kembali di letakkan yang membuat mengerutkan keningnya sambil menatap terkejut melihat kakaknya.


“Kenapa di tarok lagi?’ tanya Hazel dengan tatapan kecewanya.


“Terlalu banyak pemanisnya. Yang ini aja, sama kok kayak yang tadi,” ucap Tara yang kini mengambil merk lain namun dengan produk yang sama. Hazel mendengus. Kakaknya tersebut memang tidak pernah berubah.


Setelah puas berbelanja di supermarket tersebut mereka memutuskan untuk segera ke kasir dan membayar belanjaan mereka. Hazel sudah turun dari troli nya dan kini berjalan dengan bergandengan tangan dengan Tara.


“Emang kapan abang biarin adik abang bayar sendiri kalau lagi sama abang?” tanya Tara dengan sisa tawa nya yang  membuat Hazel menyengir mendengar pertanyaan kakaknya tersebut.


Setelah selesai membayar belanjaan mereka, akhirnya mereka segera berjalan ke gerai beuty merk skincare Hazel untuk membeli skincare nya. Saat sampai di sana karena sudah mengetahui apa saja yang akan ia beli akhirnya mereka selesai dengan cepat.


“Liburan nanti kalau gak ada kegiatan kampus, Hazel pengen ke Malay,” ucap Hazel sambil menoleh ke arah kakaknya tersebut. Kedua tangan Tara kini sudah penuh dengan belanjaan Hazel. Hazel merangkul tangan Tara.


“Nanti kita pergi bareng,” ucap Tara yang Hazel balas dengan anggukan semangat sambil tersenyum ke arah kakaknya tersebut.


Selanjutnya mereka terus bercerita banyak hal. Sampai suara di depan mereka mengalihkan perhatian mereka.


“Jadi karena Akasa sudah punya pacar, sekarang ganti yang lain? Wah Hazel, kamu banyak banget cowok nya? Padahal baru beberapa hari lalu Akasa ketahuan punya pacar,” ucap suara tersebut dengan tawanya. Tara yang mendengar adik nya di hina sudah akan maju namun tangan Hazel menahan tangan kakaknya tersebut. Hazel tak ingin membuat keributan, ia tahu kakaknya tersebut tak pernah pandang bulu dalam memberikan pelajaran pada siapapun yang mengganggu Hazel atau mengganggunya.

__ADS_1


“Kebiasaan deh Lo, demen banget sih buat fitnah dan asal nuduh orang. Semua cowok yang lagi sama gue, lo bilang pacar gue. Haduh Selin. Kayaknya itu elo deh yang kayak gitu, buktinya lo selalu mikir yang deket dan jalan bareng itu pacaran,” ucap Hazel dengan tawa sinisnya pada wanita yang tak lain adalah Selin.


“Ini abang gue kali. Mau gue anterin ke rumah sakit sekalian buat tes DNA? Kali aja lo gak percaya kan kalau gue bilang dia abang kandung gue. Lo gak punya abang? Atau lo gak deket sama Abang lo? Kasian ya,” ucap Hazel dengan mengerucutkan bibirnya. Tara hanya tersenyum sinis melihat bagaimana adiknya tersebut yang kini sudah berubah menjadi garang.


“Lo kira dia pacar gue? Atau sugar daddy gue? Sorry ya gue harus buat lo kecewa karena yang sebenernya dia cuma abang gue,” ucap Hazel sinis lalu segera berjalan menjauh dari Selin, namun sebelumnya ia mengibaskan rambutnya pada Selin, berjalan dengan sinisnya bersama dengan Tara di sampingnya.


“Jangan cari masalah sama adek gue, atau lo akan tau akibatnya,” sinis Tara sebelum benar-benar jauh dari sana.


Berhadapan dengan Tara sepertinya hanya akan mencari mati.


***


Hi guys aku balik lagi nih dengan cerita baru aku.


Jangan lupa juga buat vote, koment, dan like ya. Dukungan kalian semangat ku.


Jangan lupa juga buat Follow akun sosial media aku ya guys. Ig: Hilmiatulhasanah dan Wphilmiath


See you next chapter guys.


Thank for Reading.


Dan ya buat kalian jangan lupa buat baca cerita ku yang lain ya. Yang pasti gak akan kalah seru dari kisah ini. Jadi langsung cek profil aku aja ya guys.


Bentar jangan pergi dulu, aku juga bawa cerita dari temen aku nih. Cerita yang bakalan buat kalian betah bacanya. So langsung di cek aja ya, sekalian nunggu Hazel dan kawan-kawan update mending mampir ke cerita aku yang baru. Masih anget nih.


__ADS_1


__ADS_2