
Fyi "Heliotrope memiliki arti kesetiaan, cinta yang abadi"
***
“Gue gak pernah masalah lo mau jadian sama siapapun karena nyatanya kita cuma temen dan gue sadar di mana posisi gue, tapi lo salah karena gak mau pacaran sembunyi-sembunyi dan buat abang gue tau. Kalau lo emang masih mau deket sama gue harusnya abang gue gak tahu tentang gimana elo,” ucap Hazel dengan begitu tegasnya. Tatapannya tersebut kini terlihat begitu serius. Akasa belum pernah melihat tatapan tersebut terpancar dari mata Hazel.
Hazel yang biasanya memang galak namun masih ada senyuman di bibir gadis tersebut, masih ada kehangatan dalam tatapannya. Hazel biasanya juga akan berubah menjadi kekanakan dan terkesan manja. Namun yang ada di hadapannya kini begitu berbeda.
“Aku tau aku salah Zel. Aku udah berusaha buat nutupin ini. Karena emang aku gak pernah serius sama cewek itu. Fokus aku cuma kamu Zel,” ucap Akasa dengan tatapan penuh harapnya agar Hazel mau kembali dan memaafkannya.
“Abang gue susah di taklukin, seenggaknya lo harus buat abang gue bisa nerima lo,” ucap Hazel apa ada nya lalu segera berdiri dari posisi duduknya. Akasa memperhatikan gadis tersebut dengan bingung.
“Bentar lagi kelas gue mulai, mending lo balik ke fakultas lo juga,” ucap Hazel lalu segera pergi dari sana. Ia tak tahu apa keputusannya salah dengan memberikan kesempatan lagi pada Akasa, atau justru memang ini keputusan yang benar.
Lagi pula ia hanya memberikan maaf dan ruang untuk mereka dekat lagi sebagai teman. Namun benarkah ia bisa menganggap Akasa hanya sebatas teman? Apa lagi mereka juga sudah pernah mengungkapkan perasaan satu sama lain. Dan Akasa malah mengkhianati perasannya itu.
“Pulang kampus aku anter balik?” tanya Akasa menawarkan. Hazel yang mendengarnya membalikkan tubuhnya sambil menggelengkan kepalanya.
“Gue sama Abang gue,” ucap Hazel lalu benar-benar pergi dari sana.
Dulu Akasa pikir mendapatkan Hazel akan mudah. Apa lagi keluarga mereka yang sudah saling mendukung. Namun ternyata Hazel malah memiliki satu anggota lain yang menentangnya. Dan sialnya malah itu kakak Hazel sendiri dan memiliki sikap galak dan keras.
***
Seperti makan malam sebelum-sebelumnya. Makan malam kali ini terasa canggung dan hanya ada suara dentingan dari alat makan juga ocehan Roy yang terdengar. Mereka sesekali menanggapi. Berbeda dengan satu laki-laki yang kini duduk di samping Hazel dan hanya diam saja.
“Mama gak pernah liat kamu sama Akasa lagi, apa kalian berantem?” tanya Tari saat mereka sudah selesai dengan acara makan mereka.
“Engga kok Ma, cuma emang lagi gak ada waktu aja,” ucap Hazel acuh.
__ADS_1
Tari tentu tak percaya begitu saja mengingat bagaimana Hazel dan Akasa yang biasanya selalu bersama setiap hari namun beberapa hari ini ia bahkan tak melihat laki-laki tersebut sekedar datang ke rumahnya sebentar saja. Tanpa Tari ketahui sebenarnya Akasa pernah datang namun Tara malah langsung mengusirnya.
“Beneran?” tanya Tari memastikan. Hazel menghela nafasnya saat tahu ibunya tersebut tak mempercayai ucapannya.
“Iya Ma, lagian sekarang Akasa udah punya pacar jadi dia pasti sibuk sama pacar nya,” ucap Hazel yang sontak membuat kedua orang tuanya tersebut terkejut mendengarnya.
“Akasa punya pacar? Kok bisa? Padahal kalian udah deket banget dan dia sering ke sini,” ucap Tari yang merasa tak terima karena Akasa yang malah menyakiti anaknya tersebut. Memangnya orang tua mana yang mau jika anaknya disakiti? Meskipun biasanya ia selalu mendukung Akasa namun kali ini ia cukup kecewa pada laki-laki tersebut.
“Ya namanya juga cowok meskipun cewek ini, suka sama cewek itu, di mana-mana juga ada cabangnya. Namanya juga memilah dan memilih,” ucap Papa tiri Hazel menengahi. Tara yang mendengar ucapan laki-laki tersebut terkekeh.
