Anyelir

Anyelir
Kebahagiaan Anya


__ADS_3

Kepergiaan Anya sebenarnya tidak jauh dari Jakarta, sekarang ia berada di Tangerang, ia mendaftar menjadi pegawai di salah satu perusahaan, dan diterima. Karena kecerdasanya tak ada perusahaan yang akan menolaknya.


Tanpa disadari satu bulan sudah Anya meninggalkan rumah, nomor telepon ia ganti yang baru.


Ibunya yang di Belandapun sudah tahu dimana Anya. Tapi Anya sudah berpesan supaya ibunya tak memberitahu Rico atau siapapun.


Dalam kurun satu bulan Rico bolak balik Jakarta Belanda. Tapi ibu Anya tidak pernah memberitahu keberadaan putrinya.


" Sudahlah Rico, kamu hidup baik-baik dengan istri kamu, papa kamu juga sudah sayang dengan mantu mudanya. Biarlah Anya hidup tenang sendiri, Jangan ganggu Anya. Biarlah Anya tenang dengan hidupnya".


" Tapi saya mencintai Anya bu, Saya nggak bakalan bisa melupakanya, dan nggak mau melupakan Anya".


" Ibu benar tidak tahu Anya dimana, tapi Anya keluar dari rumahmu ibu tahu, itu sudah pilihan Anya, jadi jujur ibu tidak bisa memberitahu dimana Anya, sebab memang Anya tidak memberitahu dia dimana, tapi yang jelas Anya baik-baik saja, itu yang dikabarkan Anya pada ibu".


" Aku boleh minta nomor ponselnya bu".


" Maaf Ric, nggak bisa, ibu sudah janji pada Anya.


Serasa akan lolos tulang yang ada di tubuh Rico. Ia sudah tak bisa berbuat apa-apa lagi untuk menemukan Anya.


Sejak kejadian itu Rico tak pernah sudi mendekati kamar Briana.


Ia selalu tidur di kamarnya dan Anya.


Beberapa kali Briana berusaha merayu Rico saat Rico lupa tak mengunci pintu, tapi endingnya Ana yang selalu kecewa.


Dengan terang-terangan Rico mengusir Briana dari kamar.


Tapi bukan Briana kalau ia menyerah, sekarang tak bisa, lusa ia akan berusaha merayu Rico lagi. Briana memiliki keyakinan suatu saat Rico pasti akan luluh dengan kegigihanya.


Malam nanti ia akan berusaha melancarkan serangan, bila perlu dengan memakai lengerie milik Anya. yang pasti disukai oleh Rico.


Dia punya rencana dahsyat untuk malam ini.


Briana tersenyum puas.


Mas Rico nanti malam kamu pasti akan takluk dihadapanku, akan aku buat kamu meminta lagi dan lagi.


Akan aku buat kamu memohon-mohon padaku.


 


Pagi ini Anya hendak berangkat kerja, tapi entah kenapa kepalanya sangat pusing dan mual, ia selalu ingin muntah.


Ia berfikir mungkin masuk angin, semalam memang dia kurang tidur, ia harus bekerja sampai larut.


Itu terjadi setiap pagi, antara pukul delapan sampai sepuluh, setelahnya ia baik-baik saja.

__ADS_1


Mbak Ida, orang yang lebih tua lima tahun darinya memperhatikan kelesuan Anya di jam-jam itu.


" De Anya sakit ?"


" Ngga tahu ni mbak, setiap jam segini rasanya pasti pusing dan mual"


" Jangan-jangan De Anya hamil, periksa gih !"


Anya terhenyak kaget, Anya mengingat-ingat kapan terakhir ia mendapatkan menstruasi.


Anya ternganga, karena memang selama ini kesibukanya tinggi, bantu pekerjaan suami, merawat mertua sampai tekanan batin membuat ia lupa kapan terakhir nggak dapet.


Dan akhir-akhir ini dia memang sengaja menyibukkan diri dengan kerjaan kantor, sehingga dia melupakan hal tersebut.


Nanti pulang kantor aku akan periksa ke dokter kandungan.


Anya deg-deg an saat dipanggil oleh suster untuk periksa kehamilan.


"Mari bu, silahkan duduk", Anya duduk di tempat yang ditunjuk dokter.


" Bagaimana ibu, ada keluhan ?"


" Ya Dok, tidak seperti biasanya, akhir-akhir ini setiap pagi saya selalu muntah dan mual".


