Anyelir

Anyelir
Ambrosia


__ADS_3

Fyi "Ambrosia (makanan para dewa yunani) memiliki arti CLBK (cinta lama bersemi kembali)"


***


“Hazel kenapa bisa ada di sini Dek?” tanya Tara yang terkejut melihat keberadaan adiknya saat ia baru saja selesai dari mitringnya dan baru kembali ke ruangannya. Bukannya menjawab Hazel hanya menyengir lalu berjalan ke arah kakaknya tersebut dengan wajahnya yang di buat sok imut.


Melihat hal itu sudah bisa Tara tebak, jika Hazel datang karena ada maunya. Ia sudah begitu hafal dengan perangai adiknya tersebut. Jika sudah ada maunya Hazel akan bersikap dengan begitu manja.


“Jadi mau apa hm?” tanya Tara dengan menaikkan sebelah alisnya. Mendengar pertanyaan kakaknya tersebut Hazel menyengir.


“Hazel mau jalan-jalan Bang. Masak Hazel disini cuma mendem di rumah aja. Kalau jalan-jalan sendiri tuh gak enak. Gak ada temen tau kak mau jalan tuh. Hazel di sini cuma bentar loh Kak. Hazel….” belum selesai Hazel melanjutkan ucapannya tersebut Tara lebih dulu memotong ucapan adiknya tersebut yang tak ada ujungnya.


“Bawel banget sih,” ucap Tara sambil mencubit pipi Hazel games. Mendengar ucapan kakaknya tersebut Hazel mengerucutkan bibirnya lucu.


“Jadi Hazel mau Abang temenin Hazel?” tanya Tara dengan senyumannya yang segera Hazel balas dengan anggukan karena memang itulah yang Hazel inginkan. Kakaknya tersebut menemaninya untuk jalan-jalan.


Akasa melirik jam yang melingkar di tangannya yang kini sudah menunjukkan pukul 11.24 Akasa berpikir sejenak sebelum menjawab pertanyaan dari adiknya tersebut.


“Abis jumatan aja ya sekalian. Nanggung kalau sekarang. setengah satu sudah harus ke masjid,” ucap Tara pada Hazel yang kini mengerucutkan bibirnya namun akhirnya ia hanya menjawabnya dengan anggukan.


“Gadis pinter,” ucap Tara dengan kekehannya. Setelahnya Hazel memilih untuk duduk kembali di sofa sambil menunggu Tara bekerja.


“Udah makan?” tanya Tara melirik sebentar ke arah adiknya tersebut yang kali ini menggelengkan kepalanya karena ia memang belum makan siang.


“Biar abang pesen makanan dulu aja kalau gitu,” ucap Tara yang tak ingin jika adiknya tersebut sampai kelaparan. Hazel hanya menganggukkan kepalanya dengan fokusnya yang masih pada ponselnya. Tara hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat tingkah adiknya tersebut.


“Jadi setelah ini mau main kemana?” tanya Tara yang lagi-lagi membuka pembicaraan lebih dulu. Hazel yang awalnya tengah rebahan di sofa ruangan kakaknya tersebut sontak menegakkan tubuhnya mengganti posisinya menjadi duduk.


“Terserah abang, yang penting tempatnya bagus,” ucap Hazel dengan senyumannya yang membuat Tara akhirnya juga menganggukkan kepalanya sambil tersenyum. Sampai saat ini ia belum mengetahui apa yang membuat adiknya tersebut sampai datang ke tempat namun tentu Tara tak akan menyerah begitu saja untuk mendapatkan info nya.


***

__ADS_1


Akasa kini masih uring-uringan. Bahkan wanita yang kini duduk di sampingnya ia abaikan begitu saja. Helaan nafas kasar keluar dari laki-laki tersebut.


“Aku pergi,” ucap Akasa yang akhirnya lebih memilih untuk pergi. Pikirannya kini tengah begitu kacau. Ia masih saja memikirkan tentang kepergian Hazel. Ia tahu ini adalah salahnya karena sudah membuat gadis tersebut kecewa namun Akasa masih begitu berharap jika Hazel bisa memaafkannya kembali dan bisa memberinya kesempatan lagi.


Terdengar egois memang namun itu lah yang ia harapkan.


Baru saja Akasa akan keluar dari sebuah kamar hotel yang beberapa jam lalu ia sewa namun sebuah tangan menahannya. Akasa mendengus kasar lalu menghempaskan tangan tersebut.


“Mau apa lagi sih?” tanya Akasa dengan begitu ketusnya. Pikirannya kini tengah begitu kacau dan ia juga sedang begitu lelah. Tak berminat untuk bertengkar ataupun berdebat dengan wanita di depannya itu.


“Aku masih pengen sama kamu Akasa,” ucap wanita tersebut yang membuat Akasa menghembuskan nafasnya kasar mendengar ucapannya.


