Anyelir

Anyelir
Keputusan Rico


__ADS_3

Hari ini Rico bermaksud ngobrol dengan kedua orang tuanya, Ia mau membicarakan hubunganya dengan Rachel.


Saat mereka makan bersama, sengaja Rico membicarakan hal tersebut di tempat yang menurutnya paling tepat.


Kali ini mereka sengaja sarapan, di meja makan yang ada di pinggir kolam renang.


"Pa, ma, aku mau bicara..."


" Wah kayaknya ada yang serius nih ma", jawab papa dengan bercanda.


"Ya pa, ini serius"


"Ada apa Ric ? kok mama jadi deg-deg an gini ya?"


"Begini.... eheem (berdehem), aku bermaksud memutuskan hubunganku dengan Rachel Pa Ma"


Papa diam saja, dari awal dia paham walaupun Rico dan Rachel berpacaran tapi papa melihat Rico kurang bahagia.


Sedang Mama terbelalak kaget, walaupun dia kurang menyukai Rachel tapi mama tetap berharap suatu saat Rico bahagia dengan Rachel.


"Memang kenapa Ric, nggak ada hujan ngga ada angin, tiba-tiba saja kamu mau mutusin Rachel" Jawab mama.


Papapun menimpali,


"Pada dasarnya, papa terserah kamu mau ambil keputusan seperti apa, tapi kamu kan udah dewasa, bisa berfikir plus minus, kalau sampai kamu pisah dengan Rachel, dia dari keluarga Pak Joko yang kamu sudah tahu perangainya, Rachelpun berperangai mirip dengan papanya. Kamu harus benar-benar berfikir matang".


"Kalau mama memang kurang suka ya sama Rachel, tapi melihat kamu pacaran sama dia, ya mau gimana lagi, mama yang penting kamu happy Ric". Mama mengambil nafas dalam, dan melanjutkan bicaranya.

__ADS_1


"Memang kenapa kamu mau mutusin Rachel, apa ada masalah yang nggak bisa dimaafkan?, kalau mama boleh tahu".


"Nggak ada ma, dalam hal ini Rico yang salah. Rachel memang manja, tapi dia setia dia nggak macam".


"Lalu, apa yang membuatmu memutuskanya, kalau begitu?"


Rico mengambil nafas dalam


"Aku sudah tidak mencintainya Ma".


Papa dan mama diam. Pada dasarnya mereka tidak mau mencampuri urusan pribadi Rico. Sebab mereka tahu Rico pengambil keputusan yang handal. perasaanya kuat dalam menilai orang.


"Lalu.... apa sekarang kamu mencintai wanita lain?" Tanya mama.


Rico memandang kedua orangtuanya. Terlihat si matanya ada permohonan maaf.


"Mama boleh tahu siapa wanita itu?"


" Nanti akan aku kenalkan papa dan mama sama dia".


" Itu masalah gampang, sekarang kamu harus gentle, kamu harus segera bicara dengan Rachel, kalau sudah clear boleh kamu perkenalkan wanita itu sama Papa mama".


" Baik Pa, maaf Rico kali ini mengecewakan papa dan mama".


" Nggak ada yang perlu dimaafkan, tapi kamu harus segera menyelesaikan masalah ini, supaya nggak ganggu kerjaan"


"Ya pa".

__ADS_1


Rico tampak lega, pembicaraan dengan papa mamanya sudah dilalui dan lancar, dan sepertinya papa mama menerima. tinggal ngobrol sama Rachel.


Rico menghubungi Rachel lewat ponsel. Beberapa kali Rico menghubungi, tapi Rachel tidak mengangkat.


Sampai panggilan yang kesekian baru Rachel menggangkat ponselya.


"Rachel kamu sudah di Jakarta?"


"Aku masih di Lombok, tapi rencana nanti jam 1 aku balik ke Jakarta, kenapa Ric kamu kangen aku ya?" Tanya Rachel centil.


Rico tixak menghiraukan apa yang dikatakan Rachel.


"Aku mau bicara, kapan kita bisa ketemu ?"


" Nanti kalau pulang kamu aku hubungi".


" Oke, aku tunggu jangan terlalu lama".


Rachel mengumpat umpat dalam hati, dia yakin ini pasti ada hubunganya dengan Anya.


" Kenapa sayang, itu tadi Rico ", pertanyaan Lingga, melihat Rachel sambil tersenyum mesum.


"Ya, dia ada perlu sama aku"


" Kok wajahmu jadi butek gitu ?, ayok kita selesaikan dulu, tadi kan belum tuntas". Berkata seperti itu Lingga meraih tubuh Rachel yang duduk di pinggiran tempat tidur hotel, tanpa busana.


Mereka melanjutkan urusan yang terpotong karena telepon dari Rico.

__ADS_1


Semakin ada masalah dengan Rico, Lingga semakin suka, sebab menurutny permainanya Rachel lebih ganas, dan liar seperti wanita murahan.


__ADS_2