" Silahkan saya periksa dulu".


Perawat menyediakan USG, dan dokter mulai memeriksa perut Anya.


Dokter tersenyum.


" Ibu haid terakhir kapan ?"


" Saya lupa dokter, tapi sepertinya, bulan ini dan bulan kemarin saya nggak dapet".


" Mari Ibu, silahkan duduk" Anya berdiri dari tempat tidur dan berpindah ke tempat duduk.


" Jadi begini ibu, memang kandungan ibu sudah ada janin, berusia sekitar 8 minggu, dan saya lihat janinya kuat".


Anya langsung berteriak.


" Syukurlah dokter, saya sudah mengharapkan bayi ini sekian lama, terima kasih dokter". Anya menitikkan air mata.


" Syukurlah ibu, saya akan memberi obat untuk dikonsumsi ibu".


" Maaf dokter, saya pernah periksa di Jakarta kandungan saya tipis, sehingga sulit untuk hamil, apa solusinya Dok".


" Nanti saya tambah obat penguat kandungan ibu, yang penting ibu hati-hati saja, bayi dijaga baik-baik".

__ADS_1


" Baik dokter".


Dalam perjalanan pulang dari praktik dokter, Anya exsited banget, sehingga dia memilih jalan kaki saja untuk pulang, toh rumahnya nggak jauh dari praktik dokter. Supaya dede bayinya sehat.


Sepanjang jalan, tak hentinya Anya mengucap syukur dan mengelus perutnya, sambil terus berlinangan air mata.


Kamu anak mama Nak, kita hanya hidup berdua saja, tak akan ada yang mengganggu kita. Mama akan merawatmu dan mendidikmu dengan baik.


Sampai di rumah kontrakan saking gembiranya Anya langsung menghubungi ibunya di Belanda.


" Ibu, Anya hamil"


" Apa ? Ya Tuhan terimakasih, Syukurlah Nak, ibu bahagia buatmu dan calon cucu ibu", mereka sama-sama berlinang air mata.


" Ibu perlu datang Nak ?, ibu temani ya ?"


" Nggak usah bu, besok aja kalau sudah dekat melahirkan, ibu temani aku".


" Baiklah Nak, jaga diri baik-baik, kerjanya jangan terlalu ngoyo, kamu udah punya tabungan, ingat kandungan kamu lemah".


" Ya bu tenang aja, ibu kan kenal Anya ?"


" Justru ibu kenal kamu, makanya ibu khawatir, ibu suruh mbo ipeh nemeni kamu ya ?"


Mbo ipeh biasa bantu keluarga Anya cuci baju dan seterika, juga bersih- bersih rumah.


Anya dan ibunya tidak puas hasil cucian mesin, sehingga walaupun punya mesin cuci, tapi jarang dipakai.


Dan mereka tahu betul cara kerja mbo ipeh yang cekatan.


" Terserah ibu ".


" Baiklah nanti ibu hubungi, kamu tenang-tenang disitu ya sayang, jangan mikirin macam-macam, nanti usia kandunganmu semakin tambah akan ibu temani".


" Ya bu".


Anya kembali mengelus perutnya yang masih rata, ia tersenyum sambil menitikkan air mata.


" Mama sayang kamu Nak, mama nggak akan menyerahkan kamu pada siapapun, kamu akan tetap aman dengan mama, apapun yang terjadi di depan mama akan tetap merawatmu".


Anya mengambil ponselnya, ada keinginan kuat untuk menghubungi suaminya. Walaupun tak pernah menghubungi tapi Anya tetap menyimpan no ponsel Rico.


Sama dengan Rico, Anyapun masih sangat mencintai Rico, tapi keadaanlah yang membuat mereka tak bisa bersatu.


Setiap hari ibu Anya selalu menghubungi untuk menanyakan kabar, walaupun hanya sebentar. Bahkan kedatangan Rico berkali-kali ke Belanda tak pernah luput dari Anya. Anya pasti tahu.


Malam ini rasa rindu Anya pada Rico semakin membuncah, rasa ingin dilindungi dan dimanja oleh suami saat kondisi seperti ini semakin besar.

__ADS_1


Andaikan kamu tahu sayang, cinta ini tak pernah bisa aku padamkan. Tapi sebelum kepergianku, kamu begitu dingin padaku, bahkan menanyakan bagaimana kabarku saja tidak, ini pilihan sulit, tapi tetap harus aku lakukan.


__ADS_2