Anyelir

Anyelir
Amaryllis


__ADS_3

Fyi "Amaryllis memiliki arti kebanggaan, pemalu, dan kecantikan yang memuaskan"


***


Seperti yang sudah direncanakan sebelumnya kini Hazel dan Akasa memutuskan untuk pergi ke kebun binatan yang berada di Surabaya. Hazel kini terlihat begitu antusias saat mereka memasuki kebun binatang tersebut. Di belakangnya Akasa tersenyum dengan senang karena Hazel yang sudah kembali ceria seperti seperti sebelumnya lagi.


“Wah banyak banget hewannya,” ucap Hazel dengan begitu antusiasnya saat mulai menjelajahi salah satu kebun binatang terluas yang berada di asia tenggara tersebut. Kebun Binatang Surabaya memang merupakan kebun binatang terlengkap se-Asia Tenggara karena di dalamnya terdapat lebih dari 2.236 binatang, termasuk satwa langka Indonesia maupun dunia yang terdiri dari mamalia, aves, reptilia, dan pisces.


“Iyalah, ini tuh kebun Binatang terlengkap di Asia Tenggara,” ucap Akasa menyembombongkan yang malah membuat Hazel berdecih mendengarnya. Namun tak dapat Hazel dipungkiri jika ucapan Akasa tersebut memang benar adanya. Jangan heran jika Akasa menyombongkan wisata yang ada di kotanya tersebut karena memang Akasa dan Hazel sering kali beradu argumen hanya untuk saling menyombongkan Jakarta dan Surabaya. Padahal setiap kota sama-sama memiliki keunggulannya masing-masing.


“Akasa, liat ini spesies kamu,” ucap Hazel dengan begitu antusiasnya saat melihat banyak nya buaya yang berada dalam satu kandung besar.


Akasa yang mendengarnya hanya tersenyum sambil menggeleng sama sekali tidak tersinggung dengan ucapan Hazel. Atau justru ia sudah terbiasa dengan ucapan tersebut karena memang Hazel yang sering mengatakan jika Akasa itu buaya.


“Iya, sama-sama setia kan,” ucap Akasa dengan menaik turunkan alisnya. Hazel menatap Akasa dengan menaikkan sebelah alisnya hingga tawa gadis tersebut menggelegar mendengar pernyataan Akasa tersebut.


“Dari segi mananya kamu setia? Kamu tuh buaya darat, oh nggak kamu tuh kupu-kupu,” ucap Hazel dengan tawanya. Akasa yang kini di buat bingung mendengar pernyataan Hazel.


“Emang beda ya antara kupu-kupu sama buaya?” tanya Akasa yang Hazel balas dengan anggukan.


Kini mereka sudah kembali berjalan untuk melihat hewan lain yang berada di kebun binatang tersebut dengan berjalan beriringan.


“Beda, kalau kupu-kupu tuh ada bonus nya. Meskipun suka hinggap sana hinggap sini bonusnya dia itu ganteng,” ucap Hazel yang kini sontak terdiam dan menghentikan langkahnya. Hazel sepertinya menyadari jika ia salah bicara dan mengatakan jika Akasa tampan secara tidak langsung.


“Jadi aku ganteng?” tanya Akasa dengan memainkan alisnya menggoda gadis yang kini menghentikan langkah nya tersebut.


“Engga ya,” ucap Hazel tergas lalu segera pergi lebih dulu meninggalkan Akasa dengan pipi nya yang sudah bersemu seperti kepiting rebus.


Meskipun Akasa itu tampan namun Hazel masih saja tak mau mengakui secara langsung jika Akasa tampan. Hazel hanya tak ingin jika Akasa semakin percaya diri. Masih dengan tawanya yang begitu puas membuat Hazel blushing kini Akasa mengimbangi langkah Hazel yang mulai menjauh darinya lalu laki-laki tersebut merangkul pundak Hazel.


“Berat, gak usah rangkul-rangkul,” tandas Hazel yang masih malu pada Akasa. Akasa malah hanya terkekeh menanggapi ucapan gadis tersebut dan akhirnya memilih mengalah dengan membiarkan Hazel berjalan tanpa ia rangku.

__ADS_1


***


Setelah puas berada di kebun binatang kini Akasa mengajak Hazel ke tempat yang begitu instagramable. Akasa sengaja mengajak Hazel Jalan Kembang Jepun dimana tempat tersebut menyajikan spot foto dengan ornamen khas cina. Dan jangan lupakan tempat ini juga menjadi tempat kuliner yang enak untuk makanan lokal maupun Cina.


Jangan tanya Hazel, ia begitu senang saat Akasa mengajaknya ke tempat yang penuh makanan seperti ini. Sedari tadi mereka memang belum makan dan Akasa begitu pas mengajaknya ke tempat dengan kuliner yang begitu menggugah selera.


