Anyelir

Anyelir
Nasihat Steve


__ADS_3

Hari ini Anya janji bertemu dengan Steve. Ia merasa bersalah dengan Steve, akhir-akhir ini ia merasa kurang memperhatikan Steve, bahkan lebih parah, mengabaikan.


Walaupun ia tahu Steve memakluminya.


Mereka bertemu di cafe yang biasa mereka datangi di pusat kota Rotterdam.


Anya sudah datang lebih dulu dibandingkan Steve yang datang belakangan.


Siapapun yang ada dalam cafe kagum melihat wajah asia Anya yang cantik. Wajah eksotis menurut mereka.


Ada beberapa pria yang mencuri memandangnya. Tapi kegiatan itu berhenti saat Steve datang menghampiri Anya.


Anya melambaikan tangan ke arah Steve. Beberapa lelaki yang nongkrong sambil mencuri lihat Anya, melihat arah lambaian Anya.


Dari mereka ada yang tersenyum karena menutup kekecewaanya, ada yang pura-pura tidak peduli.


Steve berjalan menuju arah Anya.


Mereka ngobrol panjang lebar. Sampai Steve bicara menuju ke inti yang selama ini ia simpan dalam hati.


"Anya, kamu tidak ingin menjelaskan apa yang sesungguhnya terjadi pada Rico?"

__ADS_1


Anya terdiam cukup lama, untuk memikirkan jawaban yang tepat.


" Entahlah, aku ragu untuk menjelaskanya"


" Itu bukan tindakan yang tepat, kamu harus menjelaskanya, wanita itu... siapa namanya ? Rachel ? dia harus membayar semua perbuatanya".


" Aku takut terjadi sesuatu yang tidak diinginkan Steve"


" Kita di Belanda Nya, keamanannya merupakan salah satu yang terbaik di dunia dia tidak bisa apa-apa disini"


Steve menarik nafas panjang, dia tahu betul, bila Anya menjelaskan duduk persoalan yang sebenarnya pada Rico, bisa jadi ia akan betul-betul kehilangan Anya.


Tapi itu lebih baik, daripada ia memiliki tubuh Anya tapi tanpa memilik jiwanya. Tentu itu akan menyiksa dirinya sendiri.


Suara lirih Anya sama sekali tidak mewakili hati Anya, menurut Steve.


" Tapi pikirkan sekali lagi, aku tidak mau kamu menyesal, aku juga tidak punya rencana menikahi orang yang tidak mencintaiku".


Kalimat Steve yang terakhir betul-betul mengena di hati Anya.


Batul apa yang disampaikan Steve, bisakah kita bahagia, menikahi orang yang tidak mencintai kita ?.

__ADS_1


Selebihnya Steve tidak memaksa apa yang ingin dilakukan oleh Anya, dia tidak mau Anya menjadi tetekan.


Mereka ngobrol lagi mengenai hal yang lain.


Memang walaupun mereka tahu hati mereka masing-masing, tapi mereka tetap menjaga hubungan baik sebagai teman.


Steve, seperti lelaki barat pada umumnya, dia juga gentle, dan selalu melihat dunia dengan riil dan tidak memaksakan diri.


Beberapa kali Steve juga berusaha melakukan pendekatan pada wanita selain Anya, bahkan Anya juga support, tapi Steve ternyata belum bisa pindah ke lain hati.


Dia sangat perhatian pada Anya, bahkan setiap akhir pekan ia mengantar Anya untuk bertemu kedua orang tuanya di Amsterdam.


Sebetulnya Pak Bowo selalu menyarankan supaya Anya membuka hati untuk lelaki lain, tapi sampai sekarang Anya belum mau, ia memilih untuk sementara sendiri. Menurutnya, untuk saat ini itulah yang terbaik.


Sampai kabar akan menikahnya Rico sampai ke telinganya.


Rico akan menikahi Rachel yang sudah membuatnya babak belur. Tidak ada jaminan Rachel akan berbuat lembut selamanya dengan Rico. Mengingat wanita tersebut sering melakukan sesuatu di luar kontrol.


Tidak ada jaminan Rico akan bahagia. Apa yang akan terjadi bila Anya menampakkan diri ?, apakah Rachel akan lost control atau dia akan baik-baik saja ??sudah berubahkah dia??


Karena support dan nasihat dari Steve yang sangat mengena di hati Anya, sekarang dia tidak peduli dengan dirinya sendiri. Tapi untuk orang-orang yang ia cintai ia tidak akan tinggal diam lagi.

__ADS_1


Ibunya aman disini. Tapi Rico ? amankah dia dengan perempuan itu ??


Anya mulai goyah, dia sudah tidak mau lagi berhubungan dengan Rico, tapi disisi lain, rasa cintanya pada Rico tak mengizinkannya untuk membiarkan pria yang dicintainya menikahi perempuan yang salah.


__ADS_2