
Anya memandang takjub satu persatu lukisan yang tertempel di dinding.
Lukisan-lukisan ini mendapatkan tempat yang istimewa oleh pemiliknya, benar-benar ditata layaknya galeri.
Ada sekitar dua puluh tujuh lukisan.
Tiba-tiba perasaan penasaran menyergap hati Anya. Siapa seseorang yang menyukai seni, tapi tega menculik orang.
Lalu akan diapakan dia oleh si penculik. Sedangkan dia sendiri tidak tahu siapa si penculik.
Anya berfikir keras, ada ketidak pahaman cara berfikirnya. Rasa ketakutannya menjadi bercampur dengan rasa penasaran.
Tapi tetap dia tidak mau berlama-lama disitu, dia ingin pulang. dia rindu dengan semuanya.
Sementara di atas di dalam rumah, di ruang kerja terdengar suara pintu dibuka.
" ****** kamu !!, bagaimana kalian yang memiliki badan besar dan berjumlah enam orang, kalah sama satu wanita yang berbadan kecil!!"
"Maaf boss, saat itu kami tidak menyadari kalau perempuan itu bisa berfikir sejauh itu..."
Sebelum si preman selesai berbicara si boss langsung membentak.
"Lalu kamu santai saja tidur, bagaimana mungkin kamu tidak waspada. Dasar nggak becus !!"
__ADS_1
Terdengar suara menggebrak meja dengan keras.
"Cari sampai ketemu, panggil yang lain supaya perempuan itu ditemukan, aku tidak mau tahu, besok perempuan itu sudah harus ditemukan".
"Saya sudah menghubungi Alex di Jakarta pak, perempuan itu belum pulang ke rumah, di rumah kekasihnya juga tidak ada"
" Makanya segera kamu cari gobloook!!, jangan sampai dia lapor polisi!!".
"Baik Boss"
"Sana pergi, cari sampai ketemu !"
Si preman keluar dengan langkah cepat dan tegap.
Wajahnya datar sama sekali tidak menunjukkan rasa kecewa atau marah.
Suaranya seperti pria sudah berumur, tapi memiliki kebengisan di dalamnya.
Anya mulai dijalari rasa takut.
Dia takut bila sampai si boss masuk ke dalam ruang yang ditempatinya sekarang.
Anya mulai mematikan semua lampu. Dia akan sembunyi. Anya mencari cari tempat untuk bersembunyi. Di dalam lemari.
__ADS_1
Benar saja. Si boss terdengar mulai membuka pintu. Anya menahan nafas.
Pria tersebut masuk ke dalam ruang tanpa memperhatikan kondisi kamarnya, dia langsung masuk ke galeri lukisannya.
Anya melihat si boss dari dalam tampak jelas terlihat wajah dari si boss, sebab dia menghidupkan lampunya.
Tapi Anya tidak kenal dengan pria ini. Siapa dia ??.
Laki-laki berumur, dengan perawakan tegap dan bergaya necis.
Tidak lama kemudian laki-laki tersebut keluar dari ruang galery. Tanpa memandang sekitar lagi langsung menuju ke pintu keluar.
Kalau saja dia lebih memperhatikan sekelilingnya, dia akan tahu bahwa bed covernya sedikit berantakan. Dan ada aroma wangi sabun keluar dari kamar mandi.
Makanan yang diletakkan di tempat persediaan juga tampak berkurang banyak.
Anya merasa beruntung dengan kondisi tersebut.
Sementara si boss berjalan keluar sambil tersenyum.
' ternyata dia masih ada di dalam, dia tidak akan bisa apa-apa, toh dia tidak mengenaliku', batin si boss.
Dia memanggil anak buahnya sambil berbisik, entah apa yang dibicarakan, tapi telihat anak buahnya menganggukkan kepala, sambil melihat ke arah ruang kerja bossnya.
__ADS_1
Si Boss berjalan menuju ke kamar pribadinya, dia perlu istirahat sebentar. Ada beban yang terlepas sejak ia tahu, barang berharganya masih ada di dalam ruang rahasianya dan terlihat baik-baik saja.
Ia memejamkan mata, ia akan tidur sebentar, dan pagi-pagi akan kembali ke Jakarta.