“Ketahuan banget emang buaya," ucap Tara dengan tawa sinisnya. Hazel memelototkan matanya mendengar ucapan kakak nya tersebut.
"Bang," tegas Hazel pada kakaknya tersebut karena tak ingin menyakiti perasaan ibunya tersebut saat suaminya sendiri di hina oleh anaknya.
"Kenapa? Kan emang kerjaan buaya gak bisa diem di stay di satu tempat tapi malah ke mana-mana. Nge ghosting anak orang emang kerjaan para buaya kan? Kalo abang mah suka sama satu orang akan abang perjuangin sampai dapet. Tahap memilih nya itu pas kita udah menjalani hubungan. Kalau udah emang gak cocok ya bicarain," ucap Tara dengan tegas dan sinisnya. Setiap orang memiliki pandangan yang berbeda-beda dan Hazel tahu itu.
Namun menyampaikannya di depan Mama nya yang kini memiliki dua pendapat berbeda dari suami dan anaknya tersebut hanya terdiam.
"Abang ke luar dulu," ucap Tara lalu mengelus puncak kepala Hazel sayang sambil tersenyum menenangkan seolah mengatakan jika ia baik-baik saja.
"Masuk kamar jangan lupa kunci pintu, kita gak tau kapan orang jahat bisa bertindak," sinis Tara sambil menatap suami ibu nya tersebut sekilas lalu setelahnya ia segera pergi dari sana.
"Hazel ke kamar dulu," ucap Hazel lalu setelahnya segera masuk ke kamarnya. Dan sesuai perintah kakak nya ia mengunci pintu kamarnya karena memang ia selalu mengunci pintu kamarnya saat ia sendiri.
Tara kini hanya duduk di pos satpam depan rumahnya sekedar mencari udara segar sambil nyebat. Saat pikirannya tengah kacau memang laki-laki tersebut melampiaskannya dengan sebatang rokok.
Saat tengah asyik dengan kegiatannya sendiri. Tiba-tiba saja gerbang yang dibuka membuat laki-laki tersebut menoleh dan mendapati Akasa yang kini tengah berjalan dengan membawa makanan.
Melihat hal tersebut Tara segera menghampiri laki-laki tersebut dengan wajah datarnya.
__ADS_1
"Ngapain lo ke sini?" Tanya Tara dengan tatapan tajam dan wajah datarnya pada Akasa yang malah menampilkan senyumnya.
"Eh ini Bang, aku mau ketemu Hazel. Sekalian bawa martabak buat yang lain," ucap Akasa dengan senyumannya namun tak merubah wajah datar Tara.
"Lo pikir gue gak mampu buat beli begituan? Gak usah nyogok gue atau keluarga gue, mending lo pergi," ucap Tara mengusir pada laki-laki tersebut.
Akasa mengepalkan tangannya. Menahan kepalan tangannya tersebut, juga menahan mulutnya agar tidak nyolot berbicara dengan Tara. Mengingat mulutnya tersebut memang begitu lancang dan filter nya agak rusak filter nya.
"Aku mohon bang. Bang aku serius sama Hazel," ucap Akasa dengan tatapan memohonnya yang membuat Tara berdecak mendengarnya.
"Balik gak lo? Kalo lo emang serius sama adek gue, lo gak akan nyakitin adek gue. Omongan lo basi, jadi mending lo balik, gue enek liat lo," ucap Tara mengusir Akasa. Lalu segera membuat patung rokok nya dan menginjak nya hingga mati. Lalu setelahnya ia segera pergi dari sana dan meninggalkan Akasa yang menghembuskan nafasnya melihat sikap Tara.
"Buat bapak," ucap Akasa yang akhirnya memberikan makanan yang ia bawa pada satpam rumah Hazel.
"Wah makasih ya Mas," ucap Satpam tersebut lalu segera pergi dari sana dengan kekecewaannya karena ia tak bisa untuk menemui gadis tersebut
***
Hi guys aku balik lagi nih dengan cerita baru aku.
Jangan lupa juga buat vote, koment, dan like ya. Dukungan kalian semangat ku.
Jangan lupa juga buat Follow akun sosial media aku ya guys. Ig: Hilmiatulhasanah dan Wphilmiath
See you next chapter guys.
Thank for Reading.
Dan ya buat kalian jangan lupa buat baca cerita ku yang lain ya. Yang pasti gak akan kalah seru dari kisah ini. Jadi langsung cek profil aku aja ya guys.
__ADS_1
Bentar jangan pergi dulu, aku juga bawa cerita dari temen aku nih. Cerita yang bakalan buat kalian betah bacanya. So langsung di cek aja ya, sekalian nunggu Hazel dan kawan-kawan update mending mampir ke cerita aku yang baru. Masih anget nih.