
Fyi "Water Lily bunga ini memiliki arti kesucian hati"
***
“Gimana acara nikahannya?” tanya Akasa Saat ia kini dengan melakukan panggilan video bersama dengan Hazel. Helaan nafas terdengar saat pertanyaan tersebut keluar dari mulut laki-laki tersebut.
"Nggak ada yang Wah sih, biasa aja," ucap Hazel yang malah membuat angkasa mengerutkan keningnya bingung.
"Nggak mungkin dong kalau nggak ada yang seru," ucapkan sayang begitu tepat sasaran seolah tahu apa yang pernah dialami oleh gadis tersebut. Bahkan tanpa melihat pun rasanya Akasa sudah tahu jika ada sesuatu yang terjadi pada Hazzel saat di acara pernikahan tersebut.
"Jadi apa yang sebenarnya terjadi?” Tanya Akasa saat melihat Hazel yang hanya diam saja tanpa menjawab pertanyaannya tersebut.
"Argo ngasih aku surat, "jelas Hazel pada Akasa yang kali ini terdiam mendengar ucapan gadis tersebut. Melihat akan sayang hanya diam saja Hazel malah juga ikut terdiam tanpa mau membuka suaranya dan menceritakannya lebih lanjut Ia hanya takut jika hal tersebut hanya akan menyakiti Akasa walau semua itu tidak terbukti benar namun tetap saja ia harus menghargai perasaan laki-laki tersebut.
"Jadi kapan kamu bakalan pulang ke Surabaya?" tanya Akasa yang lebih memilih untuk mengalihkan pembicaraan. Hazel yang mendengar Akasa memilih mengalihkan pembicaraan hanya berpikir jika laki-laki tersebut tidak ingin untuk menyukai perasaannya sendiri dengan mengetahui Apa isi dari surat tersebut jadi Hazel memilih untuk meng harganya.
"Mungkin satu minggu lagi, Aku masih pengen buat liburan dan jalan-jalan sama teman-teman aku disini, jadi aku baru bisa pulang satu minggu lagi," jawab Hazel yang dibalas dengan anggukan oleh Akasa. Setelahnya mereka memilih untuk melanjutkan pembicaraan tersebut menceritakan hal-hal menyenangkan yang mereka alami belakangan ini ataupun menceritakan banyak hal random yang mampu membuat senyuman hasil kembali. Akasa memang selalu berhasil untuk membuat senyuman gadis tersebut kembali lagi dengan caranya. Sikapnya yang humoris memang begitu menenangkan dan membuat nyaman itulah yang hasil rasakan pada laki-laki tersebut. Kini hasil hanya berharap jika hubungannya dengan Akasa akan berjalan dengan baik dan terus bersama.
***
Hazel kini tengah berada di salah satu mall yang ada di Jakarta, seharian ini ia begitu bos karena tak ada yang bisa ia lakukan di rumah nya.
Bunda nya benar-benar sudah berubah dan itu semua membuat Hazel tak lagi memiliki banyak pekerjaan di rumah nya.
Jadilah kini ia memutuskan untuk bermain di mall. Awalnya ia sudah mengajak fara namun karena gadis tersebut tengah ada urusan jadi ia mengajak deniz untuk ikut bersamanya. Namun justru sampai sekarang laki-laki tersebut tak kunjung datang.
"Emang dasar ya tuh orang lama banget dah dateng nya," kesal Hazel karena sudah terlalu lama menunggu Deniz, bahkan kini ia juga sudah membeli novel juga pakaian namun Deniz tak juga kunjung datang.
"Hazel ya?" Suara panggilan tersebut membuat Hazel yang awalnya tengah duduk di depan toko pakaian sambil beristirahat sontak menoleh dan mendapati seorang wanita cantik yang di balas hijab kini tengah berdiri di depannya.
__ADS_1
"Siapa?" Tanya Hazel dengan menaikkan sebelah alisnya. Ingatan nya memang begitu buruk hingga tak mengenali perempuan di depannya tersebut.
"Istri Argo," ucap wanita tersebut yang sontak membuat Hazel menegang. Lihatlah ia baru beberapa hari lalu melihat wanita tersebut namun kini ia malah sudah melupakanmu begitu saja.
"Kenapa ya?" Tanya Hazel dengan datarnya. Bukannya karena marah atau tak suka. Namun memang silap Hazel pada orang baru memang seperti itu.
"Bisa bicara sebentar?" Tanya wanita tersebut yang malah membuat Hazel menaikkan sebelah alisnya sebelum menganggukkan kepalanya menyetujui permintaan wanita tersebut.
Istri Argi duduk di sebelah Hazel. Kini mereka terlihat begitu lucu seorang mantan terindah dan seorang istri kini tengah duduk saling bersisian. Harusnya Argo berada di sana dan menjadi penengah.
