
Pulang dari cafe Zein sengaja datang ke perusahaan Rico, tapi ternyata Rico tidak ada.
Akhirnya Zein menghubungi Rico lewat Ponsel.
" Broo loo menetap di Jogja ?"
Rico yang sedang memeriksa berkas-berkas yang dikirimkan Pak Hasan lewat email, berhenti sejenak.
" Ya Brooo, gimana ? ada yang penting?"
" Nggak penting lagi Broo, very important , tapi kayaknya nggak etis kalau aku musti ngobrol lewat HP, kita bisa ketemuan kapan ? dimana?".
" Sorry Zein, ini tentang apa ?"
" Istri kedua lo Broo, Briana".
" Ooooo, nggak usah deh Brooo, gue males".
" Justru aku tahu lo males, makanya berita ini musti ke lo langsung".
" Ok, nanti aku kabari misalkan ada jadwal kosong".
" Jangan terlalu lama Brooo, ini important ".
" Ok siap ".
Rico kembali berkutat pada pekerjaanya.
Saat asik.memeriksa email, Rico merasa tertarik dengan tayangan iklan, import peralatan rumah tangga dari Turky, yang menampilkan brand ternama dari negara tersebut.
Disana tertera perusahaan yang mengelola ada di Tangerang.
Rico menulis nomor telepon yang tertera disana.
Otak pengusahanya langsung bisa membaca bahwa ini merupakan prospek yang bagus.
Ia simpan dulu, suatu saat ia akan menghubungi nomor tersebut.
Di tempat lain di Jakarta, makan malam ini, seperri biasa tanpa kehadiran Rico.
Briana bersikap manis pada kedua mertuanya, ia ambilkan keperluan mertuanya.
Tak ada yang membahas kepergian Rico.
Briana juga tidak tertawa, yang ia tahu, Rico masih ada di kantor.
Mereka ngobrol di ruang keluarga sebentar, sampai papa masuk ke kamar lebih dulu, diikuti oleh mama.
Briana menyusul masuk ke kamar Anya, ia berusaha membuka lemari pakaian Anya tapi gagal. Semuanya tak bisa dibuka.
Dengan kesal Briana membanting kaki kanannya.
" Apa-apan si Mas Rico, kemarin aja masih bisa dibuka".
Ia segera lari ke bawah menuju kamarnya, untuk mengganti bajunya dengan lengerie yang tafi ia beli, jauh lebih sexy dari milik Anya.
Ia yakin Rico akan terpesona melihat penampilannya dengan lengerie seperti ini.
Ia segera naik ke kamar Anya lagi, sebelum Rico datang.
__ADS_1
Nanti saat Mas Rico datang, tak perduli, aku akan mengunci pintu kamar, kali ini dia tak mungkin bisa menolak.
Malam semakin larut, ternyata yang ditunggu Briana tak datang juga, sampai tak terasa ia tertidur di kamar tersebut.
Keesokan paginya, saat Mbak Romlah hendak membersihkan kamar, ia terkejut ada seseorang yang tidur di kamar Mbak Anya.
Mbak Romlah mengendap-endap melihat siapa yang tidur di kamar itu.
Mbak Romlah membuka selimut yang menutupi wanita itu dengan gagang sapu.
Alangkah terkejutnya Mbak Romlah, wanita itu tiba-tiba duduk dengan mengeluarkan suara menguap yang keras.
" Mbak Briana ??!!" Teriak mbak Romlah kaget.
Briana segera membuka matanya.
Dan dengan mata masih mengantuk Briana, bertanya pada mbak Romlah.
" Mbak , kamu kok masuk kamar ?"
" Saya mau bwrsihkan kamar Mbak Anya mba".
Dengan menekan kata Mbak Anya supaya Briana sadar sia tidur di kamar Anya.
Briana menengok kanan dan kiri.
" Loh, emang Mas Rico nggak pulang".
" Kelihatannya nggak mbak". Mbak Romlah nggak mau cerita dia males.
" Sialan nih orang, ditungguin semalaman malah nggak pulang huuh" sungutnya kesal.
