
Di waktu yang sama ditempat yang berbeda Rico tampak duduk berhadapan dengan Rachel.
Rico memandang Rachel dengan mata kasihan, tapi dia harus bicara bahwa dia sudah tidak ada rasa.
"Rachel, maaf sebelumnya, bila apa yang aku sampaikan nanti membuat kamu jadi tidak nyaman, tapi ini harus aku sampaikan"
Rico berhenti sejenak, sedangkan dada Rachel berdegub kencang, sepertinya inilah saatnya ia kehilangan Rico.
Tak terasa tetesan air mata saling berlomba untuk keluar dari mata Rachel
Rico tercekat, Rachel menangis, dia jarang sekali melihat Rachel menangis.
"Aku tahu apa yang akan kamu sampaikan ke aku, dan jawabanku TIDAK !!!" suara Rachel sangat keras, sehingga pengunjung lain menoleh ke arah mereka.
Rico menenangkan Rachel, supaya tidak menarik perhatian pengunjung cafe yang lain.
"Duduk Chel, kita harus bicara dengan dewasa, jangan seperti anak-anak, duduk !" Ada tekanan di suara Rico, tapi kelihatanya Rachel tak peduli.
"Kamu pikir aku ****** !!, aku tahu kamu dan wanita bre... itu, si Anya, main mata di belakangku, aku tak rela, aku jauh lebih cantik dari wanita itu !, aku juga jauh lebih kaya, apa kurangnya aku ?!, ba.... kamu Rico, aku tidak akan melepaskanmu !,pernikahan kita tinggal menghitung hari, dan kamu dengan santai mau putus. NGIMPI kamu Ric !!"
Kata-kata kotor berloncatan keluar dari mulut Rachel, Tapi Rico memaklumi, itu disebabkan Rachel marah dan kecewa.
"Terserah kamu Rachel, aku sudah tidak cinta kamu Chel, kamu tahu itu!".
Rachel menghentakkan kakinya di lantai, sambil berdiri, dia mengambil garpu yang tadi dipegangnya. Dan dengan sekali gerakan emosional, garpu itu sudah menancap di jari kelingking Rico.
Rico meringis kesakitan, sedangkan Rachel pergi meninggalkan Rico yang kesakitan, beberaoa pelayan dan manager cafe berlari mendekati Rico, untuk menolong.
Sementara beberapa pengunjung bermaksud menghalangi kepergian Rachel. Tapi Rico memberi tanda supaya Rachel dibiarkan pergi.
Dia akan menanggung sendiri luka yang ditorehkan di hati Rachel.
__ADS_1
Dia merasa bersalah karena menyakiti hati Rachel.
Beberapa orang merubung Rico, tentu saja disitu ada yang pro ada pula yang kontra dengan peristiwa tersebut.
Rico semakin yakin ingin berpisah dengan Rachel, walaupun merasa kasihan. Perbuatan Rachel menurutnya sadis. Dia tidak pernah mengalami yang seperti ini.
Rico keluar dari cafe, dengan membayar lebih, untuk menggantikan kerusakan dalam peristiwa tadi.
Sementara jari kelingkingnya sudah diobati dengan pertolongan pertama, dia bermaksud mampir ke klinik terdekat untuk mengobati lukanya tadi.
Sambil berjalan menuju mobil, ia menghubungi Anya, ia bermaksud mengingatkan Anya supaya berhati-hati.
Tapi berkali-kali ia hubungi ponsel Anya tidak aktif. Dia mencoba ke ponsel satunya yang baru kemarin ia berikan, mungkin sudah aktif ..., pikir Rico.
Tersambung.... tapi tak diangkat, dan itu ia lakukan berulang ulang.
Rico mulai khawatir, ia bermaksud menuju klinik dulu, tapi hal tersebut ia urungkan. Mobilnya melaju mengarah ke rumah Anya.
Rico menghubungi nomor ponsel Anya lagi yang aktif ia hubungi. Tersambung, tapi kenapa nggak diangkat ya.... kenapa... ada apa....
Rachel sampai di rumah langsung berlari masuk ke ruang makan, ia marah-marah, dan membanting semua barang yang ada dalam jangkauanya.
"Breng... kamu Anya, aku tidak akan membiarkanmu hidup, akan aku bunuh kamu"
Dia berteriak-teriak sambil menangis.
Sementara ibu dan para aisisten rumah tangga, kebingungan mau menolong, sedang Rachel hanya marah dan teriak-teriak.
" Ada apa Rachel ?, kamu kenapa?" Suara Bu Wulan ibu Rachel.
"Rico ma huhuhuhu, dia mau putusin aku huuuu, gara-gara perempuan murahan itu".
__ADS_1
"Apa, apa maksudmu, mama nggak paham ?, kalian kan mau nikah?, tenang dulu Rachel, coba jelaskan pada mama yang tenang".
"Aku akan bunuh wanita itu maaah akan aku bunuh !!!" teriak Rachel sambil menangis tersedu.
Sementara mama Rachel tetap berusaha menenangkam putrinya.
Para asisten rumah tangga mulai membersihkan ruangan yang menjadi berantakan karena ulah nona mudanya yang manja ini.
Sesaat kemudian Pak Joko, papa Rachel masuk ke dalam rumah.
Ia sangat mencintai Rachel, makanya saat mendapat kabar dari orang rumah bahwa Rachel ngamuk dia segera pulang, untuk menenangkan anaknya.
"Kenapa Rachel, apa yang kamu khawatirkan ?, papa ada disini".
Rachel segera berlari menghambur ke pelukan papanya.
"Rico pah, dia ingin putus dengan Rachel, ini semua gara-gara wanita sialan itu !"
"Nggak bisa dong, kalian sepuluh hari lagi akan menikah, enak saja mutusin hubungan sepihak".
"Makanya pah, tolongin Rachel gimana supaya kami nggak putus, Rachel sangat mencintai Rico pah ", berkata Rachel sambil sesenggukan.
Pandangan Pak Joko nanar menatap satu titik.
Pikiranya dikembalikan pada kenyataan, bahwa Perusahaan Rico semakin besar dan sukses, berkat tangan dingin Rico.
Asmoro Corp. merupakan salah satu perusahaan yang diperhitungkan di negeri ini. Bahkan perusahaan Pak Joko, sekarang sudah jauh tertinggal, saat ini. Ia berniat untuk menyatukan perusahaanya dengan perusahaan Rico, bila Rico dan Rachel menikah itu akan lebih mudah. Ditambah perusahaan Pak Joko yang semakin kembang kempis berkat kalah persaingan dengan perusahaan yang lebih modern.
"Tenang Rachel, kamu pasti menikah dengan Rico, papa jamin, tidak ada yang bisa menghalangi kalian".
Tampak ambisi yang terlihat jelas di mata Pak Joko, kerakusanya mulai terlihat jelas. Dan bila seperti itu, tidak ada satu orangpun yang mampu menghalangi.
__ADS_1