Anyelir

Anyelir
Liarnya Rachel


__ADS_3

Sementara di tempat lain di Indonesia, Rachel meliak liukkan tubuhnya yang hampir telanjang di sebuah club. Malam ini Rachel tampak begitu cantik dan menarik. Dia sangat menikmati alunan musik yang dimainkan oleh DJ. Beberapa temannya juga sama, sedang asik mengikuti alunan musik.


Mereka tidak sadar, ada beberapa pasang mata yang memperhatikan mereka. Mereka sudah berada di bawah kekuasaan minuman beralkohol. Dan seperti yang lain, yang sedang berdisco, mereka sudah tidak mempedulikan lainya.


Rachel menuju ke bar untuk menikmati tegukkan terakhir yang tadi ia letakkan di meja bar. Lalu bergabung lagi dengan teman-temannya di lantai disco.


Terlihat tubuh Rachel, semakin lama semakin sempoyongan dan hampir jatuh. Untung ada pria yang segera memegang tubuh Rachel yang sempoyongan.


Pria tersebut menuntun Rachel duduk di sudut, dimana dia tadi memperhatikan gerak gerik Rachel.


" Take me away from here, I want to go wherever you are " dengan tatapan mata yang sayu dan menggoda. Kelihatanya Rachel memang sudah betul-berul dikuasai oleh minuman beralkohol itu, sampai otaknya sudah tak bisa diajak berfikir waras.


" Really you want to come with me ?", tanya pria tersebut dengan mata tampak berbinar.


"Of course ", Rachel langsung bergelayut manja di leher pria tersebut sementara teman-teman Rachel masih asik menikmati alunan musik DJ, tanpa menyadari bahwa satu temanya telah menghilang dari lantai dansa.


Pria tadi memapah tubuh Rachel dengan hati-hati. Di ujung lorong karena sudah tidak sabaran Rachel ia gendong menuju ke parkir mobil. Tampak ringan terlihat jelas.


Mereka menyusuri jalanan yang mulai sepi.


" Kamu mau kemana ?" Tanya pria tersebut.


" Terserah kamu, yang penting aku ikut ".


Pria tadi mengarahkan mobil ke arah puncak, dia bermaksud menyewa villa. Sementara Rachel mulai terlihat resah, dan berkali-kali menanyakan apakah tujuanya masih jauh.


Melihat itu si pria membelokkan mobilnya ke hotel terdekat dengan jangkauanya. Setelah pesan kamar mereka masuk kedalamnya. Dan sesuai perkiraan, sesudah masuk kamar terjadilah pergumulan seru dengan tidak sabaran antara Rachel dan pria tersebut. Sampai mereka capek dan akhirnya tertidur pulas.


Keesokan harinya Rachel terbangun dalam kondisi tanpa busana, dan hanya tertutup oleh selimut. Sementara kepalanya terasa pusing, mungkin efek dari minuman beralkohol.


Sementara dari kamar mandi terdengar gemericik suara air, Rachel mengingat-ingat apa yang semalam terjadi, Dan ia menyadari betul, bahwa kejadian semalam adalah keinginan mereka berdua.


Rachel memyusul pria tersebut ke kamar mandi. Pria itu awalnya terkejut. Tapi melihat Rachel berjalan ke arahnya dengan santai. Diapun mulai tersenyum. Dan sekali lagi di kamar mandi itu terjadi pergumulan antara mereka berdua.

__ADS_1


" Ini antara kita saja ya, tak ada komitmen, setelah ini kita pura-pura tidak kenal" Kata Rachel. Pria tersebut tersenyum. Dia tidak menyangka ada perempuan secantik ini menyerahkan diri tanpa syarat apapun, ini merupakan keberuntungan bagi dirinya.


" Oh Course, if that's what you want" Pria ini maklum, perempuan cantik ini pasti pernah hidup di negara barat, sehingga hal-hal semacam ini merupakan hal yang biasa bagi dirinya.


" Nanti antarkan aku ke club semalam, mobilku masih disana"


" Ya nanti aku antar kamu kesana, hmmm kita tidak mau semalam lagi tinggal disini ?"


Rachel memandang pria tersebut dengan sayu, Dia melihat kemana pria itu berada. sebelum menjawab dia memperhatikan pria tersebut. Dan menggeletakkan dirinya di samping pria itu. Pria disampingnya ini cakep dan atletis tidak kalah dengan pria-pria bule yang dikencaninya selama di London. Tubuhnya tegap dan aaaah, dia cukup luar biasa dalam bermain cinta.


