Anyelir

Anyelir
Wistaria


__ADS_3

Fyi "Wistaria memiliki arti aku bergantung padamu"


***


Hazel berlari di trotoar jalan dengan tatapan matanya yang sendu dan menatap lurus ke depan, sampai saat ini Hazel masih saja memikirkan tentang Argo yang akan menikah dalam dua minggu lagi. Hazel kini masih di Surabaya dan belum ada niat untuk kembali ke Jakarta lebih awal. Padahal kini ia sudah libur selama tiga hari.


Nafas gadis terbut memburu karena telah lari begitu lama dan jauh. Hazel seperti tahu bagaimana cara untuk menenangkan dirinya.


Suara klakson mobil membuat Hazel sontak menoleh ke arah sampingnya, hingga dapat ia lihat kini mobil berwarna silver yang berhenti tepat di depannya. Hazel berkacak pinggang sambil mengatur nafasnya dan tak beraturan. Hingga sang pengemudi menurunkan jendela mobilnya dapat Hazel lihat Akasa yang kini tengah menatapnya dengan serius.


“Masuk,” perintah laki-laki tersebut seolah tak menerima bantahan. Hazel menarik nafasnya dalam dan akhirnya hanya bisa menurutinya saja dan segera masuk ke bagian belakang penumpang.


“Kenapa di belakang? Aku bukan supir kamu,” ucap Akasa pada Hazel merasa tersinggung karena gadis tersebut yang malah duduk di belakangnya.


“Nanti aku kedepan, kamu mau aku varises habis lari jauh kaki di tekuk?” tanya Hazel dengan menggerutu. Akasa menghembuskan nafasnya kasar dan akhirnya memilih untuk mengalah.


“Kamu kenapa bisa ada di sini?” tanya Hazel pada Akasa yang bisa tiba-tiba berada di belakangnya.


“Aku udah dari tadi ngikutin kamu, kamu nya aja yang gak nyadar,” ucap Akasa yang membuat Hazel mengangguk anggukkan kepalanya. Hazel memang tak menyadari keberadaan Akasa yang sedari tadi terus mengikutinya. Pikirannya terlalu kacau sampai tak menyadari semua itu.


Setelah lama berada di kursi belakang Hazel segera berpindah untuk duduk di samping Akasa yang kini terlihat fokus mengemudikan mobilnya.


“Kamu masih gak mau jujur tentang keadaan kamu akhir-akhir ini?” tanya Akasa sambil melihat sekilas ke arah Hazel. Sikap Hazel yang belakang ini tak seceria biasanya benar-benar membuat Akasa penasaran.


“Aku gak papa Akasa, kan aku udah bilang,” ucap Hazel yang masih tak ingin memberitahu Akasa jika sebenarnya belakangan ini ia memikirkan Argo yang akan menikah.


“Kamu tau sebenernya melupakan itu gak ada karena kita sedari kecil diajarkan untuk mengingat dan menghafal, ikhlas akan kehilangan itu cuma omong kosong orang yang belum pernah merasakan kehilangan, yang ada itu perlahan semua akan terlihat biasa saja saat sudah di gantikan dengan yang lebih baik,” ucap Akasa tiba-tiba, yang membuat Hazel sontak menoleh ke arah sahabatnya tersebut dengan tatapan seriusnya.


“Aku tahu semua karena Argo yang akan menikah kan?” tanya Akasa yang tepat sasaran. Hazel yang mendengar ucapan tersebut hanya terdiam. Dan Akasa mengartikan kebisuan Hazel sebagai jawaban persetujuan.


“Semua butuh proses gak ada yang instans, aku pernah ada di posisi kamu. Mencintai orang selama bertahun-tahun dan dengan banyaknya kisah indah bersama pasti sulit untuk melupakan,” ucap Akasa yang kini membuat Hazel merasa merasa tak suka serta cemburu mendengar ucapan Akasa tersebut. Bodoh memang, padahal Akasa mengatakannya untuk menenangkan Hazel namun ia malah cemburu dengan pernyataan itu.


Hazel sebenarnya hanya tak ingin merasakan patah hati lagi, dan salah menaruh kepercayaan pada seseorang. Apa lagi dengan Selin yang masih menjadi bayang-bayang mereka. Selin yang mengatakan mereka saling mencintai, ucapan wanita tersebut benar-benar membuat Hazel merasa takut.


“Tapi nyatanya sekarang aku bisa, aku bisa melupakan wanita ular itu dan mendapatkan pengganti yang jauh lebih baik. Kita sama-sama belajar dan sama-sama untuk bangkit,” ucap Akasa pada Hazel sambil menggenggam tangan gadis tersebut, mendengar ucapan Akasa kali ini berhasil membuat Hazel tersenyum. Ucapan sederhana yang berhasil membuatnya melambung begitu tinggi.

__ADS_1


***


Hari ini adalah hari pernikahan Argo. Hazel datang bersama sahabatnya yang lain yang selalu setia menemaninya. Awalnya Akasa mengatakan jika ia akan ikut dan menemani Hazel namun Hazel dengan tegas melarangnya, ia tak ingin menghancurkan pesta pernikahan orang lain.


Gadis tersebut kini sudah tampak begitu cantik dengan dress putih yang digunakannya, membalut indah tubuh wanita tersebut. Rambut yang sengaja ia barkan tergerai dengan charly di bagian bawah, make up tipis yang digunakannya benar-benar menambah kesan cantik pada Hazel, membuat siapapun yang melihatnya akan enggan mengalihkan tatapannya.


"Lo kuat?" tanya Fara saat mereka sudah memasuki gedung acara.Hazel membalasnya dengan anggukan.


