
Kakak... selesai baca, bantu like dan jangan lupa kasih vote ya..... makasih ...
----------------------------------------------
Waktu berlalu dengan begitu cepat. Rico dengan kesibukannya.
Rachel dengan hura-huranya.
Lima bulan lagi mereka akan melangsungkan pernikahan. Rachel beberapa kali minta diantar Rico untuk fitting baju pengantin, tapi sampai dengan hari ini Rico belum ada waktu.
Kesibukan Rico luar biasa, perusahaan semakin menggurita merambah bidang perhotelan, pangan dan yang terakhir adalah perusahaan peti kemas.
Perusahaan peti kemas milik Rico berada di Rotterdam Belanda. Saat ini memang belum jadi miliknya, tapi akan segera menjadi milik Asmoro corp. yang merupakan milik keluarga Rico.
Dua hari lagi ia harus berangkat ke Rotterdam Belanda dalam rangka penandatanganan perjanjian kerjasama dengan salah satu perusahaan peti kemas yang ada disana
Ingatan tentang belanda, sebetulnya membuat hati Rico pilu. Kenangan yang ia nikmati bersama Anya, saat mereka berada di Leiden. Saat mereka hampir hanyut dengan suasana Leiden.
Aaaah Anyaaa kenapa bayanganmu tidak juga mau beranjak pergi.
Bulan April di Belanda masuk musin semi, harusnya disana sedang mekar-mekarnya bunga tulip.
Dulu Anya juga pernah mengajak Rico suatu saat ke Belanda bila musim semi tiba. aaah Anya lagi.
Rico menggeleng-gelengkan kepalanya supaya bayangan yang ada di otaknya itu menghilang.
Hari yang ditentukan tiba. Rico menjejakkan kakinya di Belanda. Dia harus ke Amsterdam dulu dan besok melanjutkan perjalanan ke Rotterdam, sebetulnya penerbangan regional ada menuju Rotterdam tapi Rico memilih untuk perjalanan darat saja, sambil melihat bunga tulip bermekaran di sepanjang jalan.
Amsterdam semua sudutnya ditanami bunga tulip karena disini saat musim semi banyak sekali atraksi yang menarik.
Malam ini sengaja ia jalan-jalan sendirian di Amsterdam. Kenangan akan Anya kembali bergelayut di dadanya.
Sama seperti dulu, saat ini Rico menyeduh kopi dan memesan camilan sebagai teman ngopi di kedai tepi kanal yang dulu pernah dihadirinya bersama Anya.
Lampu-lampu di gedung dan pinggir kanal membuat suasana semakin romantis.
__ADS_1
Ia lihat ada beberapa pasangan yang sedang memadu kasih di pinggir kanal.
Rico menyeruput kopinya, besok dia harus ke Rotterdam tak boleh ada fikiran melankolis dalam otaknya. Dia harus bisa mencintai Rachel lagi, sebab dialah sekarang yang akan menjadi istrinya.
Anya......, biarlah ia menjadi satu kenangan yang indah.
Seperti dua tahun lalu di Leiden, saat ini Rico menyewa salah satu kamar hotel yang ada di dekat dengan kanal, Ia kembali ke hotel saat waktu menunjukkan pukul dua belas malam, ia harus segera istirahat, supaya besok fresh saat penandatanganan perjanjian.
Keesokan harinya, Rico berangkat ke Rettordam dengan menumpang mobil jemputan dari perusahaan peti kemas. Sepanjang perjalanan dia melihat pemandangan yang sangat indah, berupa hamparan bunga tulip, ada yang ditata satu warna ada yabg ditata seperti pelangi.
Rico tersenyum saat melihat pemandangan indah itu. Seandainya kamu ada disini Nya. Anya lagi.....
Setiap mengingat Anya, selalu ada rasa sunyi di hati. Ada yang lepas dan hilang jauh di sudut hati Rico, dan itu menyebabkan rasa sunyi.
Seperti negara Eropa lainya semua kegiatan selalu dilakukan dengan on time, lewat sedikit hilanglah satu kesempatan.
Itulah yang disukai oleh Rico saat bekerja sama dengan orang-orang barat. Mereka sangat menghargai waktu.