"Apa yang mau lo bicarain?" Tanya Hazel dengan serius dan langsung. Ia tak suka basa basi. Apa lagi pada wanita yang sudah mengambil miliknya. Rasa marah itu masih ada namun Hazel tak mau egois dan bersikap jahat.
Jika saja mau mungkin kini ia sudah menyeret wanita tersebut untuk ia cabik cabik.
"Aku mau bilang agar kamu menjauh dari Argo, berhenti untuk menjadi bayang-bayang bagi Argo," ucap wanita tersebut yang sontak membuat Hazel menaikkan sebelah alis nya mendengar ucapan wanita tersebut.
Bukannya menjawab, wanita tersebut hanya diam saja. Bukannya tak bisa menjawab namun Hazel tahu, saat ia sudah membuka suara di saat marah seperti ini yang keluar hanyalah kata-kata hewan yang ia simpan untuk bertarung suatu saat nanti.
Namun sekarang ia tak bisa merendahkan harga diri nya hanya untuk mencari kebenaran pada wanita di depannya itu.
"Aku minta tolong sama kamu untuk tidak merebut kebahagian wanita lain, kamu juga wanita bukan?" Ucap Wanita tersebut lagi. Ingin sekali rasanya Hazel kini tertawa dan membeli kaca yang besar untuk wanita tersebut agar ia bisa berkaca dan melihat siapakah yang sebenarnya wanita perebut kebahagiaan orang lain.
"Hazel, gue cariin juga dari tadi," ucap seorang laki-laki yang baru saja datang dengan terburu-buru. Dia adalah Deniz bahkan kini laki-laki tersebut tak menyadari keberadaan Istri Argo di sana karena ia langsung tertuju pada Hazel.
"Gue yg lama nungguin lo, dan kebetulan ketemu dia. Jadi ngobrol dulu," ucap Hazel sambil menunjuk ke arah istri Argo yang masih terdiam memperhatikan interaksi Hazel juga Deniz.
"Istri Argo?" Tanya Deniz yang dijawab dengan anggukan oleh kedua perempuan tersebut.
"Iya, tapi gue gan tau namanya siapa. Soalnya baru dateng udah ngasih ultimatum," ucap Hazel dengan senyuman sinisnya yang berhasil membuat istri Argo tersebut memelototi mendengarnya. Di bahkan lupa memperkenalkan dirinya karena terlalu ingin berbicara serius pada Hazel.
__ADS_1
Dan di luar dugaan nya, ia pikir Hazel hanya diam karena memang pendiam dan menerima apa yang dia ucapkan namun sepertinya ia salah menilai Hazel.
"Oh ya tentang ucapan lo barusan, harusnya lo ngomong itu ke laki lo. Suruh laki lo buat berhenti mikirin gue," ucap Hazel dengan sinis nya. Tatapannya terlihat begitu merendahkan dengan seringai di wajah cantiknya.
"Dan tentang ucapan lo yang terakhir, kayak lo butuh kaca biar lo tau siapa yang sebenarnya pelakor dan siapa yang sebenarnya perbuat kebahagian orang," ucap Hazel sambil berkacak pinggang. Kini bahkan gadis tersebut tak lagi peduli jika mereka sudah menjadi pusat perhatian.
"Gws deh ya, dan ya lo tenang aja. Gue juga gak akan deketin laki lo lagi. Gue gak akan mengambil dia dari lo, karena gue bukan elo," ucap Hazel begitu menusuk yang hanya membuat wanita tersebut terdiam mendengarnya.
"Ayo pergi Den," ucap Hazel yang segera pergi dan di ikuti oleh Deniz di belakangnya. Deniz kini kembali dibuat kagum dengan sikap sahabatnya tersebut.
“Harusnya lo bawa kaca mata hitam biar pas pergi keliatan estetik,” ucap Deniz dengan tawanya.
***
Hi guys aku balik lagi nih dengan cerita baru aku.
Jangan lupa juga buat vote, koment, dan like ya. Dukungan kalian semangat ku.
Jangan lupa juga buat Follow akun sosial media aku ya guys. Ig: Hilmiatulhasanah dan Wphilmiath
See you next chapter guys.
Thank for Reading.
Dan ya buat kalian jangan lupa buat baca cerita ku yang lain ya. Yang pasti gak akan kalah seru dari kisah ini. Jadi langsung cek profil aku aja ya guys.
Bentar jangan pergi dulu, aku juga bawa cerita dari temen aku nih. Cerita yang bakalan buat kalian betah bacanya. So langsung di cek aja ya, sekalian nunggu Hazel dan kawan-kawan update mending mampir ke cerita aku yang baru. Masih anget nih.
__ADS_1