
Selesai baca minta bantuan like, koment dan votenya ya kak....
----------------------------------------------
Satu tahun sudah kepergiaan Anya, perusahaan Rico berkembang sangat pesat. Dia sudah tidak memikirkan wanita. Kekecewaan sudah teramat dalam ia rasakan. Ia menyibukkan diri dengan pekerjaan.
Setiap hari ia pulang malam berangkat pagi. Sampai kedua orang tuanya khawatir Rico tidak mau menikah.
Mereka tidak pernah tahu masalah apa yang dihadapi Rico, yang mereka tahu Rico hanya memikirkan pekerjaan.
Hubungan antara Rico dan Rachel kembali lagi seperti semula, tapi tetap tidak bisa seperti dulu.
Rico lebih memilih sibuk dengan pekerjaanya, sedangkan Rachel masih belum sudi mengurus perusahaan papanya, dia memilih untuk foya-foya.
Setiap malam minggu Rachel selalu keluar masuk club.
Yang berbeda dari hubungan mereka adalah, Rico sekarang sudah tidak mau berhubungan badan dengan Rachel . Bagi Rachel itu tidak masalah, terpenting Rico sekarang jadi miliknya seutuhnya.
Yang jadi targetnya Rachel saat ini adalah ia ingin menikah dengan Rico, beberapa kali ia bicara dengan Rico supaya segera dilamar, tapi Rico seperti tidak menghiraukan.
Malam ini Pak Broto dan Bu Broto mengajak Rico untuk ngobrol. Mereka menuju ke ruang kerja Rico. Disitulah Rico berada bila kebetulan ada di rumah.
" Ric, papa mau ngobrol, kerjaan bis dipending?"
Rico mendongakkan kepalanya, dia melihat Papa dan mamanya.
" Bisa pa, tumben, ada apa ?"
" Ini papa tidak bermaksud mencampuri urusan kamu, tapi mama kamu khawatir, kamu terlalu sibuk, sepertinya, kamu belum memikirkan rumah tangga ?".
" Ya Ric, mama jujur sudah pingin nimang cucu, dari kamu".
Rico mengambil nafas dalam...
" Kamu kan sudah punya Rachel kapan kita melamar Rachel ?
Mama Rico menyambung kalimatnya tadi.
" Terserah papa mama, mau melamar kapan, sepertinya Rachel siap dilamar kapan saja"
" Baiklah kalau begitu, kami akan urus semua, kamu nanti tinggal meluangkan waktu bila saatnya tiba".
__ADS_1
" Baik terserah mama saja" jawaban singkat Rico, sambil sekali lagi sibuk dengan pekerjaanya.
" Pa, kok Rico sepertinya nggak semangat sih, mereka kan pacaran lama?" Tanya Bu Broto.
" Nggak pa pa, mungkin karena sibuk, jadi Rico ogah-ogahan gitu jawabnya".
Ditentukan pesta pertunangan Rachel dan Rico akan dilakukan dalam bulan ini juga. Segala macam persiapan telah dilakukan.
Pertunangan mereka diketahui oleh khlayak, sebab selain terkenal sebagai pewaris dari pengusaha kaya, mereka berdua memiliki wajah bak aktris dan aktor, sehingga pertunangan mereka diliput oleh televisi swasta dan beberapa berita online.
Tamu yang datang tidak banyak, hanya beberapa saudara dan teman-teman dekat mereka yang mendapat undangan.
Terlihat jelas wajah mereka sangat sumringah karena bahagia, kecuali satu, Rico. Bagi Rico itu adalah protokoler saja, selebihnya terserah.
Saat acara utama penukaran cincin sudah dilaksanakan acara selanjutnya bebas. Mereka ngobrol dan saling bercanda. Acara tersebut diadakan di halaman belakang rumah Rachel yang luas dan ditata indah. Di tengah-tengahnya terdapat kolam renang.
Rachrl berjalan masuk ke rumahnya. Dia bermaksud untuk ke kamar mandi yang ada di kamarnya sebentar.
Dia terlihat sangat bahagia. Akhirnya.... ia akan menjadi Nyonya Rico.
Saat akan sampai di kamar pribadinya, tiba-tiba ada yang memegang lenganya dari belakang. Rebecha kaget dan membalikkan badan dengan cepat.
Laki- laki yang pernah berbulan madu denganya selama sehari semalam ada di hadapanya.
