Anyelir

Anyelir
Cinta datang dari yang lain.


__ADS_3

Perusahaan tempat Anya bekerja adalah perusahaan Turky yang dimiliki oleh keluarga Ekrem.


Perusahaan yang bergerak di bidang import peralatan rumah tangga asal Turky ini, sangat maju pesat.


Sebab barang-barangnya sangat berkelas dan bermutu tinggi, sehingga tak heran apabila penggunannya juga masyarakat berkelas.


Mr. Adskan Ekrem, adalah Boss di perusahaan ini, ia seorang duda beranak satu, Adskan Ekrem berusia kurang lebih sama dengan Rico.


Wajahnya khas campuran Timur Tengah dan Eropa.


Dia pandai bergaul dan ramah, sehingga ia sangat disukai oleh para pegawai.


Mr. Adskan, pulang pergi Indonesia Turky, dia lebih lama tinggal di Turky daripada Indonesia.


Sebulan tinggal di Turky, seminggu di Indonesia.


Tapi, ΔΊima bulan terakhir ini, entah mengapa ia betah tinggal di Indonesia.


Beberapa kali Anne (ibu) Adskan menghubunginya karena sudah ada tiga bulan ini Adskan tak pulang.


Ia memiliki felling Riana memiliki masalah keluarga, sehingga sudah tak bareng dengan suaminya.


Fellingnya memang tepat,


" Silahkan duduk everyone", dengan menggunakan bahasa Indonesia yang masih terbata bercampur dengan bahasa Inggris .


Anya duduk di depan boss-nya


" Bagaimana bayi kamu ? sehat?"


" Terima kasih Pak, sehat".


" Syukurlah, kamu juga sehat kan ?"


" Saya sehat wal afiat Pak", Senyum Anya merekah.


Mr. Adskan sangat menyukai senyum Anya.


" Oke everyone, bulan depan saham yang kita punya akan kita lepas sebanyak 40%, itu berarti kita hanya memiliki 60% saham saja, akan tetapi, apabila 40% itu jumlahnya melebihi 60%, siapa tahu ?, disini saya akan minta masukan dari semua kabag langkah paling ampuh menjual saham secara cepat dan tepat ?"


Pak Tirto mengacungkan tangan untuk. memberikan pendapatnya,


" Sekitar empat lima bulan yang lalu, rencana kita menjual saham sudah kita blow up, ada bebrapa pengusaha yang sebetulnya menanyakan rincian pasti kapan kita akan menjual saham".


Mr. Adskan menulis di notes apa yang disampaikan oleh Pak Tirto.

__ADS_1


" Oke sebelum kita bahas apa yang disampaiakan oleh Pak Tirto, mungkin ada masukan lagi ?"


Mereka semua memberikan masukan dan pendapat cara efektif menjual saham, tak terkecuali Anya, dan pendapat Anya menurut Mr Adskan paling top.


Mulai bulan ini pemberitahuan pelepasan akan diedarkan kembali lewat berita online.


Sebetulnya, metting sudah bubar, tapi Mr. Adskan ingin bicara dengan Anya langsung.


" Riana, ini nggak ada hubunganya dengan pekerjaan, lebih ke pribadi, boleh aku menanyakan sesuatu, aku to the point saja".


" Ya pak, ada apa ?, masalah kehamilan saya ?"


Mr. Adskan tersenyum pada Anya


" Jangan berpandangan negatif gitu, aku senang kamu hamil, kamu makin cantik, yang aku tanyakan, hubunganmu dengan bapak si bayi, baik-baik sajakah ?, kalau ini pribadi banget menurut kamu, ya nggak usah dijawab aku menghargai".


" Selama ini memang tak ada yang bertanya pada saya Pak, sehubungan denga suami saya, yang mereka gunjingkan hanya saya hamil nggak ada bapaknya".


Anya menarik nafas dalam,


" Hubungan kami memang tidak baik-baik saja, saya mencintai suami saya, begitu juga sebaliknya, tapi ada sesuatu kejadian membuat kami harus berpisah".


" Kejadian itu, sebuah rahasia? atau bisa kamu ceritakan ke orang lain".


Anya diam sangat lama, sehingga Mr. Adskan melanjutkan bicaranya,


Mr Adskan bingung, dia tak menyadari pilihan katanya tidak tepat.


" Ada apa ? ada yang salah ?"


Anya hanya menggelengkan kepalanya sambil tersenyum.


" Rumah kamu tidak jauh dari perusahaan?, beberapa kali aku lihat kamu jalan kaki?".


" Dua kilo meter pak, sekitar segitu, sekalian olah raga, supaya bayi saya lahir sehat"


" Boleh aku antar kamu kapan-kapan ?"


Anya kebingungan memandang bossnya, dan pandangan bingung Anya terbaca jelas di mata Mr. Adskan. Wajah bingung Anya menurut Mr. Adskan menambah kecantikan Riana.


" Aku suka kamu Riana, kamu tidak perlu menjawab kalau kamu nggak ingin, tapi aku memang harus bicara jujur sama kamu, daripada aku pendam itu sangat menyiksa, tapi kalau salah aku minta maaf".


Rentetan kalimat Mr. Adskan semakin membuat Anya tidak paham,


Cobaan apa lagi ini, fhuuuuuh, batin Anya.

__ADS_1


" Maaf Pak Adskan boleh tudak aku jawab".


" Itu hak kanu".


" Baiklah Pak, kalau tidak ada yang perlu dibicarakan saya akan pamit kerja lagi".


" Silahkan".


Anya segera menuju keluar, tapi saat Anya keluar dan menutup pintu ruang metting, ia bersandar pada pintu, sebab dadanya terasa berdegub kencang.


Sementar si Jogja Rico berencana kembali ke Jakarta toh selama ini yang dihindari akhirnya mengejarnya ke Jogja juga.


Beberapa bulan yang lalu papa-nya meminta maaf karena Briana memohon supaya diberi tahu dimana suaminya, karena kasihan akhirnya papa Rico memberitahukan dimana Rico berada.


Karena kesibukan, sehingga Rico lupa bahwa ia lima bulan yang lalu ada janji dengan Zein.


Ia berencana menghubungi sahabatnya itu, setelah selesai mengepak barang-barangnya.


" Hallo Brooo, tumben kirain dah lupa sama aku", kalimat pertama kali yang dikeluarkan oleh Zein.


" Ya nih Broo, sori sibuk banget, sampai ngga ingat pernah janjian sama kamu"


" Janjian ??.... Oh ya gimana ? kamu bisa ketemu kapan sama aku, sori bro aku juga lupa kita pernah janji ketemu, akspedisiku lagi rame-ramenya", terdengar jawaban Zein dari seberang.


" Ok, nanti aku hubungi kalau aku dah sampai Jakarta".


" Oke broo, aku tunggu".


Rico melanjutkan berkemas-kemas, ia ingin segera kembali ke Jakarta lagi, ia merasa sekarang tak perlu ada lagi yang dihindari.


Nanti saat sampai di Jakarta ia aka. segera menghubungi Zein.


😏😏😏😏😏😏😏


Udahan dulu buat hari ini ya readers-kuu, seperti janjiku hari ini aku crazy up 4 episode,


Semoga episode - episode hari ini bisa menjawab beberapa pertanyaan readers.


Loh kok begini loh kok begitu ?


Sengaja zheyeeeenk... πŸ€—πŸ€—πŸ˜


Tunggu episode selanjutnya besok yaaa


Jangan lupa support terus Author, dengan like, Koment n vote yang banyak yuuuk 😍😍😍😍

__ADS_1


Saranghaeyo ❀❀


__ADS_2