
Fyi "Garlic memiliki arti kekuatan, kegagahan"
***
Akasa kini tengah bersama dengan Bimo di tempat bermain billiard. Tak hanya mereka berdua kini sudah ada teman-teman Akasa yang juga sudah bermain di sana.
“Emang ya kalian, bukannya pulang ngampus langsung pulang malah nangkring di sini,” ucap Angga sambil menggelengkan kepalanya melihat tempat bermain billiard milik Bimo yang kini sudah dipenuhi oleh sahabatnya tersebut.
“Sok anak mama kon,” ucap Bimo menimpali yang membuat Angga kini malah tertawa mendengar nya. Sahabatnya yang lain hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat hal tersebut.
“Sa, diem mulu. Sini lah main jangan galau mulu,” ucap Bimo pada Akasa yang sedari tadi hanya diam sambil bermain game di sofa yang berada di pojok ruangan. Akasa sama sekali tidak peduli dengan ucapan sahabatnya tersebut.
“Aku dengar Hazel udah dateng kan?!” ucap salah satu teman Akasa yang kini tengah bermain billiard bersama dengan dengan Bimo juga Angga serta satu teman lainnya di meja yang tak terlalu jauh dari tempat Akasa kini duduk.
“Iya, tadi aku juga liat dia di parkiran,” ucap teman Akasa yang lain menimpali. Akasa yang awalnya begitu fokus pada ponselnya kini mengalihkan perhatiannya pada temannya yang tengah membicarakan Hazel.
“Tuh Sa, udah dateng katanya. Mending nanti kamu samperin terus minta maaf sama dia,” ucap Bimo menasihati. Rasanya Bimo sudah tak tahan melihat sahabatnya yang akhir-akhir ini hanya murung. Bahkan saat bersama Selin Akasa sering kasar dan main tangan pada wanita tersebut namun tak ada rasa bersalah pada diri laki-laki tersebut. Bahkan yang lebih parah, Akasa suka sekali memanfaatkan Selin dan meminta uang pada Selin. Bukannya tak punya uang namun Akasa hanya memanfaatkannya saja namun Selin malah memberikannya begitu saja.
“Ye malah diem aja,” ucap Bimo yang malah membuat Akasa berdecak lalu kembali fokus pada ponselnya.
“Woy woy, tau gak tadi aku ke minimarket dekat cafe kelihatan siapa di depan cafe?” tanya Miko salah satu teman Akasa dengan begitu hebohnya sambil meletakkan belanjaan yang dibawanya ke atas meja yang berada di depan sofa depan Akasa.
“Kuyang?” tanya Bimo dengan acuh karena kini gilirannya yang bermain.
“Aku ketemu Hazel, dia lagi sama cowok juga,” ucap Miko yang kompak membuat teman-temannya menoleh ke arah Miko dengan memelototkan matanya karena merasa Miko berkata di waktu dan cara yang tidak tepat.
Akasa yang mendengarnya kini memelototkan matanya tajam. Bimo yang baru akan membuka mulutnya untuk melarang Akasa menghampirinya kini malah terlambat karena Akasa sudah lebih dulu berdiri dan mengambil jaketnya. Dengan terburu-buru Akasa segera keluar dari tempat tersebut untuk menghampiri Hazel.
Saat keluar benar saja ternyata Hazel baru saja akan masuk ke mobilnya.
__ADS_1
“Hazel,” suara panggilan tersebut kompak membuat Hazel juga Fernando dengan kompak menoleh ke arah sumber suara. Hazel berhasil dibuat terkejut saat melihat siapa yang memanggilnya. Mata gadis tersebut bahkan kini sudah memelotot saat melihat laki-laki yang kini sudah berdiri di depannya dengan wajah datarnya.
“Akasa?!” gumam Hazel yang cukup terkejut melihat kedatangan Akasa, sedangkan Fernando kini di buat bingung dengan kehadiran Akasa karena ia tak mengetahui siapa Akasa.
Dengan langkah cepat nya Akasa menghampiri Hazel lalu berdiri di samping gadis tersebut dan menatap datar pada Fernando yang kini menatapnya kebingungan.
“Siapa Zel?” tanya Fernando dengan kebingungannya. Baru saja Hazel akan menjawabnya namun Akasa malah lebih dulu merangkul Hazel sambil membekap mulut gadis tersebut agar tak bersuara.
“Pacar Hazel. Kamu ngapain sama pacar orang?” tanya Akasa dengan tatapan tajamnya pada Fernando yang kini jelas terkejut mendengar ucapan Akasa tersebut.
