
Fyi "Wolf’s Bane memiliki arti kebencian terhadap seseorang"
***
“Mau apa lagi kamu ke sini? Jangan ganggu adik saya lagi,” suara tegas dari Tara terdengar begitu tajam. Hazel yang tengah berada di ruang keluarga akhirnya memutuskan untuk keluar untuk menghampiri Tara begitupun dengan kedua orang tua Hazel yang langsung keluar saat mendengar keributan.
“Mbak Rima?” tanya Hazel saat melihat ternyata yang tengah bertengkar dengan Tara adalah Rima. Hazel mengerutkan keningnya bingung saat melihat keberadaan Rima di rumahnya.
Karena setelah keluarga Akasa yang datang ke rumahya untuk menjelaskana apa yang sebenarnya terjadi pada pertungan Akasa. Mereka tak pernah lagi datang dan juga bertemu dengan Hazel karena Tara yang mengancam mereka.
“Akasa meninggal Zel,” haya satu kalimat namun membuat mereka semua terkejut mendengarnya. Hazel kini bahkan membeku di tempatnya. Ia tentu tak percaya dengan info tersebut. Bagaima bisa Akasa yang baru saja tadi mengobrol dengannya di kampus kini malah meninggal?
“Mbak bercanda? Tadi Akasa baik-baik aja waktu dia nyamperin Hazel,” ucap Hazel dengan tanpa sadar kini air matanya sudah mulai jatuh membasahi pipi putihnya.
“Akasa overdosis,” ungkap Rima yang sekali lagi membuat mereka tekejut mendengarnya.
“Sekarang Akasa di mana Mbak?” tanya Hazel dengan begitu lemah.
“Masih di rumah sakit, tapi sebentar lagi ambulannya datang,” ucap Rima yang kini rasanya membuat kaki Hazel lemas mendengar kabar tersebut. Tara yang melihatnya segera merengkul adiknya menyanggah Hazel agar tetap berdiri.
“Hazel kamu ke ruamh buat lihat Akasa? Mbak gak maksa adek buat dateng dan nemuin Akasa, tapi Mbak rasa Akasa pengen ketemu adek buat yang terakhir kali nya,” ucap Rima yang Hazel balas dengan anggukan.
Mereka segera berjalan ke rumah Akasa yang ternyata di sana sudah begitu ramai dengan saudara Akasa yang menunggu jenazah laki-laki tersebut.
Hazel yang berada dalam rangkulan kakaknya masih saja menangis. Ia masih tak menyangka jika kini ia tak akan lagi bisa untuk melihat Akasa. Ia pikir rasa sakit karena pengkhianatan Akasa saja sudah cukup, meskipun mereka tak lagi bisa kembali namun Hazel masih bisa melihat Akasa. Sedangkan sekarang ia tak akan bisa untuk melihat Akasa lagi.
Tak lama suara sirene ambulan yang di iringi dengan deru motor dari sabahat Akasa yang mengawal di belakang membuat tangis Hazel semakin pcah. Hazel langsung memeluk nkakaknya. Tara mengelus puncak kepala Hazel sambil memejamkan matanya. Ia tahu pasti semua ini begitu sulit untuk Hazel.
“Akasa jahat banget Bang. Setelah dia nyakitin Hazel sekarang dia ninggalin Hazel buat pergi selama-lamanya. Sebelumnya Akasa yang bantu Hazel buat bangkit setelah Argo khiantain Hazel. Sekarang Hazel udah kehilangan Akasa bang,” tangis Hazel pacah, gadis tersebut menangis dengan sesenggukan dalam pelukan Tara.
“Ada Abang dek. Abang di sini,” ucap Tara sambil mengelus puncak kepal adiknya sayang.
“Dia bukan cuma orang yang Hazel sayang tapi dia juga sahabat Hazel Bang. Terlepas dari apa yang dia lakuinm ke Hazel, Hazel sayang dia bang,” ucap Hazel dengan tangisnya.
__ADS_1
Tara membawa Hazel untuk masuk dan melihat jenazah Akasa. Hingga di sana, dapat Hazel lihat Akasa yang kini terbaring kaku dengan kapas yang menyumpat hidung juga telinganya.
Hazel terduduk di depan Jenazah Akasa sambil memejamkan matanya dan menangis. Tara di belakang Hazel hanya memang kedua pundak Hazel.