Sebab dari disiplin waktu bisa dilihat karakter seseorang. Itu menurut pandangan orang-orang disana. Dan itu memang benar.
Orang apabila disiplin dengan waktu, otomatis dia akan disiplin dengan hidup.
Ada 40% saham yang akan dilepas dan Rico disitu mendapatkan jatah paling banyak yaitu 10%.
Setelah penandatanganan selesai. Mereka memiliki acara masing-masing. Rico berniat berjalan-jalan di sekitar Rotterdam saja, ia akan segera kembali ke Indonesia. Dia memilih untuk berjalan-jalan sendiri di dalam kota.
Rotterdam merupakan kota yang sangat maju. Kota ini memiliki pelabuhan terbesar di Eropa. Bila dilihat kemodern an kota ini mirip dengan Dubai.
Bangunan modern dan klasik berbaur menjadi satu. Kali ini ia memilih naik Menara Euromast. Sama dengan Monas di Jakarta, Rotterdam juga memiliki menara dimana dari atas kita bisa melihat sekeliling Rotterdam. Menara ini merupakan landmarknya Rotterdam, jadi hukumnya wajib jika berkunjung ke Rotterdam harus mampir ke menara tersebut.
Uniknya di menara ini memiliki dua buah restoran yang masing-masing berada di ketinggian 92 meter.
Saat Rico masih berjalan di sekitaran taman menara ini, tak disangka ada seseorang yang sangat ia kenal dan selama ini ia rindukan. sedang berjalan santai melihat-lihat bunga tulip yang berada di sekitaran bawah tower. Rico berdiri mematung.
Anya, dia semakin cantik saja. Rambutnya panjang sepinggang, dengan memakai celana panjang putih, dipadu dengan atasan ungu, dan dilengkapi dengan mantel cream tampak sangat mempesona.
__ADS_1
Anya tidak melihat ke arah Rico, ia sedang asik menikmati bunga.
Langkah Rico mengarah dimana Anya berada tanpa dia sadari.
Dan memanggil dengan pelan.
" Anya ", panggilan lirih Rico cukup didengar oleh Anya.
Saat Anya membalikkan badan, Ia sangat terkejut. Ada Rico di depanya. Pria yang selama ini tidak pernah hilang dari ingatan.
Tanpa sadar airmata Anya luruh di pipi. Keharuan, kesedihan rasa rindu berkumpul jadi satu.
Anya hanya bisa mematung. Saat Rico mendekat dan memeluknyapun, Anya hanya bisa diam. Pelukan Rico membuat tangisan Anya makin deras.
Rico pun tanpa sadar menitikkan air mata. Rasa rindu dan cinta terdalam mereka menjadi tumpah ruah di pertemuan itu.
Alampun tampak mendukung pertemuan mereka, langit yang biru dan begitu bersih, matahari yang teduh, bunga-bunga tulip yang mekar. kupu-kupu beterbangan kesana kemari. Angin semilir. Menambah suasana syahdu.
Sekitar dua puluh menit mereka dalam kondisi seperti itu.
Saat mereka sampai pada kesadaran masing-masing, Rico melepaskan pelukanya dengan lembut.
Dia mencari tempat untuk mereka duduk. Rico menggandeng tangan Anya, dia tidak akan melepaskanya lagi.
Mereka duduk di pinggiran taman yang sengaja diletakkan kursi untuk beristirahat.
" Kamu tahu Nya, aku tidak bisa melupakan kamu.... Kamu fikir kalau bersembunyi aku akan melupakanmu?"
Rico ingin meluapkan apa yang ada dalam pikiranya selama ini.
" Aku tidak tahu ada masalah apa kamu meninggalkan aku, tanpa kata, tapi aku tahu, kamu pasti punya alasan, ... kamu mau cerita ?"
Anya hanya menundukkan wajahnya. Ia bingung dan tidak tahu apa yang harus ia katakan pada Rico.
Sampai saat ini, rasa cinta pada Rico tak pernah pupus dari hatinya.
__ADS_1
Steve yang sudah lama ingin menjadi pendamping hidupnyapun sampai saat ini belum ia beri kepastian.
Ia masih belum bisa melupakan Rico.