Anyelir

Anyelir
Daffodil


__ADS_3

Fyi "Daffodil memiliki arti menghormati, cinta bertepuk sebelah tangan, dusta"


***


Hazel berjalan sambil menendang kerikil yang berada di jalan hingga sebuah mobil berhenti tepat di sampingnya. Hazel segera menoleh dan sontak dibuat terkejut saat melihat siapa yang kini berada di mobil sambil menatap datar tersebut.


"Sial, bisa nya semesta kompak banget buat gue ada di masalah begini,” gerutu Hazel saat melihat wajah datar laki-laki yang kini sudah membuka kaca jendela mobilnya tersebut.


“Masuk,” perintahnya tegas. Tanpa bisa menolak akhirnya Hazel segera masuk ke dalam mobil tersebut. Sebenarnya jika bisa ia ingin menghilang saja daripada berada di situasi seperti ini. Laki-laki yang kini berada di sampingnya tersebut adalah kakaknya.


Rasanya kini Hazel merasa begitu sial. Karena di saat ia dan Akasa kini sedang terlibat dalam masalah kakaknya malah datang. Benar- benar datang di waktu yang tidak tepat.


“Dimana Akasa? Kenapa pulang sendiri? Jalan kaki lagi,” pertanyaan beruntun dari Tara dan pernyataan yang begitu tajam dari kakaknya tersebut membuat Hazel kini menampilkan cengirannya dan menatap kakaknya tersebut dengan lembut.


“Ada kok, cuma Hazel pengen olah raga aja Bang,” ucap Hazel dengan alibi nya yang melah membuat Tara berdecih mendengarnya. Tara sudah begitu mengenal Hazel, ia lah orang yang paling tahu bagaimana dengan Hazel di antara keluarganya. Dan tentu ia akan tahu jika adiknya tersebut berbohong.


“Mau bohong sama Abang? Hazel tau kan Hazel gak bisa bohong dari Abang? Udah kelihatan jelas dari mata Hazel kalau Hazel boleh sama abang,” ucap Tara dengan begitu tegasnya pada Hazel. Tatapannya kini begitu tajam menatap adiknya tersebut. Hazel menggigit bibirnya, ini lah salah satu kelemahannya. Ia paling tidak bisa berbohong jika ada kakaknya. Laki-laki tersebut pasti akan langsung mengetahuinya.


“Mau Hazel yang jawab, atau Abang?” tanya Tara yang kini malah membuat Hazel menaikkan sebelah alisnya mendengar pertanyaan dari kakaknya tersebut. Bagaimana bisa malah kakaknya itu yang akan menjawabnya? Memangnya apa yang ia tahu? Bahkan laki-laki tersebut tak ada di sana.


“Emang Abang tau apa?” tanya Hazel menaikkan sebelah alisnya menatap kakaknya tersebut dengan penuh tanda tanya.


“Abang tau Akasa punya pacar,” ucap Tara acuh. Hazel terkejut mendengar pernyataan kakaknya tersebut. Hazel penasaran apa saja yang kakaknya tersebut tahu dan bagaimana kakaknya tersebut dapat mengetahuinya.

__ADS_1


“Abang punya mata-mata?” tanya  Hazel menyipitkan matanya, menatap kakaknya tersebut curiga. Tara seolah tahu apapun yang terjadi pada Hazel. Ia seperti memiliki sekutu sebagai mata-mata di belakang Hazel.


“Mungkin?” ucap Tara tanpa memandang Hazel karena kini Tara begitu fokus dengan jalanan di depannya. Ia tentu tak ingin untuk membuat adiknya tersebut berada dalam bahaya. Bahkan kini ia mengemudi dengan begitu lambat tak seperti saat ia tak bersama Hazel, ia akan mengemudi dengan begitu cepat.


“Hazel gak suka kakak mata-matain Hazel,” tegas Hazel. Baginya, ia bukan lagi anak kecil. Namun kakaknya tersebut terus saja memperlakukannya seperti anak kecil.


“Kakak ngelakuin ini demi Hazel. Kakak udah minta Hazel untuk ikut kakak tapi Hazel malah nolak. Kakak hanya takut sesuatu yang buruk terjadi lagi ke Hazel,” ucap Tara dengan begitu seriusnya. Hazel terdiam. Ia tahu kakaknya menjadi begitu posesif karena rasa cinta nya begitu besar untuk Hazel apa lagi baginya Hazel sudah begitu banyak menghadapi masalah.


“Hazel gak bisa jauh dari orang tua kita bang. Meskipun sekarang kita sama Ayah ada di koto yang berbeda namun kita masih ada di daerah yang sama,” ucap Hazel tulus. Kini Hazel menundukkan kepalanya dada nya kini terasa sesak.


