
Anya tidak tahu, dibelakangnya ada preman yang mengejarnya, sehingga dia berlari dengan lambat. Karena ia merasa capek juga.
Sementara jalanya menuju perkampungan masih dua kilometer lagi.
Anya merasa ia sudah berjalan terlalu lama, hingga staminanya turun, capek dan takut sudah menderanya.
Anya berlari kecil sambil terus menitikkan airmata.
Lamat-lamat ia mendengar suara-suara orang berlari di belakangnya, sambil berteriak.
" Kita berpencar !! kalian kanan jalan, kami kiri jalan !!"
Anya semakin ketakutan, suara itu semakin lama semakin mendekat.
Matanya semakin kabur, tertutup airmata, air saling berlomba berloncatan dari mata Anya. Rasa takut ditangkap lagi menguasai mentalnya yang mulai drop. Ia tidak mau masuk rumah itu lagi.
Dia sudah berlari dengan kencang, tapi rasanya masih disitu-situ juga. Anya hampir putus asa.
Tiba-tiba dari samping kanan badanya ditarik oleh seseorang. Anya memekik ketakutan.
Tapi orang tersebut segera membekap mulutnya sehingga Anya hanya bisa meronta-ronta.
Orang yang membekapnya terlihat tinggi tegap, ditemani oleh beberapa teman lainya.
Anya lemah lunglai. Akhirnya dia tertangkap lagi. Dari kesedihan yang mendalam membuat Anya pingsan di pelukan orang tersebut.
Anya dibopong oleh orang-orang tersebut. Dibawa pergi ke tengah hutan, menuju jalan setapak. Mereka berlari begitu cepat tanpa suara.
Anya masih berada digendongan pria-pria kekar, dia masih pingsan dan belum siuman.
Sementara preman yang mengejarnya madih menyisir sepanjang ilalang. Mereka bergerak dengan cepat.
Tentu saja, karena bila gagal menemukan Anya, nyawa taruhan mereka.
__ADS_1
Lamat-lamat terdengar suara mobil dari arah jalan raya. Preman-preman saling pandang.
" Tiarap, kita tidak tahu siapa mereka"
Bersamaan mereka tiarap, menyembunyukan diri dari mobil yang lewat.
Perkiraan mereka benar, ada tiga truk polisi menuju arah villa tempat mereka menyekap Anya.
" Jalan menunduk, jangan sampai kita ketahuan mereka".
" Bos, Badro dan Juncto, masih di pangkalan, gimana bos"
" Hubungi mereka, supaya bersembunyi. Jangan sampai polisi tahu identitas kita. sekarang, sementara kita bersembunyi, jangan kembali ke markas dulu."
" Baik boss"
Salah satu preman menghubungi temannya yang masih ada dalam markas.
" Badro, ada polisi menuju ke markas, kalian segera sembunyi, cepat !!"
Sementara itu, mereka sudah kehilangan Anya yang dibawa oleh beberapa orang bertubuh besar dan tegap.
Mereka tetap berlari menuju ke arah jalan besar dengan tanpa memikirkan Anya lagi.
Sekitar satu jam kemudian, salah satu preman menghubungi boss besarnya.
"Boss, markas kita dikepung polisi"
"Hah, bagaimana bisa ?"
"Kami juga tidak tahu boss".
"Bagaimana kalian bisa segoblok ini, sampai polisipun mengendus jejak kita !!".
__ADS_1
" Satu lagi boss... ".
"Apa !!"
"Anya lolos Boss"
"******. ****** ******, dasar kalian tak ada gunanya, buat apa digaji gede kalau kerja kalian ***** seperti ini ?!!"
Saat si boss mengumpat-umpat, preman tersebut menjauhkan ponsel dari telinganya.
" Bagaimana dengan markas ??, clear ?!, tak ada jejak yang bisa meninggalkan identitas kita??"
"clear boss, mereka tidak bakalan tahu siapa kita".
" Kembali ke pangkalan pusat !!"
"Baik boss!"
"Dasar manusia-manusia ***** !!, bagaimana mungkin polisi bisa tahu posisi kami, manusia-manusia tak berguna!!" umpatan-umpatan kesal si boss, tentu saja tanpa lawan bicara.
"Kemana larinya wanita murahan itu !, kurang ajar ! gaea-gara dia, polisi jadi tahu, tempat persembunyian barang-barang berhargaku !, awas saja kalau sampai mereka menemukan harta karunku, sampai lobang semutpun, kamu akan aku kejar Anyaaa!!"
Si boss berbicara dengan keras, sambil menggebrak meja.
Kemarahan tertumpah ruah ke Anya, dua merasakan dendam yang luar biasa kepada Anya.
Karena Anya harta bendanya akan ditemukan oleh polisi.
"Andai saja kemarin saat di bunker aku tangkap dia, pasti tidak akan terjadi hal seperti ini. Kenapa aku biarkan saja dia disana, ****** ****** ****** !!"
Si boss membanting dan melempar apa saja yang ada di kantornya.
Selanjutnya, dia akan berpura-pura bersikap tenang, dan melakukan lagi perannya sebagai seorang pengusaha.
__ADS_1
Sambil menyusun rencana selanjutnya. Rencana mencari Anya sekaligus membunuhnya, karena Anyalah segala bentuk kejahatanya bisa terungkap.
'Sebelum polisi menemukan wanita itu, aku harus segera menemukanya terlebih dahulu, supaya rahasiaku tidak terbongkar', batin Si boss.