Rachel tentu saja hafal betul dengan laki-laki yang ada dihadapanya. Dia merasa ketakutan ketahuan Rico.
" Kamu !!, bagaimana kamu bisa tahu rumahku !?"
dengan suara tertahan supaya tidak ada yang mendengar.
" Aku kolega Rico, aku diundang Rico", Rachel kaget dia membawa masuk laki-laki itu ke kamarnya.
"Tolong, jangan sampaikan bagaimana kita dulu pada Rico, tolonglah" Rachel memohon kepada laki-laki tersebut.
Dengan senyum licik, pria itu merasa berada di atas angin.
" Boleh, tapi dengan satu syarat...." Lelaki itu sengaja mengambangkan kalimatnya.
" Apa ? apapun akan aku lakukan ?"
" Sekarang kamu harus melayaniku, karena aku betul-betul rindu dengan permainanmh"
__ADS_1
Rachel terbelalak, dia tidak menyangka syaratnya akan seperti itu. Bila lelaki ini minta uang, baginya tidak masalah, tapi bila harus siap diajak tidur??.
" Jangan seperti ini, mana mungkin aku melayanimu setiap kamu ingin"
" Itu sebagai ganti karena kamu pernah mematikan telpon istriku, sekarang dia selalu marah padaku dan sering menolak bila aku ajak berhubungan"
Rachel tidak bisa bicara apa-apa lagi. Saat lelaki didepanya mulai mendekati dan melucuti pakaiannya satu persatu.
Saat lelaki tersebut mulai menyentuhnya awalnya Rachel diam saja karena bingung, tapi karena sentuhan-sentuhan pada tempat-tempat tertentu membuat Rachel yang memang sudah lama tak tersentuh lelaki menjadi mulai ....... Dia mulai melenguh kenikmatan.
Sampai lelaki dihadapanya melepaskan celananya juga, dan mulai melakukan pergumulan seru. Mereka saling memagut, saling mencium, saling menggigit seperti dulu pada saat mereka pernah melakukan di hotel.
Tapi karena ini sekaligus untuk meluapkan rasa rindu, mereka tampak lebih menggebu-ngebu.
Rachel sudah melupakan sekitarnya, yang dia inginkan, dia mendapatkan kepuasan.
Mereka tidak sadar, dibalik jendela, ada yang memperhatikan apa yang mereka lakukan. Pria tersebut tidak hanya melihat, tapi sekaligus merekam perbuatan Rachel dan lelaki tersebut.
Akhirnya sampailah mereka pada klimaksnya, mereka terkapar di atas kasur Rebecha.
Sambil mengenakan semua yang tadi dilucuti lelaki tersebut, Rachel menanyakan identitas lelaki tersebut.
" Namamu siapa ?, kalau kamu mendapat undangan dari Rico, kamu pasti bukan orang sembarangan"
" Aku Lingga, Rico adik kelasku waktu SMA, sekarang kami terikat kontrak kerja sama pekerjaan'
" Oke Lingga, terima kasih hari ini kamu telah memberiku kepuasan, selanjutnya aku yang akan menghubungi kamu"
" Baiklah, aku akan menunggu kabar darimu, sepertinya itu lebih menantang, daripada aku yang menghubungimu, tapi jangan main-main denganku" Ancam Lingga.
"Akj akan menghubungimu, akj janji".
Rachel kembali lagi ke tempat dimana acara pertunangan tadi dilakukan, Orang-orang masih ramai di belakang rumah.
Rachel mencari Rico dan menemukanya, dia segera bergelayut manja di lengan kokoh Rico.
Sementara Lingga yang baru selesai merapikan diri, menyusul Rachek yang sudah keluar duluan.
Di tempat lain. Ada seorang pria yang mengamati video rekamanya, sambil tersenyum. Aku punya kartu truf buatmu Rachel, dan kamu tidak akan bisa apa-apa bila kartu ini aku sebarkan.
Sementara itu tamu di belakang rumah semakin lama semakin berkurang. Para pelayan mulai membersihkan ruangan.
__ADS_1
Keluarga Rico dan keluarga Rachel ngobrol di ruang dalam. Mereka bergurau kesana kemari.
Sementara seperti biasa Rico memegang pekerjaan dengan menggunakan ponselnya. Hal ini sebenarnya membuat jengkel Rachel. Untuk menghilangkan rasa jengkelnya, Rachel juga menyibukkan diri dengan ponselnya, sampai keluarga Rico berpamitan untuk pulang.