Anyelir

Anyelir
Ekspektasi tak selalu sesuai realita


__ADS_3

Untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak.


Rachel sudah berupaya menggugurkan kandunganya di semua dokter, tapi tak ada yang bersedia, sebab kandungan Rachel sudah masuk empat bulan.


" Bagaimana mungkin kandungan sudah empat bulan kamu nggak merasa??!!, kamu kan bisa menghitung berapa kali nggak dapat, bisa-bisanya kamu kebobolan seperti ini, bagaimana kamu bisa sebodoh ini Rachel ??!!"


Pak Joko akhirnya murka juga, dalam fikiranya ada rasa malu, bila hal ini diketahui oleh sejawat sesama pengusaha.


Rachel mengkerut ketakutan, dia tidak pernah melihat papa-nya semarah ini.


Rachel menangis di pelukan ibunya. Mereka sedang berada di ruang kerja papa Rachel.


"Papa nggak mau tahu, kalau kandungan itu tidak bisa digugurkan, kamu tidak boleh keluar, papa malu punya anak hamil tanpa suami, bagaimana mungkin kamu tidak pakai kontrasepsi, kamu kan biasa hidup di luar harusnya kamu ngerti itu !!!"


Nafas Pak Joko ngos-ngos an, ia menahan marah pada Rachel, bukan marah lebih tepatnya malu, malu bila kondisi ini diketahui teman-temanya.


" Siapa lai-laki yang menghamilimu?, siapaaa?!!"


Rachel semakin ketakutan, melihat papa mendekatinya, benar saja tangan Pak Joko mencengkeram lengannya dengan keras.


" Aduh, papa sakit !", pekik Rachel sambil ketakutan.


"Siapa ******** itu, bilang !! dia harus tanggung jawab !!".


" Dia .... aku tidak tahu pa ...."


" Rico ??!"


Rachel menggeleng-gelengkan kepalanya.


" Lalu siapa ?".


Rachel mulai memgira-ira, siapa yang tiga atau empat bulan yang lalu menggaulinya.


" Siapa ??!!, jangan diam saja !!!"


" Lingga pa " dengan suara pelan ketakutan.


"Siapa Lingga ??, dia harus bertanggung jawab !!"


"Dia manager hotelnya Rico yang ada di Lombok "


" Kamu hubungi dia, dia harus bertanggung jawab atas perbuatanya".


" Tatapi.... dia sudah punya anak dan istri pa" jawab Rachel dengan lirih.


" Papa nggak peduli, yang penting kamu kawin, cepat hubungi dia !!".


Rachel menghubungi nomor Lingga.


Tuut tuuut tuuut . Terdengar telepon dibuka

__ADS_1


" Hallo sayaaang, apa kabar ?? kangen sama aku ya??"


" Lingga, aku hamil ".


Ponsel hampir saja jatuh dari tangan Lingga, dia tidak bisa menjawab apa-apa. Dia mendadak diam.


Menurut Lingga, Rachel memang cantik, dan dari keluarga terpandang. Tapi, ia teringat istri dan anaknya, bila harus menukar istri dan anaknya dengan Rachel ia harus memikirkan seribu kali. Buat have fun okelah, tapi untuk serius Lingga tentu saja tidak akan mau.


Ia ingat bagaimana ganasnya Rachel saat di ranjang.


Satu malam dia tidak puas hanya dengan dua kali berhubungan. Apakah dengan dia saja Rachel berhubungan.


Bisa jadi Rachel berhubungan dengan orang kain juga.


" Terus maksudnya apa nih??"


Nada bicara Lingga berubah menjadi sinis, Rachel merasakan itu.


" Kamu harus menikahiku, ini anak kamu". urai Rachel sambil terisak.


" Kamu fikir aku ******, bisa saja kamu berhungan dengan orang lain, saat berhubungan pertama dengan aku bukanya kamu masih dengan Rico ?, bisa jadi itu anak Rico".


" Aku dan Rico sudah lama tidak berhubungan, makanya aku mencari kepuasan dengan kamu ".


" Bisa dengan orang lain kan, bila tidak dengan Rico??"