Sementara Mbak Romlah melihat menatu boss nya ini sambil tertawa geli.
Mbak Romlah langsung diam dengan wajah yang kheki.
" Udah bersihin nanti aja, aku masih ngantuk, sana- sana keluar !"
Mbak Romlah keluar dengan wajah bersungut-sungut.
Apa-apaan si Mas Rico, bisa-bisanya dia nggak pulang. Jangan-jangan dia sudah nemu si ganjen Anya lagi. Trus mereka janjian di hotel mana gitu. Awas aja kalai dia macam-macam.
Briana turun ke bawah, saat mama mertuanya memanggil, ia tak mempedulikanya. Lebih tepatnya ia sedang sibuk dengan fikiranya sendiri. Sehingga tak mendengar panggilan mama mertuanya.
Hampir satu minggu kepergian Rico, awalnya Briana mengira Rico berangkat pagi pulang larut, tapi dia mulai curiga, sebab dia tak pernah melihat jejak Rico.
" Mama Mas Rico kemana si ? apa iya pagi-pagi banget sudah berangkat ?"
Mama dan papa saling berpandangan.
Akhirnya papa yang memutuskan untuk bicara.
" Rico sedang ada kerjaan di luar kota beberapa hari".
" Loh, kok nggak pamit ke Briana, terus mama dan papa kok diam aja ?"
Mama segera menyahut,
" Bagaimana mau pamit Ana, kamu bangun tidur jam sembilan, Rico berangkat jam tujuh, ya nggak ketemulah".
__ADS_1
" Ya kan seenggaknya Mas Rico pamit malam sebelumnya ma".
"Rico kan pulangnya larut, udah deh, kamu bisa telpon kan ?" Tanya mama.
" Ya nanti aku hubungi mama sayang, jangan ngambek dooong".
Mama memukul sayang Briana, yang pada dasarnya memang pandai mencari muka.
Briana menuju ke belakang, ia sedang menghubungi Rico.
Beberapa kali telpon dan terhubung tapi tak pernah diangkat oleh Rico.
Akhirnya Briana kirim pesan.
Sayaaaang apaan si, pergi kok nggak pamit, aku kangen tahu, kamu dimana ? sudah hampir satu minggu, masa ya nggak ngubungi istri, tega ih...
Ia tunggu balasan. Kok dibalas dibaca aja nggak.
Huuh
Briana bersungut -sungut lagi.
Apa aku mulai jatuh cinta ya sama Mas Rico, kok aku maunya deket-deket sama dia, pingin dimanja, pingin dibelai. Kenapa si ? apa karena Mas Rico cuek ya ? jadi aku merasa tertantang.
Briana senyum-senyum sendiri.
Ia masuk lagi ke dalam rumah, Briana bermaksud merayu mama mertuanya, supaya memberi alamat Rico.
" Maaaa, mama..."
" Ada apa Na, sini mama disini"
" Mama minta alamatnya Mas Rico doooong".
" Alamatnya ya dibrumah ini".
" Maksudnya sekarang dia ada kerjaan dimana, aku mau susulin".
" Mana mama tahu Ana, mama nggak mungkin ganggu kerjaan Rico".
" Papa tahu nggak pa, plis dong pa, papa baik deh".
" Papa mana tahu Na, tanya Rico aja".
" hmmm papa masa ngga tahu".
"Huh Mas Rico mau terima telepon Ana aja nggak"
Briana langsung ngeloyor menuju ke kamarnya.
Diikuti oleh pandangan kedua mertuanya sambil geleng-geleng kepala.
Dan Briana berjanji akan terus mengejar Rico, dimanapun Rico berada, sampai Rico benar-benar jatuh cinta padanya.
🤓🤓🤓🤓🤓🤓🤓
Readersku tercinta, aduh maaf ya, untuk dua sampai tiga hari ke depan Anyelir libur dulu.
Ada kerjaan dunia nyata yang harus author kerjakan.
Dua tiga hari ke dapan,Anyelir hadir lagi dengan crazy up.
__ADS_1
Jangan bosan nungguin kepulangan Anyelir ye kaaa
saranghaeyo 😘😘😘