Anyelir

Anyelir
Ruangan menakjubkan di dalam bunker


__ADS_3

Pak Broto memerintahkan Pak Hasan untuk melaporkan diculiknya Anya ke polisi. Beliau khawatir bila beliau sendiri atau Rico yang lapor akan berakibat buruk pada Anya.


Mereka khawatir penculik juga mengawasi mereka berdua sehingga membuat nyawa Anca terancam.


Sementara Rico menghubungi Pak Bowo untuk mengabarkan hilangnya Anya. Tentu saja dengan pesan jangan sampai calon ibu mertuanya kaget dan membuat ketakutan.


Rico dan Pak Broto berusaha supaya mama Rico tidak mendengar kabar tersebut.


Hari ini mereka tidak berangkat ke kantor, sebab ada rencana yang akan disampaikan oleh polisi ke mereka walaupun lewat jalur telepon.


Telepon berbunyi dari seberang sana memperkenalkan diri.


Pak Broto mengangguk-angguk mendengarkan apa yang disampaikan. Karena menggunakan pengeras suara sehingga Rico pun tahu apa rencana polisi.


Sebelum ke rencana, polisi dari sebrang sana juga menanyakan siapa kira-kira yang dicurigai.


Rico memceritakan mengenai Rachel yang merupakan mantan tunanganya. Karena dia merasa sakit hati diputus oleh Rico.

__ADS_1


"Tapi itu baru asumsi saya pak, sebab hanya Rachel yang nggak suka dengan Anya. Anya tidak punya musuh pak" Jawaban Rico saat ditanya oleh polisi.


Ponsel Anya dihubungi Rico berkali-kali sudah tak aktif lagi. Tapi untunglah Rico sempat sreenshoot dimana lokasi ponsel Anya berada sehingga memudahkan polisi dalam menemukan jejak.


Tiga hari berlalu Anya diculik. Ia masih berada si tempat persembunyian. Untunglah di tempat itu ada persediaan makanan sehingga untuk masalah perut Anya tidak kebingungan, yang ia inginkan saat ini hanya satu pulang ke rumah.


Sekali lagi Anya merasa sedih karena harus mengalami nasib seperti ini.


Dia mempercayai bahwa Rachellah yang menculiknya, bukan yang lain. Sebab selama ini ua tidak memiliki musuh siapapun itu.


Tapi setiap dia akan keluar masih ada suara-suara preman di atasnya, sehingga mengurungkan niatnya untuk keluar.


Saat ia menangis sedih di atas kasur, pandanganya tertuju pada sebuah kotak. Kotak berwarna keemasan terletak tersembunyi di belakang lemari kaca berisi perabotan kuno dari emas.


Anya berjalan menuju kotak tersebut. Dia bermaksud meraih kotak berwarna emas tersebut. Belum habis dia menarik kotak, secara tiba-tiba lemari kaca di depan kotak bergerak.


Anya terpekik kaget. Tapi ia segera menutup mulutnya dengan kedua tanganya. Ia takut para preman mendengarkan suaranya.

__ADS_1


Di balik lemari kaca, terdapat satu ruang lagi. Anya ragu-ragu saat mau masuk. Tapi ada rasa penasaran dalam hatinya.


Anya melangkahkan kakinya dengan pelan. Saat mulai masuk, satu persatu lampu di atasnya hidup.


Anya takjub, rumah siapa ini. bagaimana mungkin rumah yang kelihatan sederhana di atas, di bawah justru tampak luar biasa.


Lukisan tampak tertempel di dinding, dengan lampu yang langsung menyorot ke lukisan.


Ada galeri lukisan di bawah tanah. Anya melihat-lihat ada lukisan-lukisan terkenal disitu. Pemiliknya pastilah orang yang suka seni dan berduit, sebab disitu terdapat banyak lukisan hasil karya pelukis-pelukis ternama.


Anya tidak paham lukisan, tapi ia mengenal beberapa pelukis dunia dengan kebiasaanya membaca.


Anya berdecak kagum. Siapa pemilik rumah ini. Bagaiman mungkin lukisan yang sangat berharga ada di ruang bawah tanah.


Berawal dari ketakutan jadi timbul tanda tanya besar pada diri Anya. Betulkah ini rumah lain Rachel.


Kelihatanya mereka keluarga pengusaha, bukan kolektor lukisan. Kalau bukan mereka lalu siapa yang menyekapnya disini?

__ADS_1


__ADS_2