Tara yang melihat hal tersebut memejamkan matanya sebentar lalu segera menepikan mobilnya. Setelah berada memarkirkan mobilnya, Tara segera memeluk adiknya tersebut yang kini sudah menangis. Ingatakan Hazel kini sudah seperti kaset rusak segera kenangan buruk yang ia alami terus saja berputar.


“Abang di sini Hazel. Abang gak akan biarin ada orang yang nyakitin Hazel lagi. Kakak gak akan biarin orang itu buat lecehin Hazel lagi,” ucap Tara dengan penuh amarah nya. Saat mengingat semua yang adiknya alami, itu benar-benar membuat Tara marah. Ia ingin membawa adiknya tersebut untuk pergi dari sana namun Hazel selalu menolaknya. Bahkan setelah pelecehan yang dia alami.


Hazel memang pernah mengalami pelecehan dan pelakunya adalah papa tirinya sendiri. Namun sampai saat ini hanya Hazel, Tara, serta Fara yang mengetahuinya. Hubungan Hazel dulu dengan papa nya begitu dekat namun laki-laki tersebut malah melakukan pelecehan pada Hazel. Walau tak sampai merenggut kesucian gadis tersebut.


Saat itu Hazel bahkan begitu depresi hingga membuatnya hampir mengakhiri nyawanya. Namun beruntung Tara datang ke sebuah taman untuk mencari Hazel yang ternyata sudah pingsan dengan tangannya yang penuh luka.


“Abang takut, Abang takut kehilangan Hazel. Abang takut terjadi sesuatu pada Hazel dan akhirnya membuat Hazel melakukan hal bodoh lagi,” ucap Tara yang kini sudah memeluk Hazel dengan begitu erat. Air mata laki-laki tersebut bahkan sudah mengalir.


“Abang capek-capek bawa Hazel berobat untuk nyembuhin mental kamu, tapi mereka kembali membuat adik abang hancur dan menghancurkan mental adik Abang,” ucap Tara dengan begitu sinisnya. Ia tahu jika Self injury yang pernah Hazel derita kini ternyata masih gadis tersebut derita. Padahal Tara mengira jika adiknya tersebut sudah sembuh.


“Abang tahu selama di Jakarta Hazel melakukannya lagi,” ucap Tara lagi yang membuat Hazel semakin terkejut mendengar pernyataan kakaknya tersebut. Padahal ia sudah berusaha untuk menutupinya dengan baik.

__ADS_1


“Hazel orang yang begitu baik dan hanya memikirkan tentang orang lain. Abang mohon hentikan. Dan ikut abang untuk ke Malaysia. Kita berjuang lagi untuk mengobati Hazel,” ucap Tara dengan tatapan memohonnya saar mereka sudah melepaskan pelukan mereka. Namun Hazel menjawabnya dengan gelengan.


“Hazel sudah lebih baik, apalagi dengan abang di samping Hazel,” ucap Hazel dengan senyumnya. Tara menghapus air mata adiknya tersebut sambil mengelus nya lembut.


“Kenapa? Karena Akasa? Hazel gak mau ninggalin dia? Hazel udah liat sendiri dia bukan orang yang baik. Dan Abang gak akan setuju lagi untuk Hazel dengan sama dia,” ucap Tara dengan begitu tegasnya. Hazel memejamkan matanya. Ia tahu semua ini akan terjadi.


“Bukan karena Akasa, tapi Hazel emang baik-baik aja Bang,” ucap Hazel dengan begitu lembutnya sambil mengelus tangan kakaknya tersebut. Tara memejamkan matanya sambil menarik nafasnya dalam.


“Katakan saja kalau Hazel setuju, kapan pun itu. Abang tunggu.


***


Hi guys aku balik lagi nih dengan cerita baru aku.


Jangan lupa juga buat vote, koment, dan like ya. Dukungan kalian semangat ku.


Jangan lupa juga buat Follow akun sosial media aku ya guys. Ig: Hilmiatulhasanah dan Wphilmiath


See you next chapter guys.


Thank for Reading.


Dan ya buat kalian jangan lupa buat baca cerita ku yang lain ya. Yang pasti gak akan kalah seru dari kisah ini. Jadi langsung cek profil aku aja ya guys.

__ADS_1


Bentar jangan pergi dulu, aku juga bawa cerita dari temen aku nih. Cerita yang bakalan buat kalian betah bacanya. So langsung di cek aja ya, sekalian nunggu Hazel dan kawan-kawan update mending mampir ke cerita aku yang baru. Masih anget nih.



__ADS_2