“Aku harus cobain semua ini,” ucap Hazel dengan matanya yang berbinar melihat banyaknya kuliner yang tersaji di sana.


“Aku ikut aja,” ucap Akasa dengan senyumannya.


Sesuai dengan janjinya kini laki-laki tersebut benar-benar mengajak Hazel jalan-jalan dan menikmati waktu bersama dengan makanan tentunya. Lampu yang menghiasi tempat tersebut begitu indah memanjakan mata yang melihatnya.


Di tangan Hazel kini bahkan sudah banyak makanan yang dibawanya dan dicobanya. Akasa bahkan ikut turun tangan membantu gadis tersebut membawanya. Akasa hanya ikut mencicipi saja, bahkan melihat Hazel makan saja ia sudah di buat keyang.


Semakin malam tempat tersebut semakin ramai membuat Akasa begitu ekstra melindungi dan menjaga Hazel. Takut jika ada tangan nakal yang mengganggu gadis tersebut atau lebih parahnya lagi takut Hazel tersesat.


“Banyak orang gini kira-kira ada yang bakalan nyulik aku gak ya? Kamu harus selalu di sekitar aku, nanti ada yang nyulik aku gimana?” tanya Hazel dengan raut wajahnya yang di buat takut. Kini gadis tersebut menggandeng tangan Akasa dan masih saja sibuk dengan makannya. Melihat hal tersebut Akasa hanya bisa menggelengkan kepalanya.


“Dasar ya, kamu gak tau aja aku ini banyak manfaat nya. Pinter? Iya. Cantik? Apa lagi,” ucap Hazel menyombongkan dirinya yang membuat Akasa malah tertawa mendengar ucapan penuh percaya diri.


“Percaya diri banget,” ucap Akasa dengan tawanya.


“Woh ya jelas, gak pede gak idup,” ucap Hazel yang kini melepaskan tangannya dari Akasa. Akasa mengerutkan keningnya karena Hazel melepaskan tangannya.


“Kenapa di lepas?” tanya Akasa dengan tatapan tak sukanya, ia sudah terlalu nyaman dengan Hazel yang merangkul tangannya.


“Gak bakalan ilang juga,” ucap Hazel acuh lalu berjalan lebih dulu dari Akasa.


Namun tanpa laki-laki tersebut ketahui Hazel menyelip di antara kerumunan untuk mengerjai Akasa. Ia ingin melihat bagaimana reaksi Akasa saat tidak melihat dirinya di samping laki-laki tersebut.


Akasa yang menyadari jika Hazel tak ada di depannya ataupun di sampingnya berhasil di buat panik. Bahkan laki-laki tersebut kini sudah mendongak, matanya menelisik sekitar mencari keberadaan Hazel.

__ADS_1


Akasa begitu takut jika Hazel sampai hilang atau tersesat di antara kerumunan. Akasa tau Hazel bukan lah anak kecil namun tetap saja ia merasa takut. Akasa mengeluarkan ponselnya untuk menelpon Hazel.


Menyadari hal tersebut Hazel segera merangkul leher Akasa dari belakang. Karena tinggi nya yang lebih pendek dari Akasa ia jadi sedikit terangkat.


“Hazel, kamu bikin aku kaget aja,” ucap Akasa setelah melepaskan tangan Hazel dari rangkulannya lalu membawa gadis tersebut ke sampingnya.


“Aku cuma bercanda,” ucap Hazel dengan cengirannya. Akasa menarik nafasnya dalam.


“Sini aku gandeng aja, kalau ilang ribet nyari nya. Dimana lagi aku bakalan nemu cewek makannya kayak kuli gini,” ucap Akasa dengan candaannya yang membuat Hazel mengerucutkan bibirnya mendengar ucapan laki-laki tersebut.


“Piss aku bercanda doang, udah jangan cemberut. Makin gak nguatin kamu kalau gini,” ucap Akasa yang kini beralih menggoda gadis tersebut.


Hazel berhasil kembali di buat tersenyum mendengarnya.


Selanjutnya mereka melanjutkan kegiatan mereka menjelajahi kuliner yang berada di tempat tersebut.


***


Hi guys aku balik lagi nih dengan cerita baru aku.


Jangan lupa juga buat vote, koment, dan like ya. Dukungan kalian semangat ku.


Jangan lupa juga buat Follow akun sosial media aku ya guys. Ig: Hilmiatulhasanah dan Wphilmiath


See you next chapter guys.


Thank for Reading.


Dan ya buat kalian jangan lupa buat baca cerita ku yang lain ya. Yang pasti gak akan kalah seru dari kisah ini. Jadi langsung cek profil aku aja ya guys.


Bentar jangan pergi dulu, aku juga bawa cerita dari temen aku nih. Cerita yang bakalan buat kalian betah bacanya. So langsung di cek aja ya, sekalian nunggu Hazel dan kawan-kawan update mending mampir ke cerita aku yang baru. Masih anget nih.

__ADS_1



__ADS_2