
Rico dan Anya berpindah ke Bali Utara, tepatnya Pantai Lovina Buleleng.
Mereka menikmati indahnya Pantai Lovina, yang berpasir hitam, selain bisa bermain di pinggir pantai, mereka bisa melihat lumba-lumba bermain di batas pantai dan laut, di waktu tertentu lumba- lumba akan bermain dengan para pengunjung yang duduk di atas perahu.
Pantai Lovina yang masih lumayan bersih, membuat mereka berdua nyamana berada di sana.
Saat ini Rico dan Anya melihat-lihat cendera mata di salah satu toko cenderamata mata terbesar di daerah itu, Anya berada di depan toko, memilih-milih baju pantai, sementara Rico melihat-lihat beberapa kaos untuk diberikan pada teman-temanya.
Saat asik memilih, tiba-tiba ada mobil yang berjalan dengan cepat ke arah Anya.
Anya tidak menyadari bahaya telah mengancamnya. Dia masih asik memilih-milih baju-baju yang terlihat indah.
Dengan secepat kilat keluar dua orang bertubuh besar mendekat ke arah Anya.
Mereka segera membekap Anya, Anya meronta-ronta, bekapan tangan penculik sempat terlepas, sehingga Anya bisa berteriak dan suaranya terdengar oleh orang di sekitarnya.
" Toloooooong, tolooooong !!" pria tersebut segera membekap Anya lagi.
Tapi teriakan Anya sudah terdengar oleh orang yang berada disekitar.
Rico segera berlari keluar, melihat istrinya diculik oleh orang yang tidak dikenal.
Beberapa orang merangsek maju menuju dimana Anya dibekap oleh orang tersebut.
Mereka beramai-ramai membantu Anya.
Preman yang memegang Anya ditonjok oleh salah satu pengunjung, sementara yang lainya segera ngacir naik mobil, dengan meninggalkan teman mereka yang dipegang oleh orang-orang yang ada disitu.
Rico merangsek masuk ke kerumunan, ia melihat istrinya sudah ditolong oleh beberapa wanita yang kelihatanya orang-orang sekitar pantai.
Ia segera memghampirinya, melihat suaminya Anya segera memeluk dan menangis sesenggukan.
" Aku takut, Pak Rico, takut...."
__ADS_1
Terdengar dari arah kerumunan orang.
" Sudah bawa aja ke kantor polisi"
Beberapa orang membawa penculik Anya ke kantor polisi, salah satu menghampiri mereka.
" Bapak dan ibu ikut mereka ke kantor polisi, untuk buat laporan".
" Ya pak terimakasih,-terimakasih" Sambil tanganya ditangkupkan di dada pada orang sekitar".
Rico sangat berterimakasih, sebab orang-orang disekitar cepat tanggap dengan peristiwa tersebut.
Rico dan Anya mengikuti orang- orang yang membawa penculik Anya ke kantor polisi.
Sampai di kantor polisi, Anya diberi beberapa pertanyaan sebagai saksi, sedang si preman dijebloskan dalam tahanan, untuk selanjutnya akan melewati proses panjang persidangan.
Sebetulnya Rico dan Anya berencana tinggal disini selama seminggu, tapi karena peristiwa tadi ada ketakutan tersendiri di hati mereka, Sehingga walaupun baru empat hari di tempat wisata ini, mereka memilih untuk segera kembali ke Jakarta.
Rico menceritakan sekilas mengenai peristiwa yabg terjadi di Bali, untung saja orang-orang disana care, sehingga Anya selamat dari penculikan.
Karena setiap malam Anya selalu mimpi buruk, akhirnya sekali lagi dia harus berbicara dengan psikolog, supaya tidak menjadikan Anya parno.
Pagi ini tiba-tiba Anya merasa sangat mual, saat bangun tubuhnya langsung lemas, dan keinginan muntah sangat luar biasa ia rasakan.
Anya berlari menuju kamar mandi,
Mendengar suara berisik dari kamar mandi Rico terbangun.
Ia mengetuk pintu kamar mandi.
__ADS_1
" Nya, kenapa kamu, kamu nggak pa pa"
" Nggak pa pa Pak Rico, aku hanya muntah mungkin masuk angin".
Anya membuka pintu kamar mandi, wajahnya terlihat sangat pucat.
" Heeei kamu sakit, wajahmu pucat".
Tiba-tiba Anya jatuh ke dalam pelukan Rico, ia pingsan.
Saat Anya bangun semua keluarga mengerumuninya, ada papa, mama dan Rico.
" Kamu sudah siuman sayang ?"
Mama Rico terlihat khawatir melihat kondisi Anya.
Bahkan Rico tampak sedih melihat kondisi Anya
" Kamu nggak pa pa sayang ?, apa yang kamu rasakan ?"
" Aku nggak pa pa ", Anya berusaha bangun, tapi akhirnya dia merebahkan diri lagi, kepalanya terasa pusing.
" Aku kenapa ?"
Mama bingung mau bicara apa, beliau melihat ke arah papa dan Rico, tapi papa dan Rico tampak menggelengkan kepala.
Akhirnya mama hanya mengelus rambut Anya dengan sedih dan menitikkan air mata.
Melihat itu Anya semakin panik.
" Pak Rico, aku kenapa pak, ma, papa ?"
Rico mendekat, ia naik ke atas tempat tidurnya dan memeluk Anya.
__ADS_1
" Kamu nggak pa pa sayang, aku ada disini, kami hanya takut saja melihat kamu tiba-tiba pingsan, sekarang istirahatlah, aku disini menjagamu".
Anya belum puas dwngan jawaban mereka. Pasti ada yang mereka sembunyikan padaku. Tapi apa ?