“Pergi aja sana, aku capek,” ucap Akasa yang setelahnya langsung pergi tanpa berniat untuk tetap berada di sana. Wanita tersebut menghela nafasnya baginya ia sudah terbiasa mendapatkan perlakuan seperti itu dari Akasa namun tetap saja ia merasa kecewa dan sakit hati.


Akasa kini memilih menuju bengkelnya. Jam baru saja menunjukkan pukul 14.24 dengan pikirannya yang kacau dan tak ada Hazel yang bisa ia ajak jalan laki-laki tersebut lebih memilih menuju bengkelnya yang pasti tengah ramai baik dari pelanggan ataupun dari teman-temannya yang memang sering kali nongkrong di sana karena anggota mereka juga banyak yang bekerja di bengkel milik Akasa.


Tak membutuhkan waktu lama kini laki-laki tersebut sudah sampai di bengkelnya. Saat sampai disana benar saja sudah banyak temannya yang berada di sana. Melihat kedatangan Akasa mereka segera menyambut laki-laki tersebut.


“Biasanya juga sibuk sama Hazel,” ucap Kevin menanggapi. Akasa hanya diam sambil memutar bola matanya malas menanggapi ucapan sahabatnya tersebut.


“Hazel lagi minggat ke Malaysia. Biasa, prahara rumah tangga,” ucap Bimo menyahut. Laki-laki tersebut memang sering ikut berkumpul bersama dengan Akasa dan teman laki-laki tersebut. Padahal ia bukanlah anggota geng motor Akasa.


“Gak usah ngomong deh, berisik,” ucap Akasa acuh yang mendapatkan tawa dari temannya yang lain. Meskipun tak mengetahui apa yang terjadi namun mereka yakin jika apa yang diucapkan oleh Bimo memang benar adanya.


Dan seharian itu akhirnya Akasa hanya berada di bengkel bersama dengan teman-temannya walau laki-laki tersebut tak melakukan apapun selain marah-marah.


***


Seperti yang sudah dijanjikan oleh Tara sebelumnya kini laki-laki tersebut mengajak adiknya tersebut untuk jalan-jalan. Hazel merasa harus menikmati waktu liburan singkatnya tersebut dengan menjelajahi tempat yang bagus untuk ia kunjungi.


“Mau kenapa dulu?” tanya Tara dengan senyumannya menatap sekilas ke arah adiknya tersebut.

__ADS_1


“Menara kembar, Hazel pengen kesana deh kak,” ucap Hazel dengan begitu antusiasnya yang membuat Tara terkekeh melihat betapa menggemaskan adiknya tersebut saat tengah bersemangat seperti ini.


“Ok kita kesana,” ucap Tara dengan senyumannya. Setelahnya ia mulai melajukan mobilnya tersebut menuju tempat yang Hazel inginkan.


Selama di perjalanan mereka tak kehabisan topik untuk pembicaraan. Hazel begitu bahagia karena bisa menikmati waktu dengan kakaknya tersebut. Hazel mereka ingin terus bersama dengan kakaknya saja jika begini. Karena baginya hanya kakaknya saja yang dapat mengerti dirinya.


“Bang lain kali Hazel pengen liburan ke Bali bareng Abang,” ucap Hazel sambil melihat ke arah kakaknya tersebut sebentar.


“Gimana kalau ke Bali nya naik kapal? Kayaknya seru,” ajak Tara yang Hazel balas dengan anggukan semangat. Sebelumnya ia tak pernah menaiki kapal laut jadi ia merasa harus mencobanya. Kakaknya tersebut memang begitu menyukai menikmati hal hal yang menurunnya baru dan patut untuk dicoba.


“Lain kali harus naik kapal pesiar yang beneran dan bagus,” ucap Hazel bersemangat.


“Nanti abang ajak hazel buat jalan-jalan ke luar negeri kemanapun yang Hazel inginkan dan naik apapun yang Hazel mau,” ucap Tara yang sontak membuat Hazel langsung memeluk lengan kakaknya tersebut merasa begitu senang mendengar ucapan kakaknya tersebut. Perjalanan selanjutnya mereka lalui dengan banyak pembicaraan bersama.


***


Hi guys aku balik lagi nih dengan cerita baru aku.


Jangan lupa juga buat vote, koment, dan like ya. Dukungan kalian semangat ku.


Jangan lupa juga buat Follow akun sosial media aku ya guys. Ig: Hilmiatulhasanah dan Wphilmiath


See you next chapter guys.


Thank for Reading.


Dan ya buat kalian jangan lupa buat baca cerita ku yang lain ya. Yang pasti gak akan kalah seru dari kisah ini. Jadi langsung cek profil aku aja ya guys.


Bentar jangan pergi dulu, aku juga bawa cerita dari temen aku nih. Cerita yang bakalan buat kalian betah bacanya. So langsung di cek aja ya, sekalian nunggu Hazel dan kawan-kawan update mending mampir ke cerita temen aku ini ya. Tapi jangan lupa balik lagi ya.


__ADS_1


__ADS_2