Anyelir

Anyelir
Laurel


__ADS_3

Fyi "Laurel (mountain)  ambisi, kejayaan"


***


Akasa mengepulkan asap rokoknya ke udara dengan pikirannya yang kini tengah begitu berkecamuk memikirkan pembicaraannya dengan Tara kemarin malam. Akasa begitu penasaran apa yang sebenarnya terjadi di keluarga Hazel yang belum ia ketahui. Namun ia tak bisa untuk bertanya pada Tara ataupun Hazel karena menurutnya itu adalah privasi.


“Ah sial, ada apa sebenarnya sama mereka?” tanya Akasa pada dirinya sendiri. Terlaru larut dalam pikirannya Akasa bahkan tak sadar jika ia sudah menghabiskan dua batang nikotin nya. Namun sepertinya ia belum puas dengan itu, Akasa kembali mengambil rokoknya lalu menghidupkannya kembali.


Pikirannya kini kembali pada pembicaraannya dengan Tara kemarin malam.


Tara kini menatap Akasa dengan tatapan seriusnya memuat Akasa menaikkan sebelah alisnya.


“Gue mohon jaga Hazel dengan baik, lindungin dia dan gue akan kasih restu ke lo. Dan satu hal lagi. Mental Hazel udah hancur jangan buat dia semakin hancur. Jangan kasih tau tentang mental Hazel ke siapapun termasuk orang tua gue, cukup lo yang tau,” ucap Tara serius yang membuat Akasa terkejut jika ternyata orang tua Hazel bahkan tak mengetahui tentang apa yang terjadi pada kesehatan mental Hazel.


“Hazel perlahan mulai sembuh dan gue berharap lo bisa ngejaga dan dukung dia agar dia bisa sembuh total. Jangan biarkan dia sendirian saat dia sedih,” ucap Tara lagi melanjutkan ucapannya. Akasa menganggukkan kepalanya.


“Abanag tenang aja, aku akan jaga Hazel dengan baik,” ucap Akasa sambil menepuk puncak Tara menenangkan laki-laki tersebut.


Akasa tak pernah menyangka jika Hazel yang ia pikir adalah gadis yang kuat ternyata memiliki luka yang membuat gadis tersebut terluka begitu dalam. Ibu Hazel selalu mengatakan jika Hazel adalah gadis kuat bahkan setelah apa yang terjadi pada keluarganya. Namun ternyata mereka hanya tertipu dengan sikap Hazel yang memang terlihat kuat di luar namun ternyata rapuh di dalam.


Dan semua ini karena orang tua Hazel yang tak memperhatikan kesehatan mental anaknya tersebut.


“Jangan biarin Hazel hanya berdua sama suami mama gue. Kalau dia minta anter kemanapun anterin dia dan lo harus pastiin kalau lo gak bisa nganter Hazel gak dianter sama suami mama gue,” tegas Tara yang membuat Akasa kini terkejut juga bingung mendengar perkataan Tara tersebut.


Suami Mama laki-laki tersebut adalah ayah Hazel, meskipun ayah tiri dan Hazel terlihat begitu dekat dengannya namun mengapa Tara melarang mereka untuk hanya berdua dan meminta Akasa yang menjaganya?

__ADS_1


“Gue gak bisa ngasih alasannya tapi turuti ucapan gue, semua demi kebaikan Hazel,” tegas Tara lalu menepuk pundak Akasa dan setelahnya segera pergi dari sana. Meninggalkan Akasa yang kini di penuhi dengan kebingungan dan teka-teki.


“Abisin rokok lo, karena saat bersama Hazel lo gak akan bisa ngerokok. Lo tau dia alergi asap rokok dan dia gak suka perokok,” ucap Tara sambil melambaikan tangannya ke belakang tanpa mau menoleh ke arah belakang.


Tepukan di pundaknya menyadarkan Akasa dari lamunannya, batang nikotin yang berada di tangannya kini juga sudah diambil alih lalu dibuang dan diinjak dengan mengenaskan di bawahnya.


“Pasti udah banyak yang lo sebat,” ucap orang yang mengambil alih rokoknya tersebut dengan tatapan tajamnya. Akasa hanya menyengir mendengar ucapan gadis yang tak lain adalah Hazel.


“Kelepasan,” ucap Akasa dengan cengiran nya yang membuat Hazel berdecih mendengarnya. Setelahnya  Akasa membantu Hazel untuk memakai helmnya. Setelahnya ia membantu Hazel untuk naik ke atas motornya.


Dirasa sudah aman, Akasa seera melajukan motornya dengan kecepatan sedang membelah jalanan kota yang tak begitu ramai.