“Akasa lo benca kan? Lo ngelakuin ini karena pengen maaf dari gue dan balik kan? Aku kita mulai semua nya Sa. Aku udah maafin kamu. Jangan begini Sa. Jangan buat aku sedih lagi. Kamu uda terlalu sering buat aku nangis Akasa,” tangis Hazel sambil menggoyang tubuh Akasa. Rasanya ia tak rela jlka tak bisa lagi untuk melihat Akasa. Akasa yang selalu ada untuk nya kini sudah tak ada lagi. Ia sudah terlelap dalam kedamaiannya.
***
Suara tangis tak ada hentinya terdengar dari rumah duka. Jenazah Akasa di makam nya pagi ini. Hazel dengan hijab hitam dan baju hitam yang membalutnya terlihat begitu cantik. Berjalan kearah Jenazah menatap nanar pada Akasa yang sudah hanya di tutupi kain.
"Lo mau gue kuat kan Sa? Gue kuat kok. Lo mau gue ikhlas kan? Gue juga Ikhlas. Makasih udah selalu ada buat gue, selalu nemenin gue, dan selalu ngejaga gue. Kita sering kan cerita tentang kematian, gue selalu bilang kalau gue gak akan nangis dan sedih saat Lo pergi tapi gue salah Sa gue gak bisa, gue pengen senyum dan ngetawain Lo karena ucapan Lo salah tapi gue malah nangis dan membuktikan ucapan Lo bener," ucap Hazel sambil tertawa hambar. Kenangannya bersama Akasa terlalu banyak hingga ia juga sulit untuk melupakannya. Akasa laki-laki yang baik dan ia beruntung mengenal laki-laki seperti Akasa. Meskipun di saat terakhirnya Akasa malah melukainya namun ia beruntung karena Akasa pernah ada dalam hidupnya. Mengajarkannya tentang cinta juga luka.
Pernah berfikir saat kamu dekat dengan seseorang atau dengan pacar kamu kamu pikir dia yang nanti akan menjadi pendamping hidup mu? Pasti banyak yang memiliki pemikiran seperti itu namun kadang takdir begitu jahat dengan menyandingkannya dengan orang lain atau takdir malah membawanya pergi.
Hazel memejamkan matanya hingga air matanya mengalir begitu deras lalu Hazel mengusap air matanya. Meyakinkan diri bahwa ia kuat.
“Lo udah nyakitin gue dengan balikan sama Selin dan lo juga yakinin gue karena tunangan. Apa sekarang juga lo harus pergi dan nyakitin gue dengan kepergian lo? Sedangkan lo pasti di sana lagi bahagia sama bidadari. Lo jahat Akasa,” tangis Hazel yang sudah susah payah ia tahan kini akhirnya kembali luruh.
Merasa tak kuat lagi berada di sana Hazel pergi dari sana dan berjalan kearah kamar Akasa yang tampak bersih dan kosong. Senyuman Hazel terbit saat melihat fotonya dan Akasa yang terpasang di atas ranjang, itu adalah foto saat mereka berada di pintu langit saat itu.
"Hazel," panggil suara di belakang Hazel yang ternyata Mama Akasa yang berjalan menghampiri Hazel.
“Maafin Akasa ya karena udah bikin Hazel sakit. Tapi takdir berjalan di luar kehendak kita. Akasa gak pernah mau buat nerima perjodohan itu tapi perempuan tersebut malah memaksa. Dan teman Akasa malah memberikan kesaksian palsu. Mama gak punya pilihan lain,” ucap ibu Akasa dengan air matanya kini perlahan luruh.
"Hazel udah maafin Akasa Ma,” jawab Hazel singkat tanpa ingin membahas masalah Selin pada ibu Akasa karena tak inguin memperburuk keadan.
“Ma Hazel dulu pernah ngasih kado ke Akasa boleh Hazel ambil lagi buat kenangan? Hazel gak mau barang itu di pakai untuk orang lain karena Hazel belinya buat Akasa," ucap Hazel yang mendapatkan anggukan dari Mama Akasa dengan segera Hazel mengambil Hoodie berwarna hitam di padukan tulisan berwarna putih pemberiannya tangis Hazel tak bisa lagi terbendung hingga kembali terjatuh hingga Hazel menemukan surat di kota kado yang pernah Hazel berikan dan juga berisi foto mereka.
Dear Hazel bawel
Hey bawel yang sekarang jadi cengeng jangan nangis dong cuma gara-gara cowok brengsek.