" Linggaa !! kamu .... "


" Heh kamu, Kamu sudah menghamili anakku, jangan menggunakan alasan macam-macam, kamu harus nikahi anakku !"


Lingga kaget, papa Rachel yang bicara, ia segera menutup telepon tersebut. Lingga berfikir ia sudah tidak mau berhubungan dengan keluarga itu.


Lingga segera memblok nomor Rachel.


" Bang... anak ini, dia tidak mau bertanggung jawab"


Pak Joko berusaha menghubungi nomor Lingga lagi,tapi nomor sudah tak aktif lagi.


Pak Joko tidak akan semarah ini apabila bayi dalam kandungan Rachel bisa digugurkan. Dia menganggap dengan digugurkannya kandungan Rachel semua akan menjadi beres.


Ternyata, tak semudah itu Ferguso.


Nasib berbicara lain.


Tiba-tiba dari ponsel Rachel terdengar suara pesan masuk.


Rachel memandang ayahnya, seakan meminta izin pada ayahnya untuk membuka ponsel.


Ayah Rachel mendengus kesal. Dan melemparkan ponsel pada Rachel.


Rachel membuka ponselnya, dan... betapa terkejutnya Rachel, dilayar terpampang gambar-gambar seronoknya, dengan tanpa busana bergaya sangat sexy.

__ADS_1


Dibawahnya tertulis,


'Ingat ini sayaaang ??, aku kangen dengan .... mu'.


Tulis seseorang itu dari seberang.


Rachel kaget, tapi tentu saja Rachel ingat, lelaki ini adalah lelaki yang meninggalkanya di hotel setelah semalam bermain berulang kali dengan sangat luar biasa.


Saat Rachel masih mengingat-ingat, ponsel di tanganya berbunyi.


Dari lelaki tersebut. Rachel segera keluar ruang dengan tidak menghiraukan papa dan mamanya.


" Ada apa kamu menghubungi aku, bagaimana kamu bisa tahu nomorku ?"


Bertubi-tubi Rachel bertanya.


Dari seberang terdengar suara tertawa senang, sebab terdengar jelas korbannya sedang panik.


"Kenapa sayaang, kamu kaget ya ?? kamu nggak perlu tahu aku dapat nomor kamu dari siapa, yang jelas foto-fotomu itu ada harganya, bila tidak mau tersebar di sosmed".


" Apa maksudnmu, kamu mau memeras aku ??"


" Jangan dikatakan memeras, Sebagai imbalan jerih payahku memuaskan kamu berkali-kali, gila kamu liar luar biasa, sepertinya cuma aku yang bisa memuaskan kamu".


" Diam kamu, aku tidak mau memberikan uang padamu sepeserpun".


" Terserah, aku beri kamu waktu satu kali dua puluh empat jam untuk berfikir, kalau waktu itu tidak kamu gunakan sebaik-baiknya akan aku sebarkan foto kamu lewat sosmed".


Tubuh Rachel bergetar, ia sangat marah dengan lelaki tersebut.


" Aku tunggu teleponmu sayaaang, jangan lupa satu kali dua puluh empat jam, byee sayaaang".


Rachel segera mematikan teleponya. Ia sangat marah. Kenapa nasibnya bisa menjadi seperti ini.


Ini semua gara-gara Anya, Anya yang merebut kekasihnya. Sehingga kondisinya menjadi terpuruk seperti ini.


Rachel membayangkan Anya dengan geram.


Sementara itu, Pak Joko di tempat lain juga merasa geram.


Andaikata Rico tidak berselingkuh dengan Anya, Rachel tidak akan menjadi seperti ini


Geram Pak Joko sambil menggebrak meja dengan keras.


'Awas kalian berdua !!"


Bu Wulan sedang berada di meja makan sendirian, beliau berfikir, lebih baik Rachel melahirkan, dan anaknya akan kurawat, biarlah ini menjadi pembelajaran untuk Rachel dan papanya, supaya kedepanya mereka bertindak lebih baik.


Biarlah suami dan anaknya mulai berfikir secara manusiawi, bukan hanya mengejar duniawi, tapi mereka juga harus memikirkan dosa.


Dosa karena telah keluar jalur terlalu jauh.

__ADS_1


__ADS_2