
Habis baca bantu like ya kak, syukur-syukur mau koment n vote makasih banget.... (tapi ini sifatnya sukarela nggak maksa yaa)
Tak menunggu lama, adegan antara Rico dan Anya tersebar di jagad medsos. Komentnya macam-macam, ada yang pro tapi ada pula yang kontra.
Rachel mendapat kiriman video Rico dan Anya dari salah satu teman akrabnya.
"apaan nih, lo ngirim video apa ke gue, bokep ??? hahahaha" sambil tertawa ngakak
" Jangan ketawa, buka dulu apa yang barusan aku kirim, kalau dah buka jangan menangis juga".
Rachel membuka video yang dikirimkan oleh temanya tersebut.
Matanya nanar, menahan amarah yang tiba-tiba muncul dari kepala, Ia nonton video tersebut sambil mengepalkan tanganya. 'Kurang ajar lo Anya. Lo sengaja nantang gue ya, gue habisin lo, gue habisin lo ', pikir Rachel berapi-api.
Tanpa berfikir panjang, dia mengambil kunci mobil langsung lari menuju depan untuk mengeluarkan mobilnya.
'Gue ngga peduli akan gue bunuh .... itu !! awas aja lo Nya, ****** lo' geram Rachel dalam hati.
Selama dalam perjalanan, Rachel tak berhenti membunyikan klakson. Ia ingin segera sampai ke rumah Anya. Ia ingin segera membuat perhitungan.
Satu jam kemudian dia sampai di rumah Anya, tapi...., dadanya tercekat, hatinya semakin panas, ia ingin saat ini juga melabrak perempuan.... itu.
Rico ada di depan rumah Anya, terlihat beberapa kali Rico mengetuk pintu rumah Anya. Rachel melihat dari kejauhan. Tampak Anya membuka pintu.
Lihat... dia mempersilahkan Rico untuk masuk ke dalam rumah. 'Dasar .... wanita itu, awas lo Nya, mati looo !!!!!'.
Kemarahan Rachel tampak sampai di ubun-ubun.
Tiba-tiba ada telepon yang masuk memghubungi Rachel. Alexa teman akrab Rachel.
" Dimana lo Chel, kita hangout yuk".
" No, gue lagi nungguin wanita sundal yang ganggu hubungan gue sama Rico".
" Sumpeh loo, siapa? emang Rico tertarik dengan cewek lain, secantik apa dia sampai Rico tertarik sama cewek itu?"
__ADS_1
" Diam lo Lexa, dia sama sekali ngga cantik, miskin pula, gue mau buat perhitungan sama dia".
" Mau gue temanin ?"
"Nanti"
Pada dasarnya Lexa nggak begitu suka dengan Rachel yang memiliki perangai kasar, dan gampang merendahkaan orang lain. Walaupun mereka berteman, sebetulnya mereka saling mencaci di belakang masing-masing.
Tapi tentu saja Lexa tidak akan melewatkan moment seru itu begitu saja.
Nanti dia akan merekam perkelahian seru antara Rachel dengan wanita, siapapun itu.
Akan ia beri judul videonya nanti 'Si Binal Rachel pembunuh berdarah dingin'.
'"Hahaha, ****** lo Rachel", Alexa tertawa kesenangan, dia akan menjatuhkan pamor nomor satunya Rachel dalam gang.
Sementara di rumah Anya, Rico terlihat duduk dengan debaran lembut di dadanya. Dia tidak mau Anya pergi meninggalkanya. Anya harus tetap di Indonesia. Kalau memang pria bule itu bukan kekasihnya.
Anya keluar dari dapur. Dia baru saja membuatkan teh hangat tanpa gula untuk Rico, dan beberapa camilan yang ia bawa dari Belanda kemarin.
" Kamu baik-baik saja Nya, sudah empat bulan kita tidak berjumpa bukan?"
" Aku baik Pak Rico ".
Suasana ini tidak Rico sukai, ada rasa canggung dan terlalu resmi dari mereka berdua.
" Kenapa kamu nggak ngabari Nya, kalau mau pulang?".
" Kenapa pak, supaya aku tidak lihat bapak berjalan di mall dengan Rachel?".
Rico mendengar ada nada cemburu dalam suara Anya. Dia tersenyum. Masih ada cinta di suara itu.
" Mau jalan ?"
" Kemana ?"
__ADS_1
" Terserah, kamu mau kemana ? Jakarta aja, Bogor atau Bandung, kemana terserah kamu, yang penting kita jalan berdua".
Anya memang memiliki misi pulang ke Indonesia, dan dia fikir ini kesempatan baik.
" Bapak mau kita ke puncak berdua selama tiga hari dua malam ?"
Tantang Anya dengan sedikit genit.
Rico tampak tercekat. Anyakah ini, bagaimana mungkin dia seberani ini ?. Apakah dua tahun di Belanda, mengubah sifat Anya yang polos?.
" Kenapa tidak, mau ke Bali ayuk, satu bulan ?, satu tahun, seumur hidup ?, as long as with you, why not ?? (berapa lamapun asalkan denganmu, kenapa tidak ?) Jawab Rico dengan cepat.
Tampak Anya tersenyum manis, dengan mata sedikit menggoda.
"This week end can do ?" (akhir pekan ini bisa )
" Certanly can", Jawab Rico sambil memandang Anya dengan takjub, 'empat bulan yang lalu Anya masih tampak polos, sekarang .... dia terlihat sangat menggoda' batin Rico.
Saat Rico berpamitan untuk pulang, Anya tidak lupa mendaratkan kecupan manis di pipi Rico.
Setelah Rico pergi, ada rasa sedih di hati Anya.
Sampai sekarang hatinya belum mati untuk Pak Rico. Dia masih sangat mencintainya sepenuh hati. Tapi dia juga tidak mau pria yang ia cintai menikahi wanita jahat itu.
Sementara di dalam mobil, Rico masih bertanya-tanya, ada apa dengan Anya. Tampaknya selama dua tahun di Belanda, telah memberikan pengalaman luar biasa bagi Anya.
Ada perasaan tidak rela pada saat membayangkan Anya bergaul bebas di Belanda.
Tapi dia membuang jauh-jauh fikiran itu.
'Tidak mungkin Anya seperti itu, Anya pasti punya alasan memperlakukan aku seperti tadi'.
'Ah never never mind, now the important thing he is here, and i love him'
(ah sudahlah yang penting dia ada disini sekarang, dan aku mencintainya)
__ADS_1
Batin Rico dalama hati.