Hazel yang berhasil melepaskan tangan Akasa dari mulutnya tersebut langsung menatap tajam pada Akasa yang terlihat acuh.
“Hazel, bilang dia gak punya pacar,” ucap Fernando dengan menaikan sebelah alisnya yang terlihat menantang.
“Nyatanya dia emang pacar aku,” ucap Akasa acuh.
“Gak asik banget,” kesal Hazel yang setelahnya langsung masuk ke mobilnya di bagian penumpang. Ia benar-benar kesal pada Akasa. Akasa menghembuskan nafasnya kasar lalu segera masuk ke mobil Hazel. Dan melakukannya dengan kecepatan sedang.
Melihat Hazel yang begitu takut pada Akasa, Fernando berpikir jika Akasa memang kekasih Hazel. Hal tersebut membuat Fernando gusar karena Hazel ternyata sudah mempunyai seseorang di hatinya.
Selama di perjalanan tak ada yang memulai pembicaraan. Mereka saling diam dan tak ingin membuka suara. Hingga akhirnya Akasa menepikan mobilnya untuk berbicara pada Hazel.
“Gue mau pulang. Disini gak ada makanan ngapain berhenti?” tanya Hazel dengan begitu ketusnya pada Akasa yang kini menghembuskan nafasnya sambil memejamkan matanya mendengar ucapan Hazel yang seolah enggan jika terus berlama-lama berada di sekitarnya.
“Aku tahu aku salah. Maafin aku Zel,” ucap Akasa sambil menundukkan kepalanya. Rasanya ia begitu tak kuat jika harus menatap Hazel. Untuk kedua kalinya ia menyakiti Hazel.
“Berapa kali lagi kamu ngucapin itu Sa? Yang kali ini apa? Khilaf atau taruhan lagi?” tanya Akasa dengan begitu tajamnya. Tatapan Hazel kini terasa begitu menusuk pada Akasa yang sama sekali tidak berani menatap Hazel.
“Aku lagi ngomong Akasa,” ucap Hazel yang kesal karena Akasa tak menatapnya saat berbicara. Akasa menghembuskan nafasnya lalu menoleh ke arah Hazel dengan tatapan sendunya.
__ADS_1
“Aku salah Zel. Untuk kesekian kalinya aku nyakitin kamu,” ucap Akasa dengan perasaan bersalahnya.
“Kamu tau kamu salah dan bisa nyakitin aku. Tapi kenapa masih kamu lakuin? Salah aku apa Sa?” tanya Hazel sendu. Selama bersama Akasa ia berusaha menjaga dirinya agar tidak menyakiti Akasa namun laki-laki tersebut malah terus saja menyakitinya.
“Kita cuma main-main Zel. Karena aku gak bisa buat nyentuh kamu akhirnya aku malah mikirin hal bodoh itu. Tapi aku berani sumpah Zel, aku sama cewek itu benar-benar gak ngelakuin hal lebih Zel dan kita gak punya hubungan apapun,” ucap Akasa dengan lelah. Mendengar ucapan tersebut Hazel berdecak dengan senyuman sinisnya. Main-main? Apa Akasa sedang cosplay jadi kupu-kupu?
“Gue bahkan gak bisa main-main sekedar duduk sama cowok lain, gue capek ada di posisi gini Sa,” ucap Hazel sambil memejamkan matanya.
“Gue mau pulang, gue capek,” ucap Hazel lalu memilih mengubah posisinya menjadi sedikit rebahan dan matanya yang terpejam melihat ke arah jendela dengan tangannya yang bersedekap dada menandakan jika pembicaraan mereka tak ingin lagi Hazel bahas.
Akasa akhirnya hanya bisa mengalah dan segera melajukan mobilnya menuju ke arah rumah mereka.
***
Hi guys aku balik lagi nih dengan cerita baru aku.
Jangan lupa juga buat vote, koment, dan like ya. Dukungan kalian semangat ku.
Jangan lupa juga buat Follow akun sosial media aku ya guys. Ig: Hilmiatulhasanah dan Wphilmiath
See you next chapter guys.
Thank for Reading.
Dan ya buat kalian jangan lupa buat baca cerita ku yang lain ya. Yang pasti gak akan kalah seru dari kisah ini. Jadi langsung cek profil aku aja ya guys.
Bentar jangan pergi dulu, aku juga bawa cerita dari temen aku nih. Cerita yang bakalan buat kalian betah bacanya. So langsung di cek aja ya, sekalian nunggu Hazel dan kawan-kawan update mending mampir ke cerita temen aku ini ya. Tapi jangan lupa balik lagi ya.
__ADS_1