Kamu itu gadis terkuat yang pernah aku temui jadi tetep senyum apapun yang terjadi, siapapun yang pergi, atau apapun yang hilang. Karena pasti akan ada pengganti.
__ADS_1
Aku gak tau dengan cara apa kamu bisa nemuin surat ini nanti. Tapi aku berharap kamu bisa baca surut ini. Zel bahagia selalu ya karena aku juga akan bahagai dari atas sini. Maaf aku harus ninggalin kamu dengan banyak luka yang pasti akan sulit untuk sembuhnya. Maaf karena udah balikan sama Selin. Tapi percaya sama aku, kamu bukan tameng.
Maaf karena gak bisa mencegah pertunangan ini. Aku udah sering ngelukain kamu. Aku udah gak pantes buat kamu tapi aku juga gak bisa buat sam wanita lain adalah lagi dengan wanita yang sudah menghancurkan kita.
Jadi aku memilih pergi aja biar aku bisa bahagia dengan bidadari aja. Jangan nagis ya cantik. Aku pergi.
Love Akasa.
Tangis Hazel kembali pecah saat membaca surat itu. Mama Akasa yang masih berada di sampingnya menguatkan Hazel hingga tak lama suara ketukan pintu terdengar.
"Ma Akasa mau di makamin ayo turun," ucap suara di luar yang tak lain adalah Ayah Akasa. Dengan segera Hazel dan Mama Akasa turun untuk ikut mengantar Akasa ke peristirahatan terakhirnya.
Setelah sampai di makam Hazel tak kuasa menahan tangisnya saat jenazah Akasa di masukkan kepusaran terakhirnya. Sahabat Hazel yang juga ikut untuk menguatkan Hazel mengelus punggung Hazel memberikan semangat untuk sahabat nya. Tara juga ikut dalam pemakaman tersebut mengawasi Hazel.
"Si bos jahat, nyuruh kita jagain cewek yang jelas maunya cuma di jagain dia," celetuk Kevin mengingat permintaan terakhir Akasa saat di bawa ke rumah sakit dan kesadaran nya masih ada.
"Jagain Hazel, lindungi dia kayak gue ngelindungi dia, kalau ada yang buat dia sedih langsung hajar aja, intinya jaga dia dan jangan buat dia sedih. Hibur dia saat gue pergi," ucapan terakhir Akasa yang masih memikirkan Hazel saat terakhir dalam hidupnya.
Begitulah cinta saat sakit pun yang kita ingat masih orang yang kita cintai. Persahabatan mereka terlalu dalam dan jauh melibatkan cinta dan kasih sayang namun di butakan gengsi. Mereka baru menyadari jika sudah salah satu benar-benar pergi, pergi dengan definisi benar-benar pergi dan tak akan kembali. Selagi masih ada, ungkapkan jangan malu atau takut akan merusak persahabatan karena jika memang dia sahabat yang baik dia tak akan pergi hanya karena pengungkapan. mungkin awalnya memang akan ada jarak namun semua pasti akan kembali seperti awal.
Hazel dan Akasa mereka saling menjaga, melindungi, menghibur, dan selalu ada satu sama lain. Cinta tumbuh tapi mereka mengatakan itu bukan cinta mengikhlaskan salah satu dari mereka memiliki orang lain dalam hidup mereka, hati mengatakan sakit namun berbeda dengan otak yang mengatakan tidak itu selalu menjadi problem batin dalam diri mereka selama ini tanpa siapa yang tahu.
***
Hi guys aku balik lagi nih dengan cerita baru aku.
Jangan lupa juga buat vote, koment, dan like ya. Dukungan kalian semangat ku.
Jangan lupa juga buat Follow akun sosial media aku ya guys. Ig: Hilmiatulhasanah dan Wphilmiath
See you next chapter guys.
Thank for Reading.
__ADS_1
Dan ya buat kalian jangan lupa buat baca cerita ku yang lain ya. Yang pasti gak akan kalah seru dari kisah ini. Jadi langsung cek profil aku aja ya guys.
Bentar jangan pergi dulu, aku juga bawa cerita dari temen aku nih. Cerita yang bakalan buat kalian betah bacanya. So langsung di cek aja ya, sekalian nunggu Hazel dan kawan-kawan update mending mampir ke cerita temen aku ini ya. Tapi jangan lupa balik lagi ya.