Anyelir

Anyelir
Anyelir selalu berfikiran positif


__ADS_3

Pagi ini Anya mengenakan pakaian warna olive kesukaanya, perutnya juga sudah mulai membesar badanyapun sedikit melar, tapi dia tetap cantik. Mirip artis Irish Bella.


Dulu, saat Anya masuk perusahaan ternama asal Turky ini, banyak yang memandang sebelah mata, mereka menganggap Anya hanyalah bermodalkan wajah cantik dan body sexy semata.


Tapi dengan berjalannya waktu, semua pendapat yang miring, patah satu persatu.


Anya menunjukkan berbagai prestasi dan piaway dalam memajukan perusahaan, sehingga tak salah hanya dalam kurun waktu lima bulan kariernya melesat pesat.


Yang awalnya hanya karyawan biasa, kini dia menduduki salah satu jabatan tinggi di perusahaan karena prestasinya.


Tapi yang namanya orang iri, tidak memandang prestasi, yang penting rasa dengkinya terpenuhi dia akan merasa puas.


Entah kabar darimana, ada saja kasak kusuk yang mengatakan bahwa Anya hamil di luar nikah, dibuktikan dengan beberapa kali Anya tidak pernah didampingi suaminya, pada saat ada acara kantor.


Kasak kusuk itu semakin menyebar luas, saat perut Anya semakin membesar, dan bukan Anya tidak tahu, tapi dia berusaha tutup kuping.


Jika hanya memikirkan hal yang menurutnya tak penting, dia tak akan maju.


Sampai dengan hari ini, ada panggilan dari


HRD, sebab berita miring ini tersebar begitu cepat.


" Mari silahkan duduk ibu Riana". Disini Anya dipanggil dengan Riana, Sebab nama lengkap dari Anya adalah Anyelir Riana Safitri.


Ia memperkenalkan diri pada semua karyawan sebagai Riana. Hanya orang-orang terdekat saja yang memanggilnya dengan sebutan Anya, seperti contohnya Mba Ida, yang jago menyimpan rahasia.


"Ya Pak terima kasih"


"Mohon maaf Ibu Riana, ini saya dengar hal-hal yang kurang enak memgenai Ibu Riana, walaupun saya memakluni hal tersebut, tapi kita kan memang masih berada di negara timur, jadi apa-apa yang menurut kita tidak pas pasti akan jadi bahan pembicaraan".


Anya paham bahasa HRD- nya, walaupun kalimatnya muter-muter karena kurang enak menyampaikan hal tersebut

__ADS_1


" Maaf, maksud Bapak apa ya?" Tanya Anya dengan santai.


" Maaf Mbak Riana, ini sehubungan dengan kehamilan Mbak Riana, yang menjadi pembicaraan di lingkungan kantor kita".


Anya menganggukkan kepala,


" Ya Pak, saya paham, tapi pada lamaran lima bulan yang lalu, saya sudah menyebutkan bahwa status saya sudah menikah pak, mereka tidak bertanya langsung pada saya, tapi hanya kasak kusuk di belakang saya, jadi maaf kalau saya nggak bisa menjelaskan".


" Ya Mbak Riana mohon maaf, sebisa mungkin Mbak Riana meminimalisir berita ini. Ya dengan cara ngobrol langsung dengan yang berprasangka buruk, atau dengan siapa yang Mbak Riana dekat ?"


" Saya nggak perlu menjelaskan apa-apa kalau nggak ada yang bertanya pak, biarlah mereka berprasangka, yang penting saya tetap bekerja semaksimal saya, bila nanti ada yang penasaran dan tanya langsung pada saya, baru akan saya jelaskan".


" Bener juga Mbak Riana, pekerjaan Mbak kan nggak terganggu dengan Mbak hamil, malah makin maju, bahkan kita akan melepaskan 40% saham kita, karena kecepatan perkembangan perusahaan kita, salah satunya adalah andil Mbak Riana".


" Sekarang terserah bapak, saya mau di skors atau bagaimana ?"


" Ya nggak begitu Mbak Riana, nanti saya koordinasi dengan nagian yang lain untuk masalah ini".


" Maaf Mbak Riana, bukan maksud saya, tapi karena memang ada nada sumbang dari para karyawan, jadi kami harus mengkonfirmasi hal ini pada Mbak Riana".


" Ya Pak, saya memaklumi".


" Baik, terima kasih kerjasamanya, Mbak Riana saya kira cukup, boleh kembali ke tempat kerja".


" Baik Pak, terima kasih".


Anya kembali menuju meja kerjanya, ada beberapa karyawan wanita yang bergerombol di salah satu meja, tapi begitu Anya keluar dari HRD mereka segera bubar.


Anya tahu dan tak mempedulikannya.


Mbak Ida mendekat,

__ADS_1


" Ada apa dek, dipanggil HRD ?".


" Nggak ada apa-apa mbak, cuma ada yang meragukan saya punya suami".


Anya tersenyum sambil menarik nafas dalam.


" Ya beginilah susahnya jadi wanita yang nggak berdekatan dengan suami, hamil pula, jadi bahan gunjingan".


" Ah cuekin saja, yang penting kan nggak seperti berita yang menyebar, yuk ah kerja aja, anggap angin sepoi-sepoi sedang menerpa".


Mbak Ida kembali ke ruanganya, sementara Anya melanjutkan pekerjaanya.


Ia ingin menunjukkan pada orang-orang yang tak menyukainya, bahwa ia bisa menunjukkan prestasi yang membanggakan.


Baru kali ini Anya merasakan diterpa gosip yang nggak bermutu menurutnya.


Jadi dia tak ambil pusing.


πŸ™‚πŸ™‚πŸ™‚πŸ™‚πŸ™‚πŸ™‚πŸ™‚


Gitu ya readers-ku, nggak usah perduliin pandangan negatif dari orang lain, sementara kita berada di rel yang benar.


Rugi mikirin omongan orang, kita jadi mati produktif. Buat mawas diri bolehlah, tapi jangan berlarut.


Ayo readersku, hidup itu indah...


Akan lebih indah, bila readersku sayang tinggalin jejak like, koment, n vote' nya yang banyak, hehehe ...


Nanti aku tambah deh satu episode lagi, tungguin yaaaa, bentaaaar lagi


Saranghaeyo 😍😍😍😍

__ADS_1


__ADS_2