
Fyi "Pink bunga ini memiliki arti keberanian"
***
Hari demi hari berganti bulan dan hubungan Hazel juga Akasa kini terlihat semakin membaik dan dekat saja. Walau sebenarnya ada sebuah rahasia besar yang kini tengah disembunyikan oleh salah satu dari mereka. Jika saja rahasia tersebut terungkap, akankah mereka masih bersama? Hubungan yang terlalu banyak kebohongan tersebut akankah masih bisa bersama setelah semua kebenaran akan terungkap?
Saat ini Hazel dan Akasa terlihat begitu serius dengan monopoli di depannya. Karena bingung akan melakukan apa kini dua orang yang sama-sama freak tersebut malah memilih untuk bermain monopoli. Saat ini mereka tengah bersamain di rumah Hazel.
Awalnya Hazel memaksa agar bermain di rumah Akasa saja namun laki-laki tersebut menolaknya dengan alasan di rumahnya kini tengah ada perbaikan dan orang rumah nya begitu sibuk. Hazel yang tak mau ribet dan meributkan hal kecil akhirnya memilih untuk mengalah.
"Jangan curang ya. Kamu tuh masuk penjara masih aja mau main, sabar dong," ucap Akasa sambil menyentil kening Hazel membuat Hazel kini mengerucutkan bibirnya kesal mendengar ucapan laki-laki tersebut.
"Ih aku tuh udah bebas tau. Kamu tuh yang curang, masak aku di suruh tetep stay di penjara sih,” kesal Hazel. pasalnya sedari tadi Akasa terus saja memintanya untuk tetap di penjara padahal Sedari tadi seharusnya nya Iya sudah bisa keluar dari penjara tersebut namun akasa dengan curangnya masih saja membodohi Hazel. dan bodohnya lagi hasil mau saja ditipu oleh laki-laki tersebut.
"orang belum juga,” ucap Akasa pada hasil yang kini sudah mengerucutkan bibirnya kesal hingga tak lama suara tawa laki-laki tersebut terdengar yang bukannya membuat hasil tertawa tapi semakin membuat gadis tersebut kesal saja pada aka sayang masih membohonginya.
"Udah Udah jangan ngambek lagi sana main,” ucap Akasa akhirnya. Mendengar ucapan tersebut tentu saja senyuman di Bibirmu hasil kembali terlihat. dengan segera gadis tersebut melempar dadu nya hingga tak lama dengan semangat ia membeli pulau yang disinggahinya.
“Lah ini uang aku kenapa habis?” Tanya hazal saat melihat uang di monopoli nya kini hanya tersisa Rp2.000 mendengar pertanyaan tersebut sontak membuat akasa tertawa terbahak-bahak karena terlalu lucu mendengar pertanyaan dari gadis tersebut.
“Gimana Nggak mau habis kalau dari tadi kamu tuh beli Pulau terus, kamu dari tadi itu yang banyak malah pengeluaran nggak ada pemasukan sama sekali terus sekarang mau nyalahin siapa kalau uangnya habis?” Tanya Akasa dengan menaikkan sebelah alisnya. Hazel yang mendengarnya hanya menghembuskan nafasnya kasar sambil mengerucutkan bibirnya. Memang sedari tadi entah mengapa Akasa malah tak pernah singgah di pulau yang sudah ia beli laki-laki tersebut Seolah memiliki keberuntungan nya sendiri.
“Udahlah aku nggak mau main lagi Masak kalah mulu kamu,” kesal Hazel yang kini sudah cemberut karena selalu kalah.
“Loh malah ngambek, yang salah juga kamu ih,” ucap Akasa dengan tawanya. Terlalu gemas melihat sikap Hazel yang memang kadang bisa kekanakan seperti ini. Hazel tak peduli dan lebih memilih untuk memainkan ponselnya saja.
“Besok minggu main yuk Sa, aku pengen ke tempat ini deh,” ucap Hazel sambil memperlihatkan ponselnya yang kini memperlihatkan sebuah tempat wisata pada Akasa yang segera mengambilnya.
__ADS_1
“Kalau sekarang aja gimana?” tanya Akasa menawarkan yang Hazel balas dengan gelengan.
“Engga ah. Ini tuh udah siang. Bentar lagi udah jam tidur aku,” ucap Hazel menolak dengan begitu tegasnya. Memang jika Siang Hazel tak pernah bisa untuk melewatkan jam tidurnya. Bahkan saat bermain dengan teman-temannya pun biasanya Hazel selalu tertidur di mobil.
“Nanti sore gimana? Aku jemput setelah kamu bangun tidur. Sekarang kamu tidur lebih awal dan nanti bangun lebih awal,” ucap Akasa menawarkan. Hazel terlihat berpikir sejenak.
