
Tanpa sadar kaki Rico melangkah ke arah dimana Anya berdiri.
Semua mata menatap ke arah mereka,
Anya tampak berkaca-kaca, sedang Rico dengan harunya memeluk Anya. Mereka tak mempedulikan sedang berada dimana saat itu.
Yang mereka pedulikan saat ini adalah perasaan mereka berdua.
Rico masih memeluk Anya, sedang Anya menangis di dada Rico, sampai tuxedo yang dipakai Rico basah.
Pak Hasan yang terlebih dulu sadar dengan kondisi ini. Sebelumnya beliau terharu, wanita yang dirindukan selama berbulan-bulan ini oleh atasanya, akhirnya ditemukan tanpa mereka sangka caranya.
" Maaf Mr. Adskan Ibu Riana adalah istri boss kami yang lama menghilang". Ujar Pak Hasan sambil berbisik.
" Oooo", Mr. Adskan mengangguk-anggukkan kepalanya, walau tersirat di matanya rasa kecewa, tapi dia memakluminya.
Anya menyurutkan langkahnya, Ia berbisik kepada Rico.
" Sayang kita dipandang semua orang", Rico tidak segera melepas pelukannya, dia menoleh ke belakang,
"Maaf, saya terlampaui bahagia". ujar Rico
Tangannya sama sekali tak melepaskan Anya, dia menggandeng Anya.
" Kalau bisa secepatnya kita tanda tangani perjanjian".
" Saya siapkan dulu berkasnya", Ujar Anya sambil melepaskan genggaman tangan Rico.
Mr. Adskan melihat jelas ada rona kebahagiaan di wajah Anya.
Beliau tersenyum, walaupun senyumnya tampak dipaksakan, tapi ia tulus ikut bahagia melihat rona kebahagiaan di muka Anya.
Anya menyiapkan semua berkas untuk ditanda tangani oleh kedua belah pihak.
Setelah selesai mereka ngobrol sejenak, dan Rico meminta izin kepada Mr. Adskan langsung untuk membawa Anya.
" Mohon maaf Pak Adskan, boleh saya membawa istri saya ? ada beberapa hal yang perlu kami bicarakan ?"
Mr. Adskan memandang Anya sekilas, dia melihat ada rasa terkejut di wajah Anya. Tapi tak apa, sebagai pegawai Anya luar biasa, dia berhak mendapatkan penghargaan dari hasil kerja kerasnya selama ini.
" Ooo ya silahkan Ibu Anya hari ini saya anggap melakukan perjalanan kerja di luar".
" Terima kasih Pak Adskan", jawab mereka serempak.
Sementara Pak Hasan dan Pak Rexy hanya senyum-senyum melihat kebahagiaan mereka berdua.
__ADS_1
Mereka pamit kembali ke Jakarta.
Sampai di luar ruang pertemuan, semua mata pegawai tak lepas memandang mereka, mereka melihat bagaimana si tampan yang baru saja mereka bicarakan menggandeng mesra salah satu pegawai kantor ini, yang sedang hamil.
Semuanya bertanya-tanya, mata mereka menuju ke salah satu pegawai yang ikut pertemuan.
Pegawai tersebut tersenyum sambil meletakkan jari telunjuk di atas bibir.
Hal itu menambah rasa penasaran mereka...
Sementara Rico dan Anya seolah tak peduli dengan sekitarnya. Mereka terus-terusan saling pandang.
" Pak Hasan Mas Rexy kembali dulu".
" Baik Pak", jawab mereka sambil tersenyum.
Tentu saja mereka memaklumi boss mereka yang sedang dimabuk cinta.
Sementara, pegawai Mr. Adskan yang baru masuk ruang diberondong dengan berbagai pertanyaan oleh pegawai lain.
Ia tersenyum-senyum penuh arti.
" Apaan si pak cerita dooong",
" Aku nggak akan cerita panjang lebar, yang jelas mereka adalah suami istri yang lama terpisah, dan di kantor kita inilah mereka bertemu kembali".
Pria tersebut mengaguk-anggukkan kepala.
" Pantaaas, dia tampak beda dengan kita, jadi gimana mereka bisa terpisah?"
" Mana aku tahuuu ".
Dijawab pegawai dengan serempak,
"Huuuuuuu".
Pegawai tersebut mempercepat langkahnya sambil tertawa.
Di tempat lain, mereka yang sedang rindu berat, sambil saling mrnggenggam tangan Rico bertanya pada Anya,
" Aku lihat kamu baik-baik saja, bagaimana keadaan anak kita ?"
Sambil mengelus perutnya Anya menjawab,
" Bayi kita sehat"
__ADS_1
Rico memandang istrinya dengan penuh rasa rindu.
" Awas nyetirnya hadap ke depan", ujar Anya sambil tersenyum.
"Kita mau kemana ini, jangan pulang ke rumah ya, kita jalan-jalan ke puncak aja, satu minggu disana, mau ya ?"
" Aku kan kerja, nggak bisa liburan panjang".
" Nggak usah kerja, kamu keluar saja, bantu aku memgelola perusahaan kalau kamu nggak mau nganggur, yang penting kamu harus tetap ada di sampingku" kelihatan sekali Rico bucin.
" Ya, itu difikirkan nanti, sekarang biarlah aku menikmati masa kerjaku dulu".
" Kita ke dokter kandungan dulu ya, aku pingin lihat kondisi bayi kita, mau kan ?"
Anya menganggukkan kepala.
Mereka sampai ke Rumah Sakit, sampai di ruang dokter, Ricolah yang paling aktif menanyakan ini dan itu, sedangkan Anya hanya senyum-senyum melihat tingkah suaminya.
Dokterpun ikut tersenyum, dan memaklumi kondisi suami yang baru akan memiliki anak.
Keluar dari rumah Rico merangkul pundak Anya, dia sesekali mancium ubun-ubun Anya, beberapa orang melihat kejadian tersebut dan mereka tersenyum memaklumi.
Istri yang cantik dan sedang hamil, siapa yang tak ingin memanjakan.
Sampai di dalam mobil, sekali lagi Rico mencium perut istrinya,
" Jagoan papa, besok kalau dah gede kita main bola bareng ya ? atau basket, terserah kamu aja papa ngikut".
Anya tertawa melihat tingkah suaminya.
Sepanjang jalan, mereka saling bergenggaman tangan.
Ternyata apa yang dirasakan Rico, turut dirasakan Anya juga.
Merena tampak saling merindukan, dan berbahagia, seolah tak ada yang bisa melepaskan mereka berdua.
Rico membawa mobil menuju ke arah luar Jakarta, ia tak ingin menyianyiakan kesempatan untuk selalu bersama dengan Anya.
Membersamai dan mendukung wanita yang ia cintai selama menyambut kelahiran anak pertama ini.
πππππππππ
Tuh kaaa, aku tambah satu bonus episode yaaa
lanjutannya besok lagi
__ADS_1
jangan lupa, vote, vote, vote dibanyakin ya, biar Anyelir peringkatnya naik lagi
Saranghaeyo πππ