Mereka tidak saling kenal, bahkan nama pun mereka tidak saling tahu.


Rachel mendekatkan badanya pada si pria, dan melingkarkan tangan pria itu ke tubuhnya.


"You want us one more night here ?" Tanya Rachel


( Kamu kenginginkan kita tinggal senalam lagi disini?)


"If you do not mind ?" Jawab pria tersebut.


" I think thats enought".


(Saya kira ini sudah cukup)


Pria tersebut tersenyum, sambil memeluk erat Rachel dan mencium rambutnya yang wangi.


" Ok, sekarang kita istirahat dulu, nanti malam aku antar kamu ke club semalam".


Sesudah makan siang yang sengaja mereka pesan untuk layanan kamar, mereka keluar ke balkon hotel, dimana pemandangan luar langsung mengarah ke danau buatan yang dikelilingi oleh pohon-pohon yang hijau.


Mereka seolah-olah pasangan yang sedang berbulan madu, dan sedang dimabuk asmara.


Padahal nama saja mereka tidak saling kenal, apalagi alamat. Dan mereka sengaja menjaga privasi satu dengan yang lain dengan tidak menanyakan identitas masing-masing.

__ADS_1


Tiba-tiba sang pria mendapatkan telepon. Dia meminta izin Rachel untuk menerima telepon.


Rachel meminta telepon pria tersebut dan mematikanya.


" Sori aku nggak suka diganggu, kalau lagi asik seperti ini, itu tadi telepon dari istrimu". Pria tadi mulai gelisah , dan Rachel melihat itu, sebelum lelaki yang menemaninya semalam ini semakin resah, Rachel mendekat dan .... pipi, bibir dan seluruh tubuh pria tersebut. Wanita ini memang liar dan luar biasa, dia bisa mengalihkan keresahan seorang pria dengan hanya sekali sentuhan.


Jam menunjukkan pukul enam sore, pria yang tak diketahui namanya ini mengantar Rachel ke Club. Selama di perjalanan mereka ngobrol, dan sekali lagi tanpa menanyakan identitas masing-masing.


Sementara Mama dari Rachel yaitu Bu Wulan kebingungan karena sehari semalam tidak bisa menghubungi anak gadisnya. Begitu pulang dan terlihat baik-baik saja Bu Wulan sangat lega.


" Darimana saja kamu Rachel, sehari semalam tidak bisa dihubungi mama, setidaknya kasih kabar ke, bahwa kamu baik-baik saja". Bu Wulan marah pada Rachel yang disambut Rachel dengan dengusan.


" Yang penting sekarang aku udah di rumah mama, sehat, dan nggakb kurang apa-apa kan, masih utuh".


"Bukan itu, selama kamu nggak bisa dihubungi wajar kan kalau mama khawatir, anak gadis nggak tahu dimana semalam nggak pulang, coba kamu tinggal di kampung habis deh kamu sama tetangga"


Mendengar perkataan mamanya Rachel malah tertawa ngikik.


"Kenapa kita nggak tinggal di kampung aja ya mah, biar seru, kayak selebritis". Rachel tertawa senang.


" Mama yang stress, bukan kamu, kamu mana peduli sama omongan orang, mama niih ya kerjanya mikir yang akhirnya sakit-sakitan, mikirin kamu".


" Paan si maaa, lebay"


Rachel bicara seperti itu sambil berjalan ke arah kamarnya, yang berada di lantai dua.


"Mama belum selesai bicara Rachel kamu anak gadis, perbaiki pergaulan kamu. Kamu pewaris papa, kamu harus mulai belajar bekerja!!" Teriak Mama Rachel dari bawah.


Sementara itu, Rachel tidak mempedulikan nasihat ibunya. Dia tetap berlalu meninggalkan ibunya menuju kamarnya yang nyaman untuk istirahat.


Sementara Mama Wulan masih tak habis pikir darimana dan dengan siapa Rachel sehari semalam, sampai tidak bisa dihubungi.


Tapi wajahnya menjadi ceria bila mengingat mungkin Rachel sudah berbaikan dengan Rico. Akhir-akhir ini Rachel kelihatan uring-uringan. Dia selalu pulang larut malam.

__ADS_1


Semalamlah puncak dari kekhawatiran Mama Wulan, anak tunggal tercinta tidak bisa dihubungi, bahkan ponselnya tidak aktif. Wajar apabila Mama Wulan khawatir.


__ADS_2