“Emang besok gak bisa?” tanya Hazel yang Akasa balas dengan anggukan.
“Ada yang harus aku urus besok,” ucap Akasa menjelaskan. Hazel menghembuskan nafasnya kasar sebelum akhirnya menganggukkan kepalanya setuju.
“Minggu depan gak bisa juga?” tanya Hazel yang lagi-lagi Akasa balas dengan gelengan membuat Hazel berdecak kesal.
“Emang kamu mau kemana sih?” tanya Hazel kesal karena Akasa selalu menjawabnya dengan gelengan.
“Ada yang harus aku urus,” ucap Akasa sambil mengelus puncak kepala Hazel sayang.
“Mungkin bisa minggu depan. Tapi semua ada di tangan kamu. Jadi selagi kita sama-sama bisa sekarang. Mending sekarang aja,” ucap Akasa. Hazel mengerutkan keningnya bingung. Hazel tak mengerti apa yang sebenarnya dimaksud oleh laki-laki tersebut.
“Kenapa sih Sa? Apa ada sesuatu yang kamu sembunyikan dari aku?” tanya Hazel menatap Akasa dengan tatapan menyelidiknya. Akasa tersenyum pada Hazel tanpa mengatakan apapun. Laki-laki tersebut hanya mengelus puncak kepala Hazel sayang.
“Apapun yang terjadi, kamu juga termasuk salah satu orang yang berarti dalam hidup aku. Maaf ya udah sering nyakitin kamu,” ucap Akasa dengan misteriusnya yang membuat Hazel semakin bingung dengan apa yang sebenarnya terjadi.
Hazel jadi merasa jika sebenarnya jika sudah terjadi sesuatu yang Akasa sembunyikan darinya.
“Apa semua ini ada hubungannya sama kamu yang udah gak bisa keluar malam?” tanya Hazel dengan tatapan penuh selidik pada Akasa. Akasa menghembuskan nafasnya kasar sambil menganggukkan kepalanya.
“Aku masih belum bisa apa yang terjadi. Tapi aku harap kamu percaya sama aku,” ucap Akasa pada Hazel. Hazel mengerutkan keningnya bingung namun tetap saja akhirnya ia menjawabnya dengan anggukan.
__ADS_1
“Oh iya. SIM kamu yang kita buat waktu itu. Hari senin udah keluar. Kalau kamu nanti gak bisa ambil bareng aku. Aku bakalan minta Mbak Rima buat nemenin kamu,” ucap Akasa. Beberapa waktu lalu Akasa memang meminta Hazel untuk membuat SIM dan mengajak Hazel menjelajahi banyak jalan dengan Hazel yang menyetir sendiri sedangkan Akasa menjadi penunjuk arah bagi gadis tersebut.
Saat itu Hazel tak pernah berpikir apapun dan tetap menganggap jika semua itu Akasa lakukan karena hanya ingin jalan-jalan karena banyak masalah yang ia hadapi akhir-akhir ini dan Akasa tak ingin menyetir dalam keadaan kacau jadilah meminta Hazel untuk menyetir. Namun kini semua seolah menjadi puzzle yang sudah bersatu di kepala Hazel. Namun masih ada satu bagian yang masih kosong. Bagian inti dari semua pazel ini/
Hazel baru menyadari sikap Akasa yang memang aneh. laki-laki tersebut seolah mempersiapkan Hazel saat tak ada dirinya di samping gadis tersebut. Namun kini Hazel masih berusaha untuk berpikir positif meskipun begitu sulit.
“Aku pulang dulu ya, Nanti aku jemput jam setengah tiga,” ucap Akasa sambil mengelus puncak kepala Hazel. Hazel hanya menganggukkan kepalanya sambil menatap Akasa yang perlahan mulai keluar dari rumahnya tersebut.
“Apa yang sebenarnya kamu sembunyikan dari aku Sa?”
***
Hi guys aku balik lagi nih dengan cerita baru aku.
Jangan lupa juga buat vote, koment, dan like ya. Dukungan kalian semangat ku.
Jangan lupa juga buat Follow akun sosial media aku ya guys. Ig: Hilmiatulhasanah dan Wphilmiath
See you next chapter guys.
Thank for Reading.
Dan ya buat kalian jangan lupa buat baca cerita ku yang lain ya. Yang pasti gak akan kalah seru dari kisah ini. Jadi langsung cek profil aku aja ya guys.
Bentar jangan pergi dulu, aku juga bawa cerita dari temen aku nih. Cerita yang bakalan buat kalian betah bacanya. So langsung di cek aja ya, sekalian nunggu Hazel dan kawan-kawan update mending mampir ke cerita temen aku ini ya. Tapi jangan lupa balik lagi ya.
__ADS_1