Di atas pelaminan sana, terlihat Argo yang kini terlihat begitu tampan dengan jas berwarna hitam yang membalut tubuhnya dengan sempurna. Sedangkan di sampingnya seorang perempuan cantik dengan hijabnya tersenyum dengan begitu indahnya.


“Harusnya semua ini milik gue kan?” batin Hazel tersenyum kecut kalau mengingat semua yang telah terjadi dan apa yang kini terpampang di depannya.


“Ayo ke sana,” ajak Farah sambil menarik tangan Hazel untuk memberikan selamat pada mempelai. Hazel menarik nafas dalam lalu menghembuskan nya saat mulai melangkah mendekati pengantin. Argo yang awalnya juga tersenyum, seketika senyuman tersebut menghilang saat ia melihat Hazel yang datang dengan begitu cantiknya dan senyuman yang menghias indah wajahnya.


Istri Argo menatap tak suka pada Hazel namun ia berusaha untuk tetap menampilkan senyumannya.


"Selamat ya Ar, semoga sakinah mawadah warahmah," ucap Hazel dengan senyuman tulusnya walau dalam hati sebisa mungkin Hazel menyembunyikan rasa sakit nya. Hatinya kini mungkin sudah menangis di dalam sana.


Saat Hazel akan bersalaman Argo malah memeluknya membuat Hazel terkejut. Bukan hanya Hazel tapi semua orang yang berada di saja juga terkejut melihat itu. Hazel tak membalas pelukan tersebut dan hanya terdiam menahan sesak yang kini ia rasakan.


"Baca saat kamu ada di rumah," ucap Argo sambil memberikan sebuah lembaran pada Hazel. Menyelipkan lembaran tersebut di tangan Hazel yang membuat Hazel mengangguk.


Setelahnya Hazel langsung turun bersama sahabatnya yang juga bingung. Argo masih menatap punggung Hazel yang mulai menjauh. Sepertinya benar kata orang jika kita pasti akan memiliki seseorang yang begitu cintai dan namanya akan tetap berada di hati kita, memiliki posisi sendiri yang tak akan bisa disentuh oleh orang lain, namun sayangnya nama tersebut tak bisa di miliki. Itulah yang kini tengah Argo rasakan untuk Hazel. Rasa sesal dan cinta masih menjadi satu seolah siap untuk menyerangnya.


"Tuh si Argo kenapa?" tanya Fara yang Hazel balas dengan gelengan lalu memasukkan surat yang Argo berikan ke dalam Sling bag nya.


“Yuk balik,” ajak Hazel yang sudah tak tahan berada di sana lebih lama lagi. Fara hanya mengangguk lalu segera pergi dari sana bersama dengan Hazel.


***


Setelah Hazel sampai ke apartemen nya Hazel segera masuk ke kamarnya merebahkan tubuhnya di kasur nya teringat dengan surat yang Argo berikan dengan segera Hazel mengambil nya. Dan mulai membacanya.


Dear Hazel.


Sebelumnya aku mau minta maaf karena aku udah nyakitin kamu, khianati kamu di saat aku bilang akan setia.

__ADS_1


Meskipun kamu sudah maafin aku tapi perasaan bersalah ini masih ada Zel.


Bukan hanya rasa bersalah namun rasa sesal, kecewa pada diri sendiri, juga cinta.


Sampai sekarang aku memang masih mencintai kamu Zel, masih sama tidak berkurang sedikitpun.


Aku salah karena khianatin kamu tapi biar aku jelaskan dalam tulisan ini.


Saat itu aku memang khilaf karena aku terpesona sama kecantikan dia, tapi saat aku sadar aku gak boleh mengkhianati kamu ternyata orang tua aku berkata lain. Mereka malah merencanakan pertunangan aku sama dia.


Aku gak bisa berbuat banyak. Sampai kamu datang dia malah maksa orang tua kita untuk segera menikahkan kita karena dia takut kamu ngambil aku dari dia. Padahal tanpa dia sadar dia lah yang mengambil aku dari kamu.


Dia dan akulah yang merebut dan menghancurkan kebahagiaan kamu. Aku jahat dan aku ngerasa gak pantas lagi untuk kamu. Kamu terlalu baik Zel.


Semoga kamu bisa dapat yang lebih baik dan lebih segalanya dari aku, kamu gadis kuat aku yakin kamu bisa menghadapi ini. Jaga diri kamu baik-baik karena aku masih sayang kamu.


Love Argo.


Tanpa sadar air mata Hazel menetes mengapa begitu sakit? Hazel pikir ia akan baik-baik saja namun ternyata sedikit perasaan yang tersisa itu begitu kesakitan. Tak ada yang bisa Hazel lakukan saat ini selain mengikhlaskan mereka yang memang bukan untuknya.


Semoga mereka bahagia dengan kehidupan mereka.


****


Hi guys aku balik lagi nih dengan cerita baru aku.


Jangan lupa juga buat vote, koment, dan like ya. Dukungan kalian semangat ku.


Jangan lupa juga buat Follow akun sosial media aku ya guys. Ig: Hilmiatulhasanah dan Wphilmiath


See you next chapter guys.


Thank for Reading.


Dan ya buat kalian jangan lupa buat baca cerita ku yang lain ya. Yang pasti gak akan kalah seru dari kisah ini. Jadi langsung cek profil aku aja ya guys.

__ADS_1


Bentar jangan pergi dulu, aku juga bawa cerita dari temen aku nih. Cerita yang bakalan buat kalian betah bacanya. So langsung di cek aja ya, sekalian nunggu Hazel dan kawan-kawan update mending mampir ke cerita aku yang baru. Masih anget nih.



__ADS_2