Selama di perjalanan mereka benar-benar tak kehabisan topik. Mereka memang begitu cocok satu sama lain. Hazel yang susah akrab dan dekat dengan orang lain begitu berbeda dengan Akasa. Hazel yang tak banyak berbicara namun berbeda jika ia bersama orang terdekatnya dan sejauh ini orang yang dekat dengan Hazel masih bisa dihitung dengan jari karena memang gadis tersebut yang susah untuk terbuka pada orang lain.


“Besok Abang aku balik ke Malaysia, jadi kamu harus temenin aku buat ke bandara,” ucap Hazel yang sudah mendekatkan kepalanya pada kepala Akasa agar laki-laki tersebut dalam mendengar suaranya.


“Tau gak sih, kemarin tuh ada temen SMP aku nge DM aku. Tiba-tiba banget gitu dia nge DM cuma nanya kabar,” ucap Hazel yang mulai bercerita. Begitulah Hazel jika bersama dengan Akasa, ia banyak bercerita tentang kegiatannya atau apapun yang dia alami. Bahkan hal kecil sekedar ia tengah berantem dengan induk ayam Roy saja ia ceritakan pada Akasa.


“Cowok atau cewek?” tanya Akasa yang mulai mode posesif nya.


“Cowok, dia itu yang suka sama aku tapi gak pernah aku terima. Dan tiba-tiba aja sekarang dia menghubungi aku lagi,” jawab Hazel yang begitu jelas ke kesalannya dan tanda tanya di kepalanya.


“Gak usah di tanggepin, kalau dia ganggu kamu langsung bilang sama aku. Dan bilang juga kalau kamu punya aku,” ucap Akasa dengan tegas yang membuat Hazel mengembangkan senyum nya mendengar ucapan Akasa yang penuh dengan perhatian dan kekesalan.


“Sejak kapan aku punya kamu?” dengus Hazel menggoda Akasa yang hanya berdecak mendengar ucapan gadis di belakangnya tersebut.

__ADS_1


“Emang kamu mau diganggu kamu. Siapa yang tau dia ngehubungin kamu lagi buat balas dendam dan hanya penasaran sama kamu karena kamu yang terus nolak dia?” sarkas Akasa yang membuat Hazel mendengus tak suka mendengar jawaban Akasa karena sebenarnya bukan jawaban itu yang ia inginkan.


Akasa tak pernah menarik garis lurus untuk hubungan mereka. Semua masih saja semu, tak ada ketegasan di dalamnya. Akasa mengatakan jika laki-laki tersebut menyukainya, bersikap seolah-olah Hazel adalah miliknya. Namun dirinya masih saja dekat dengan banyak wanita di belakang Hazel. Akasa memang tidak pernah memberitahunya untuk menjaga perasaan Hazel namun Akasa yang selalu bersikap aneh dan menyembunyikan banyak Hal dari Hazel membuat Hazel berpikir demikian.


Akasa membuat Hazel maju tanpa bisa mundur. Namun di depan hanya ada jalan panjang tanpa akhir. Mundur pun tak bisa karena Akasa seolah menahannya. Hazel benar-benar dibuat bingung dengan keadaan ini.


“Ditanya malah ngelamun,” ucap Akasa sambil memukul kaki Hazel menyadarkan gadis tersebut dari lamunannya. Hazel hanya mengerucutkan bibirnya saja mendengar ucapan laki-laki tersebut.


“Iya iya Akasa,” ucap Hazel dengan malas malasan membuat Akasa hanya menggeleng mendengar jawaban Hazel.


Setelahnya mereka terus melanjutkan pembicaraan mereka hingga motor Akasa sampai di depan rumah Hazel karena Hazel mengatakan ingin pulang dan tak ingin kemana-mana dulu.


***


Hi guys aku balik lagi nih dengan cerita baru aku.


Jangan lupa juga buat vote, koment, dan like ya. Dukungan kalian semangat ku.


Jangan lupa juga buat Follow akun sosial media aku ya guys. Ig: Hilmiatulhasanah dan Wphilmiath


See you next chapter guys.


Thank for Reading.


Dan ya buat kalian jangan lupa buat baca cerita ku yang lain ya. Yang pasti gak akan kalah seru dari kisah ini. Jadi langsung cek profil aku aja ya guys.

__ADS_1


Bentar jangan pergi dulu, aku juga bawa cerita dari temen aku nih. Cerita yang bakalan buat kalian betah bacanya. So langsung di cek aja ya, sekalian nunggu Hazel dan kawan-kawan update mending mampir ke cerita aku yang baru. Masih anget nih.



__ADS_2